Paulo Dybala dan Nahuel Molina dipastikan tidak ikut dalam agenda perpisahan Lionel Messi bersama tim nasional Argentina. Keduanya sejatinya menerima undangan untuk hadir pada laga persahabatan melawan Benin di Buenos Aires, Rabu (7/10/2026) pukul 07.00 WIB, tetapi AS Roma memilih menahan mereka di Italia demi kepentingan tim.
Keputusan klub diambil karena jadwal Roma sudah padat dan perjalanan ke Amerika Selatan dinilai terlalu melelahkan. Roma akan lebih dulu menghadapi Como pada Minggu (11/10) dalam lanjutan Serie A 2026/2027, sehingga klub tidak ingin mengambil risiko terhadap kondisi dua pemainnya. Dengan begitu, Dybala dan Molina batal menyaksikan langsung salah satu momen paling emosional dalam karier Messi di tanah kelahirannya.
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, menjelaskan bahwa ia memahami mengapa partai tersebut begitu berarti bagi Argentina dan bagi Messi. Namun, dari sudut pandang klub, keputusan menjaga para pemain tetap berada di Italia dianggap paling aman. Ia menyoroti jarak yang jauh dan waktu tempuh yang panjang jika Dybala serta Molina harus pulang-pergi ke Buenos Aires hanya beberapa hari sebelum laga penting di Serie A.
“Kita sudah terlalu dekat dengan pertandingan penting seperti pertandingan kita hari Minggu nanti,” ujar Gasperini kepada Sky Sports Italia. Ia menegaskan bahwa Roma tidak ingin para pemainnya menempuh penerbangan panjang menjelang jadwal kompetitif yang tak kalah krusial. “Kita masih jauh dari Argentina dan mengirim mereka ke sana berarti harus terbang berjam-jam menjelang pertandingan, dan Roma lebih memilih untuk tidak melakukan itu,” lanjutnya.
Dybala dan Molina bukan nama asing dalam sejarah modern Argentina. Keduanya termasuk bagian dari skuad juara Piala Dunia 2022 di Qatar. Meski saat ini tidak masuk pilihan tim nasional, status itu membuat mereka sempat mendapat kesempatan hadir sebagai tamu pada laga spesial yang digelar untuk Messi. Sayangnya, izin dari klub tak kunjung turun.
Gasperini juga memberi penghormatan kepada Messi dengan menyebut perpisahan sang kapten sebagai momen yang menyentuh. Menurut dia, sangat sulit menemukan pemain lain yang bisa menyamai pencapaian Messi sepanjang kariernya. Messi sendiri sebelumnya telah menyampaikan bahwa ia akan mengakhiri perjalanan internasionalnya setelah rangkaian menuju Piala Dunia 2026 selesai. Karena itu, duel kontra Benin menjadi salah satu kesempatan terakhir publik Argentina melihat La Pulga tampil untuk Albiceleste di negara sendiri.
Benin datang ke laga ini dengan posisi ke-89 dalam peringkat FIFA. Mereka memiliki sejumlah pemain berpengalaman, termasuk Steve Mounie yang menjadi top skor aktif tim dengan 22 gol. Rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Benin masih dipegang Stephane Sessegnon, eks gelandang Paris Saint-Germain, Sunderland, dan West Bromwich Albion, yang pensiun pada 2023.









Discussion about this post