Washington — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan mempertanyakan kelayakan Wakil Presiden JD Vance sebagai penerusnya. Laporan tersebut disampaikan oleh The New York Times (NYT) pada Sabtu (30/5/2026), yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui informasi ini. Menurut laporan tersebut, Trump sering meminta pendapat mengenai Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Pada awal Mei, Trump bahkan bertanya kepada tamu-tamu dalam sebuah acara tentang siapa yang lebih layak menjadi kandidat presiden. Namun, surat kabar tersebut menyebut bahwa Trump telah menunjukkan ketidakpuasannya terhadap keduanya. NYT melaporkan bahwa Trump kerap membandingkan kinerja Vance dengan pencapaian dirinya sendiri saat melakukan jajak pendapat pribadi.
Trump juga sering menyampaikan kepada para pendukungnya bahwa Vance tidak pernah memenangkan pemilihan yang kompetitif tanpa bantuan dari dirinya. Ia juga menyinggung jumlah hari libur yang diambil Vance selama menjabat sebagai wakil presiden. Sementara itu, Trump sendiri disebut jarang mengambil liburan.
Menurut laporan NYT, Trump juga menyoroti beberapa momen ketika Vance dinilai tidak sesuai dengan posisinya. Presiden AS itu pernah mengungkit insiden musim semi tahun lalu ketika Vance menjatuhkan trofi kejuaraan sepak bola negara bagian Ohio di halaman selatan Gedung Putih.
Dalam berbagai pertemuan, Vance juga disebut sering menggeser-geser layar ponselnya dan menggunakan media sosial untuk berdebat dengan para pengkritiknya. Laporan itu menyebut Trump aktif mengunggah pesan di Truth Social, tetapi tidak menghabiskan waktu untuk menanggapi pengguna lain di media sosial.
Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles baru-baru ini menyarankan Vance untuk beristirahat dari media sosial karena menilai perdebatan semacam itu tidak pantas bagi jabatannya, menurut sumber yang dikutip NYT.
Meski demikian, orang-orang dekat Trump dan Vance masih percaya bahwa wakil presiden tersebut merupakan sosok yang paling tepat untuk menjadi penerus Trump, tulis surat kabar itu.
Partai Republik harus menentukan calon presiden baru sebelum pemilihan presiden November 2028 karena Trump tidak bisa mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga berdasarkan Konstitusi AS. Trump sebelumnya menyatakan Partai Republik memiliki sejumlah calon potensial untuk menggantikannya, termasuk JD Vance, Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Calon
Beberapa faktor penting yang dipertimbangkan oleh Partai Republik dalam menentukan calon presiden antara lain:
- Latar belakang politik: Calon harus memiliki rekam jejak politik yang kuat dan mampu mendapatkan dukungan dari kalangan partai.
- Kemampuan memimpin: Kualitas kepemimpinan menjadi aspek utama dalam menilai kemampuan seorang tokoh untuk memimpin negara.
- Kemampuan kampanye: Kemampuan untuk merancang dan menjalankan strategi kampanye yang efektif sangat penting dalam pemilihan umum.
- Kepuasan publik: Calon harus mampu membangun hubungan baik dengan masyarakat luas dan menghadapi kritik secara profesional.
- Kesiapan menghadapi tantangan: Calon harus siap menghadapi berbagai tantangan yang muncul selama masa kampanye dan setelah terpilih.
Tantangan yang Dihadapi Partai Republik
Partai Republik menghadapi beberapa tantangan dalam menentukan calon presiden. Salah satunya adalah kebutuhan untuk menemukan sosok yang dapat merepresentasikan visi Trump namun tetap mampu menarik dukungan dari berbagai kelompok masyarakat. Selain itu, partai juga harus memastikan bahwa calon yang dipilih mampu menghadapi tekanan dari lawan-lawan politik dan mampu menjaga stabilitas partai.
Rekomendasi untuk Partai Republik
Untuk menghadapi tantangan ini, Partai Republik disarankan:
- Meningkatkan komunikasi internal: Memastikan semua anggota partai memiliki pemahaman yang sama tentang visi dan tujuan partai.
- Membangun koalisi yang kuat: Menggalang dukungan dari berbagai kelompok masyarakat agar calon yang dipilih memiliki dasar yang luas.
- Memperkuat strategi kampanye: Merancang strategi kampanye yang inovatif dan efektif untuk menarik perhatian pemilih.
- Meningkatkan transparansi: Memastikan proses pemilihan calon dilakukan secara transparan dan adil agar tidak menimbulkan konflik internal.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, Partai Republik dapat memilih calon presiden yang tepat dan mampu membawa partai menuju kemenangan dalam pemilihan umum.










Discussion about this post