klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Politik

Amerika Kehilangan Kontrol, Iran Nyaris Miliki 11 Bom Nuklir dengan Alasan Damai

Redaksi by Redaksi
25 Mei 2026 - 09:08
Reading Time: 3 mins read
0
Amerika Kehilangan Kontrol, Iran Nyaris Miliki 11 Bom Nuklir dengan Alasan Damai

Iran Menjadi Kekuatan Militer Berbasis Nuklir

Laporan terbaru menunjukkan bahwa Iran kini telah menjadi kekuatan militer berbasis nuklir yang memegang cadangan uranium sebanyak 10 ton. Jumlah ini dinilai cukup untuk memproduksi hampir 11 bom nuklir. Perkembangan ini merupakan akumulasi dari kegagalan kebijakan luar negeri AS selama tiga era presiden, yaitu Barack Obama, Donald Trump, dan Joe Biden.

Perkembangan Iran dalam Pengayaan Uranium

Iran berhasil mempertahankan dan mengembangkan program pengayaan uraniumnya, meskipun menghadapi sanksi ekonomi dan serangan militer dari Amerika Serikat (AS). Dalam laporan investigasi Wall Street Journal (WSJ) yang dirilis pada 19 Mei 2026, Teheran diperkirakan memiliki sekitar 10 ton uranium yang diperkaya. Dari jumlah tersebut, stok uranium yang mendekati tingkat senjata (weapons-grade) dianggap sangat melimpah dan mampu memproduksi hampir 11 bom nuklir.

Meskipun pemerintah Iran terus menegaskan bahwa program mereka hanya untuk tujuan damai, para ahli persenjataan internasional dan badan atom PBB (IAEA) menyimpulkan bahwa teknologi dan kapabilitas arsenal nuklir Teheran sudah mencapai level yang matang.

Era Barack Obama: JCPOA yang Hanya Menunda Masalah

Pada tahun 2015, Presiden Barack Obama menyepakati Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), sebuah perjanjian yang mengharuskan Iran membatasi stok uraniumnya maksimal 660 pon dengan tingkat pengayaan rendah di angka 3,67 persen selama 15 tahun. Namun, perjanjian ini dinilai hanya menunda ancaman. Para kritikus mengatakan bahwa JCPOA memungkinkan Iran melakukan riset sentrifugal canggih setelah 8,5 tahun dan sebagian besar klausul pembatasan akan kedaluwarsa otomatis pada tahun 2030.

Era Donald Trump: Kebijakan “Tekanan Maksimal”

Pada 2018, Presiden Donald Trump menarik AS keluar secara sepihak dari JCPOA dan menjatuhkan sanksi ekonomi berskala masif demi memaksa Iran menegosiasikan ulang program rudal balistiknya. Namun, strategi ini justru menjadi bumerang. Teheran membalas dengan melanggar semua batasan JCPOA. Pada 2019, mereka menaikkan pengayaan ke level 4,5 persen, mengaktifkan kembali fasilitas bawah tanah Fordo, dan mulai mengoperasikan mesin sentrifugal mutakhir di Natanz.

Richard Nephew, mantan negosiator JCPOA, mengatakan bahwa Iran tidak akan mengalami perkembangan program nuklir sebesar ini jika Donald Trump tidak menarik diri dari JCPOA. Saat Trump lengser pada 2021, timbunan material fisil Iran sudah melompat menjadi hampir 3 ton.

Era Joe Biden: Negosiasi Alot dan Kebuntuan Total

Joe Biden berjanji menghidupkan kembali JCPOA, namun perundingan resmi kolaps pada September 2022. Iran menuntut jaminan hukum bahwa presiden AS berikutnya tidak akan merobek perjanjian itu lagi, sebuah komitmen yang mustahil diberikan Biden tanpa ratifikasi Senat AS. Di tengah kebuntuan tersebut, Iran justru memacu pengayaan uraniumnya langsung melesat ke level 60 persen untuk pertama kalinya pada April 2021.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Gary Samore, mantan pakar senjata pemusnah massal Dewan Keamanan Nasional AS, menyatakan bahwa kesalahan pertama adalah Trump keluar dari JCPOA ketika perjanjian itu sedang bekerja. Kesalahan besar kedua adalah Iran menolak tawaran pemerintahan Biden untuk memulihkan JCPOA.

