klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Politik

Pertambangan PT DPM Disoroti, Aktivis Sebut Pemkab Dairi Kurang Transparan

Redaksi by Redaksi
25 Mei 2026 - 09:12
Reading Time: 2 mins read
0
Pertambangan PT DPM Disoroti, Aktivis Sebut Pemkab Dairi Kurang Transparan



DAIRI – Persoalan pertambangan PT Dairi Prima Mineral (DPM) kembali memicu perdebatan. Sebanyak 15 organisasi dan komunitas masyarakat di Kabupaten Dairi mengkritik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi karena dianggap tidak transparan dalam proses sosialisasi Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKLH) yang baru diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Kritik tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Dairi di gedung dewan, Selasa (19/5/2026).

Perwakilan Himpunan Lintas Organisasi dan Komunitas, Duat Sihombing menyatakan bahwa Pemkab Dairi kembali menunjukkan pola lama dengan tidak memberikan dokumen penting kepada masyarakat, termasuk SKKLH dan addendum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT DPM selama kegiatan sosialisasi berlangsung.

“Pemerintah tidak memberikan dokumen SKKLH dan addendum Amdal kepada masyarakat saat sosialisasi. Ini bentuk ketidaktransparanan,” tegas Duat dalam forum RDP.

Rapat yang dipimpin anggota DPRD Dairi dari Fraksi PDIP, Fitrianto Berampu hanya dihadiri enam anggota dewan bersama unsur Pemkab Dairi. Dalam forum tersebut, Duat mengingatkan bahwa pada Mei 2025 lalu, KLH sempat mencabut dan membatalkan persetujuan lingkungan PT DPM dengan alasan kawasan Dairi dinilai tidak layak untuk aktivitas pertambangan.

Namun kini, menurutnya, SKKLH terbaru kembali diterbitkan tanpa partisipasi masyarakat yang memadai. “Masyarakat menilai proses ini hanya formalitas memenuhi prosedur. Padahal sebelumnya addendum Amdal PT DPM juga memiliki banyak kejanggalan,” ujarnya.

Ia bahkan menyinggung adanya isi dokumen Amdal yang dinilai tidak relevan dengan kondisi Kabupaten Dairi, seperti mencantumkan tambak garam dan hutan mangrove. “Hal-hal seperti itu menunjukkan lemahnya kualitas dokumen kajian lingkungan,” katanya.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Ketua Aliansi Pakpak Silima Suak, Israel Capah. Ia menilai kehadiran PT DPM telah memicu perpecahan sosial dan mengganggu tatanan budaya masyarakat Pakpak. “Ada kelompok yang mengatasnamakan pemangku hak ulayat tanpa melibatkan seluruh masyarakat terdampak,” ujarnya.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Sementara itu, perwakilan mahasiswa dari Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Dairi turut menyampaikan kekecewaan terhadap Pemkab Dairi. Mereka menilai dinas terkait tidak memahami substansi addendum Amdal PT DPM dan cenderung melempar tanggung jawab kepada pemerintah pusat.

Dalam RDP tersebut, organisasi masyarakat juga memutar video kajian ahli lingkungan pertambangan internasional, Steve Emerman, yang menyoroti metode pengelolaan limbah tambang PT DPM. Menurut Steve, klaim PT DPM yang menyebut 100 persen limbah tambang dapat dikembalikan ke dalam tanah melalui metode back filling dinilai tidak realistis dan sulit dipercaya.

“Dari ratusan proposal tambang yang saya tinjau, usulan PT DPM adalah yang terburuk dan paling tidak dapat dipercaya,” ungkap Steve dalam video yang diputar di forum tersebut.

Menanggapi berbagai aspirasi itu, pimpinan RDP, Fitrianto Berampu menegaskan DPRD Dairi akan menjadi ruang mediasi bagi masyarakat untuk menyampaikan kekhawatiran terkait keberadaan PT DPM. Ia juga meminta penjelasan dari dinas terkait mengenai apakah dalam pembahasan addendum Amdal, PT DPM telah memaparkan kondisi tata ruang Dairi yang rawan bencana serta keberadaan lahan sawah fungsional yang tidak dapat dialihfungsikan.

“Produk hukum daerah harus menjadi pedoman bagi kementerian dalam mengeluarkan izin,” tegas Fitrianto.

Di akhir pertemuan, Himpunan Lintas Organisasi dan Komunitas mendesak agar SKKLH PT DPM segera dibuka secara transparan kepada publik paling lambat 20 Mei 2026 serta menyatakan sikap menolak keberadaan tambang tersebut.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Linda Benny Ditunjuk Jadi Plt Bupati Klaten Setelah Hamenang Ditahan KPK
Politik

Linda Benny Ditunjuk Jadi Plt Bupati Klaten Setelah Hamenang Ditahan KPK

19 Oktober 2026 - 07:34
Prabowo dan António Guterres Bahas Penguatan Kerja Sama Indonesia-PBB di Hambalang
Politik

Prabowo dan António Guterres Bahas Penguatan Kerja Sama Indonesia-PBB di Hambalang

19 Oktober 2026 - 06:41
Koalisi Sipil Desak DPR Sikapi Polemik Ijazah Gibran, PKB dan Golkar Ditemui
Politik

Koalisi Sipil Desak DPR Sikapi Polemik Ijazah Gibran, PKB dan Golkar Ditemui

19 Oktober 2026 - 05:48
Analis: Jokowi Diduga Ubah Sikap karena Merasa Tersisih dan Diserang Isu Ijazah
Politik

Analis: Jokowi Diduga Ubah Sikap karena Merasa Tersisih dan Diserang Isu Ijazah

18 Oktober 2026 - 14:47
Prancis Tuduh Elon Musk Ikut Memanaskan Polarisasi Politik di Eropa
Politik

Prancis Tuduh Elon Musk Ikut Memanaskan Polarisasi Politik di Eropa

18 Oktober 2026 - 05:57
SMRC Catat Elektabilitas Prabowo Turun ke 9,8 Persen, Dedi Mulyadi Naik ke 35,5 Persen
Politik

SMRC Catat Elektabilitas Prabowo Turun ke 9,8 Persen, Dedi Mulyadi Naik ke 35,5 Persen

18 Oktober 2026 - 00:39
Next Post
Prakiraan Cuaca Jambi 21 Mei 2026, Waspada Hujan di Wilayah Barat dan Timur

Prakiraan Cuaca Jambi 21 Mei 2026, Waspada Hujan di Wilayah Barat dan Timur

Murid TKIT Imam Bondjol Kunjungi Polres Ciko, Pelajari Rambu Lalu Lintas

Murid TKIT Imam Bondjol Kunjungi Polres Ciko, Pelajari Rambu Lalu Lintas

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com