Paris menuding Elon Musk memanfaatkan platform X untuk menyebarkan kebencian daring terhadap para pemimpin Eropa, di tengah kekhawatiran soal upaya memengaruhi suasana politik menjelang pemilu. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan, tindakan pemilik SpaceX dan Tesla itu tidak hanya memperkeruh perdebatan publik, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.
Barrot menyampaikan kritik itu pada Kamis (15/10/2026), seperti dikutip dari The Guardian. Ia menilai kampanye kebencian di internet terhadap tokoh-tokoh Eropa dipakai untuk melemahkan demokrasi yang selama ini membentuk ruang informasi publik. Menurut dia, serangan semacam itu dirancang untuk memperbesar polarisasi dan memicu pertentangan di tengah masyarakat.
Prancis, kata Barrot, tidak akan diam menghadapi campur tangan dari luar. Ia menegaskan pemerintahnya menolak segala bentuk intervensi asing, terutama yang diarahkan untuk memengaruhi pemilihan presiden di negaranya. Dalam pandangan Paris, ancaman terhadap proses politik tidak hanya datang dari satu arah, melainkan dari beragam aktor yang mencoba memanfaatkan isu-isu sensitif.
Barrot juga menyebut sejumlah isu dalam negeri Prancis kerap dijadikan bahan eksploitasi, mulai dari migrasi, sekularisme, hingga konflik Israel-Palestina. Ia menilai ada banyak pihak yang berusaha memperbesar perpecahan tersebut. Pemerintah Prancis bahkan mengatakan telah menemukan akun-akun yang menyebarkan narasi negatif, dengan jejak yang setelah ditelusuri dikaitkan dengan Rusia, China, dan Iran. Selain itu, ada pula kampanye yang disebut berasal dari komunitas MAGA di Amerika Serikat.
Tensi antara Paris dan Musk bukan hal baru. Pada Juli, Musk secara terbuka menyatakan dukungan kepada Marine Le Pen, politikus sayap kanan Prancis, untuk pemilihan presiden 2027. Saat itu ia menyebut Le Pen sebagai harapan terakhir bagi Prancis untuk berubah arah. Dukungan serupa juga pernah ia sampaikan pada April 2025, ketika Le Pen menghadapi kasus dugaan penggelapan dana publik. Dalam pernyataan yang dikutip Euronews, Musk mengatakan, “Saya berharap dan mendorong Le Pen untuk menyelesaikan perseksekusi ini dan ikut serta dalam pemilihan presiden di Prancis selanjutnya.”
Intervensi Musk dalam politik Eropa pun tidak terbatas pada Prancis. Sebelumnya, ia beberapa kali memberi dukungan kepada figur-figur nasionalis dan populis di benua itu. Pada Desember 2024, misalnya, ia menyebut partai konservatif Jerman, Alternative fuer Deutschland (AfD), sebagai satu-satunya kekuatan yang bisa menyelamatkan Jerman. Ia juga sempat melontarkan komentar terkait sejumlah peristiwa politik di Rumania dan Inggris, yang makin menguatkan kesan bahwa Musk aktif memanfaatkan pengaruhnya untuk masuk ke percaturan politik Eropa.










Discussion about this post