Ole Romeny menandai keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dengan gestur yang menyita perhatian. Seusai kemenangan atas Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, penyerang berusia 26 tahun itu berlari mengitari lapangan sambil membawa jersey Marselino Ferdinan. Aksi tersebut menjadi bagian dari euforia skuad Garuda setelah laga final yang berakhir lewat adu penalti 4-2, usai kedua tim bermain imbang 2-2 hingga tambahan waktu.
Selebrasi itu tidak muncul tanpa alasan. Ole sengaja mengangkat jersey bernomor punggung 7 milik Marselino sebagai bentuk penghormatan kepada rekannya yang tidak bisa tampil di turnamen tersebut. Keduanya diketahui punya hubungan dekat karena pernah sama-sama membela Oxford United. Bagi Ole, keberhasilan Indonesia meraih trofi perdana di ajang ini juga layak dikaitkan dengan sosok yang menurutnya punya peran penting dalam perjalanan tim.
Dalam keterangannya setelah pertandingan, Ole menegaskan bahwa Marselino selalu ada sejak awal. “Tentu saja saya harus mengingat saudara saya. Dia (Marselino) ada untuk saya sejak hari pertama,” ucapnya, dikutip Selasa (6/10). Ia menambahkan bahwa rasa terima kasih itu menjadi alasan utama dirinya menjadikan jersey Marselino sebagai bagian dari perayaan juara.
Ole juga menyebut momen tersebut sebagai persembahan untuk sahabatnya. “Jadi, ketika kami meraih gelar pertama ini, saya juga harus mengingat saudara saya. Tentu saja (ini dipersembahkan untuknya juga),” sambung pemain Fortuna Sittard itu. Ucapan tersebut memperlihatkan bahwa selebrasi yang ia lakukan bukan sekadar ekspresi spontan, melainkan juga penghormatan pribadi kepada pemain yang sedang menepi.
Marselino sendiri memang tidak masuk dalam turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 karena masih menjalani pemulihan cedera lutut. Pemain berusia 22 tahun itu selama ini dikenal sebagai salah satu nama penting di Timnas Indonesia. Absennya dia membuat dukungan dari rekan setim, termasuk lewat tindakan simbolis seperti yang dilakukan Ole, terasa makin berarti di tengah keberhasilan besar yang diraih skuad Garuda.
Lebih jauh, Ole menilai Marselino bukan hanya sahabat dekat, tetapi juga figur yang mewakili banyak anak muda di Indonesia. “Saya memikirkannya saat kami meraih gelar ini. Ini juga untuk Lino. Dia juga mewakili seluruh anak-anak di Indonesia, jadi saya sangat menyayanginya,” ujar pemain keturunan Belanda itu. Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri menutup penantian panjang Indonesia untuk kembali menjadi juara di level senior, setelah terakhir kali mencatat prestasi serupa pada SEA Games 1991.










Discussion about this post