Presiden Prabowo Subianto Hadiri Rapat Paripurna DPR RI
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menghadiri langsung rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027. Kehadiran kepala negara dalam agenda tersebut menjadi perhatian karena biasanya penyampaian KEM-PPKF dilakukan oleh Menteri Keuangan.
Rapat yang dihadiri 451 dari 580 anggota DPR RI menunjukkan antusiasme terhadap kehadiran Presiden. Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan bahwa daftar hadir pada permulaan rapat paripurna hari ini telah ditandatangani 451 anggota dari seluruh fraksi yang ada di DPR RI.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan sengaja meminta waktu untuk menyampaikan langsung KEM dan PPKF RAPBN 2027. Di tengah situasi geopolitik yang tidak pasti, dia merasa perlu menyampaikan langsung kondisi perekonomian negara. “Saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan Saudara-saudara sekalian, untuk menyampaikan langsung sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Beberapa hal disampaikan oleh Presiden Prabowo, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengakui pengelolaan program ini masih ada kekurangan. “Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur,” ujarnya.
Dia pun mempersilakan anggota DPR hingga kepala daerah untuk mengawasi pelaksanaan MBG. “Kalau ada yang tidak sesuai laporkan, akan segera kita tindak,” ujarnya.
Pemerintah juga akan memberikan MBG kepada lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan makanan bergizi. “Kita juga akan memberi MBG ke 500 ribu lansia,” ujarnya.
Program ini telah dinikmati 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Angka ini termasuk 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868.000 ibu hamil menerima MBG setiap hari.
Kesalahan Saat Berbicara
Saat pidato dengan penuh semangat, Prabowo sempat tergelincir lidah. Dia menyatakan gaji guru naik hampir 300 persen meski yang dimaksud adalah profesi hakim. “Saya telah menaikkan gaji-gaji guru. Ada yang sampai hampir 300 persen naiknya,” ujarnya.
Saat menyadari kesalahannya, Prabowo sempat terdiam beberapa detik. Mantan menteri pertahanan ini pun mengoreksi ucapannya. “(Maksudnya) hakim-hakim kita. Maaf, hakim,” ralatnya.
Dia pun mengaku bangga karena mendapat laporan bahwa ketua Mahkamah Agung Indonesia memiliki penghasilan lebih tinggi dari pimpinan Mahkamah Agung di Singapura. Selain itu, gaji hakim junior di Tanah Air lebih tinggi dari hakim selevel di Malaysia. “Kita tidak mau hakim-hakim kita disogok, dibeli,” ucapnya.
Prioritas Kesejahteraan Guru
Kembali mengenai guru, Prabowo menyampaikan keinginannya agar kesejahteraan guru terjamin. “Memperbaiki kondisi kehidupan guru harus menjadi prioritas kita,” ujarnya.
Prabowo mengakui masih ada guru, penegak hukum, dan aparatur sipil negara yang bergaji kecil. Salah satunya karena kekayaan negara bocor ke luar negeri.
Kekayaan Negara yang Bocor
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ekspor Indonesia selalu lebih tinggi dari impor. PBB mencatat total keuntungan ekspor impor sejak 2004 hingga 2025 mencapai 436 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp 7,7 kuadriliun dengan asumsi kurs Rp 17.707,65 per dolar AS.
Namun, PBB juga mencatat net outflow sebesar 343 miliar dolar AS atau Rp 6 kuadriliun. Artinya, selama 22 tahun kekayaan hasil ekspor impor di Indonesia hanya 93 miliar dolar AS.
Praktik Under Invoicing
Ketua Umum Partai Gerindra itu pun menyatakan adanya kebocoran kekayaan negara ke luar negeri akibat praktik under invoicing atau pemalsuan data nilai ekspor. Para pengusaha diduga tidak melaporkan data nilai ekspor yang sebenarnya kepada pemerintah.
Menurutnya, dalam waktu 34 tahun praktik under invoicing itu mengakibatkan Indonesia kehilangan 900 miliar dolar AS atau Rp 15.400 triliun. “Bayangkan kalau 900 miliar dolar kita nikmati, kita pakai,” kata dia.










Discussion about this post