Strategi Pemprov Sulteng dalam Mengembangkan Dokter Spesialis
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus berupaya memperkuat pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Tadulako. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di wilayah-wilayah terpencil yang masih kesulitan mendapatkan tenaga medis berkualitas.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, menekankan pentingnya memprioritaskan putra-putri daerah dalam program pendidikan dokter spesialis. Ia berharap lulusan PPDS dapat lebih siap mengabdi di rumah sakit kabupaten yang masih kekurangan tenaga medis. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sulawesi Tengah periode 2025-2028 di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Sabtu (23/5/2026).
Kondisi geografis Sulawesi Tengah yang luas dan medan yang cukup berat menjadi tantangan tersendiri dalam mendatangkan dokter spesialis dari luar daerah. Oleh karena itu, Pemprov Sulteng bersama Universitas Tadulako berupaya memperkuat penyelenggaraan PPDS agar bisa mencetak dokter spesialis dari daerah sendiri yang siap bertugas di wilayah terpencil.
“Kami berusaha dengan Universitas Tadulako bagaimana caranya untuk membuka PPDS-1 di Universitas Tadulako sehingga nanti ke depan kita lebih memprioritaskan anak-anak daerah yang mau ditempatkan di rumah sakit yang ada di ujung-ujung Sulawesi Tengah,” ujar Reny.
Ia menilai bahwa lulusan dokter spesialis dari putra daerah akan lebih memahami kondisi wilayah serta memiliki peluang lebih besar untuk kembali bertugas di kabupaten yang masih kekurangan tenaga medis spesialis.
Selain mendorong pembukaan program pendidikan dokter spesialis, Reny juga mengajak para dokter untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan subspesialis maupun jenjang magister dan doktoral. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam pengembangan pendidikan kedokteran di Sulawesi Tengah.
Kolaborasi dan Dukungan Program Berani Cerdas
Saat ini, penyelenggaraan PPDS di Universitas Tadulako masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar. Sehingga proses pembelajaran dilakukan melalui kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin. Meski demikian, Pemprov Sulteng berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas dokter daerah melalui Program Berani Cerdas.
“Ke depan saya berharap adik-adik yang masih ingin ambil subspesialis apalagi mau ambil S3, Insyaallah kita akan usahakan lewat Program Berani Cerdas,” ujarnya.
Program Berani Cerdas dirancang untuk memberikan dukungan finansial dan akses pendidikan lanjutan bagi dokter-dokter muda yang ingin menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian, diharapkan lulusan PPDS dapat menjadi tenaga medis yang berkualitas dan siap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Pelantikan Ketua PAPDI Sulawesi Tengah
Dalam kesempatan tersebut, Sarniwaty Kamissy resmi dilantik sebagai Ketua PAPDI Sulawesi Tengah periode 2025-2028. Pelantikan ini menjadi momen penting dalam memperkuat komunitas dokter spesialis di provinsi ini. Dengan kepemimpinan baru, diharapkan PAPDI dapat lebih aktif dalam mengembangkan program-program pendidikan dan pelatihan bagi dokter spesialis di Sulawesi Tengah.










Discussion about this post