Kerusakan Fasilitas Nuklir Iran

Sebelum fasilitas nuklirnya dihantam oleh serangan udara gabungan AS dan Israel pada Juni 2025 lalu, Iran memegang status sebagai satu-satunya negara non-pemilik senjata nuklir yang mampu memproduksi uranium sekaya 60 persen. Meskipun infrastruktur fisik di permukaan tanah hancur parah akibat rentetan pengeboman setahun lalu, para pengamat memperingatkan bahwa hal tersebut tidak menghapus isi kepala para ilmuwan Teheran.

Iran dinilai masih mempertahankan cetak biru, pengetahuan taktis, dan kapabilitas teknologi untuk membangun kembali mesin pengayaannya dalam waktu relatif singkat. Iran saat ini dilaporkan masih memiliki hampir 1.000 pon uranium dengan tingkat pengayaan 60 persen. Selain itu, Iran juga memiliki sekitar 440 pon uranium dengan pengayaan 20 persen. Material tersebut dinilai dapat diperkaya lagi menjadi uranium tingkat senjata 90 persen hanya dalam hitungan minggu.

Status Iran dalam Pengembangan Nuklir

Iran disebut menjadi satu-satunya negara non-pemilik senjata nuklir yang pernah memproduksi uranium dengan pengayaan 60 persen sebelum serangan terhadap fasilitas nuklirnya pada Juni 2025. Pada 2024, intelijen AS juga menyebut Iran mulai melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan senjata nuklir. Meski fasilitas nuklir Iran mengalami kerusakan parah akibat serangan AS dan Israel, para ahli menilai Teheran masih memiliki pengetahuan dan kemampuan teknologi untuk memulai kembali pengayaan uranium.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Linda Benny Ditunjuk Jadi Plt Bupati Klaten Setelah Hamenang Ditahan KPK
Politik

Linda Benny Ditunjuk Jadi Plt Bupati Klaten Setelah Hamenang Ditahan KPK

19 Oktober 2026 - 07:34
Prabowo dan António Guterres Bahas Penguatan Kerja Sama Indonesia-PBB di Hambalang
Politik

Prabowo dan António Guterres Bahas Penguatan Kerja Sama Indonesia-PBB di Hambalang

19 Oktober 2026 - 06:41
Koalisi Sipil Desak DPR Sikapi Polemik Ijazah Gibran, PKB dan Golkar Ditemui
Politik

Koalisi Sipil Desak DPR Sikapi Polemik Ijazah Gibran, PKB dan Golkar Ditemui

19 Oktober 2026 - 05:48
Analis: Jokowi Diduga Ubah Sikap karena Merasa Tersisih dan Diserang Isu Ijazah
Politik

Analis: Jokowi Diduga Ubah Sikap karena Merasa Tersisih dan Diserang Isu Ijazah

18 Oktober 2026 - 14:47
Prancis Tuduh Elon Musk Ikut Memanaskan Polarisasi Politik di Eropa
Politik

Prancis Tuduh Elon Musk Ikut Memanaskan Polarisasi Politik di Eropa

18 Oktober 2026 - 05:57
SMRC Catat Elektabilitas Prabowo Turun ke 9,8 Persen, Dedi Mulyadi Naik ke 35,5 Persen
Politik

SMRC Catat Elektabilitas Prabowo Turun ke 9,8 Persen, Dedi Mulyadi Naik ke 35,5 Persen

18 Oktober 2026 - 00:39
Next Post
Pertambangan PT DPM Disoroti, Aktivis Sebut Pemkab Dairi Kurang Transparan

Pertambangan PT DPM Disoroti, Aktivis Sebut Pemkab Dairi Kurang Transparan

Prakiraan Cuaca Jambi 21 Mei 2026, Waspada Hujan di Wilayah Barat dan Timur

Prakiraan Cuaca Jambi 21 Mei 2026, Waspada Hujan di Wilayah Barat dan Timur

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com