klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home news-hub

Cara licik AFT memanfaatkan suami disabilitas untuk bunuh mertua di Pekanbaru

Redaksi by Redaksi
6 Mei 2026 - 05:29
Reading Time: 3 mins read
0
Cara licik AFT memanfaatkan suami disabilitas untuk bunuh mertua di Pekanbaru

Tragedi Pembunuhan dan Perampokan yang Mengguncang Keluarga di Pekanbaru

Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Pekanbaru, yang mengguncang ketenangan warga setempat. Di balik rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru terjadi tragedi yang tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan kepercayaan dalam lingkup keluarga sendiri.

Kasus pembunuhan dan perampokan terhadap Dumaris (60), seorang lansia dari Kecamatan Rumbai, mengungkap fakta yang mengejutkan. Polisi telah memastikan bahwa aksi keji tersebut dilakukan oleh empat orang pelaku, yakni AFT (21), SL (34), EW (39), dan L (22). Lebih miris lagi, sosok yang diduga menjadi otak di balik kejahatan ini adalah AFT, yang tak lain merupakan menantu korban sendiri.

Niat Mencuri Berubah Jadi Pembunuhan

Aparat kepolisian mengungkap bahwa awalnya para pelaku hanya berniat melakukan pencurian. Namun, rencana tersebut berubah menjadi aksi yang jauh lebih brutal. “Niat mereka awalnya mencuri, tapi berubah pikiran untuk membunuh. Mereka ingin menguasai seluruh harta korban,” kata Hasyim Risahondua saat konferensi pers, Minggu (3/5/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana keserakahan berkembang menjadi tindakan ekstrem yang berujung pada hilangnya nyawa korban.

Skema Terencana: Menjebak Keluarga Sendiri

Sebelum melancarkan aksinya, para pelaku lebih dulu menyusun rencana. Mereka mengajak anak korban, Arnold yang merupakan suami AFT, untuk bertemu di sebuah ruko di Jalan Jenderal Sudirman. Arnold, yang diketahui memiliki kebutuhan khusus, datang tanpa menyadari bahwa dirinya sedang dimanfaatkan.

Dalam pertemuan itu, para pelaku menggali informasi terkait kondisi rumah korban. Arnold pun menjawab bahwa di rumah hanya ada ibunya seorang diri, sementara anggota keluarga lain sedang tidak berada di tempat. Informasi inilah yang kemudian menjadi celah bagi para pelaku untuk menjalankan rencana mereka.

Eksekusi Brutal di Dalam Rumah

Dengan menggunakan mobil, para pelaku menuju rumah korban. Arnold ditinggalkan tanpa kecurigaan. Setibanya di lokasi, pelaku berinisial SL bertindak sebagai eksekutor. Ia memukul kepala korban menggunakan kayu balok secara berulang kali hingga korban meninggal dunia.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

“Sementara tiga pelaku lainnya mengambil barang-barang berharga milik korban,” kata Hasyim. Aksi tersebut berlangsung cepat dan brutal. Bahkan, saat menyadari keberadaan kamera pengawas, pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan merusak CCTV menggunakan kayu balok.

Mengelabui Keluarga dan Melarikan Diri

Setelah melakukan aksi, para pelaku masih sempat menjalankan skenario lanjutan untuk menghindari kecurigaan. Mereka menahan Arnold yang baru tiba di rumah dan mengajaknya berbincang agar tidak langsung masuk. Kemudian, Arnold dibawa menjauh ke arah Minas, Kabupaten Siak, dengan alasan mengunjungi keluarga. Tujuannya jelas agar ia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di rumahnya.

“Tujuan membawa Arnold ke Minas, agar tidak mengetahui kejadian di rumah orangtuanya. Mereka ini juga mau merampas sepeda motor Arnold. Bejat mereka ini,” ucap Hasyim. Namun, rencana untuk mengambil sepeda motor tersebut akhirnya dibatalkan. Arnold kemudian ditinggalkan dengan uang Rp 50.000 untuk kembali pulang.

Kabur ke Luar Kota dengan Mobil Sewa

Usai menjalankan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri ke luar daerah. Mereka menggunakan mobil Xenia berwarna hitam yang telah disewa sebelumnya sebagai sarana pelarian menuju Medan. Kejahatan ini sebelumnya juga sempat terekam kamera CCTV, yang memperlihatkan keterlibatan empat orang pelaku dua pria dan dua wanita.

Harta Dirampas, Nyawa Melayang

Dari aksi keji tersebut, sejumlah barang berharga milik korban raib. Polisi menyebut pelaku membawa kabur perhiasan emas, uang senilai 400 dolar Singapura, paspor, serta telepon genggam. Namun lebih dari sekadar kehilangan materi, tragedi ini meninggalkan luka mendalam terutama karena pelaku utama justru berasal dari lingkaran keluarga sendiri.

Luka yang Tak Mudah Pulih

Kasus ini bukan hanya tentang kriminalitas, tetapi juga tentang runtuhnya kepercayaan dalam hubungan paling dekat. Ketika motif ekonomi bercampur dengan pengkhianatan, hasilnya adalah tragedi yang mengguncang rasa kemanusiaan. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa kejahatan bisa datang dari arah yang paling tak terduga bahkan dari orang yang selama ini dianggap bagian dari keluarga.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Pocong Viral: Mitos Lama Teror Media Sosial
news-hub

Pocong Viral: Mitos Lama Teror Media Sosial

2 Juni 2026 - 05:22
5 Berita Terpopuler: Perhatian, Kebutuhan Formasi Guru ASN 498 Ribu, Pengawasan Regulasi Teknis & Transisi ke PPPK
news-hub

5 Berita Terpopuler: Perhatian, Kebutuhan Formasi Guru ASN 498 Ribu, Pengawasan Regulasi Teknis & Transisi ke PPPK

12 Mei 2026 - 01:19
5 Berita Terpopuler: PPPK dan P3K PW Siapkan Aksi Besar, Prabowo Bergerak, Insentif Rp11 Miliar Cair
news-hub

5 Berita Terpopuler: PPPK dan P3K PW Siapkan Aksi Besar, Prabowo Bergerak, Insentif Rp11 Miliar Cair

9 Mei 2026 - 21:35
Sebelum Ditikam, Mat Ular Lakukan Ini dengan Pelaku
news-hub

Sebelum Ditikam, Mat Ular Lakukan Ini dengan Pelaku

9 Mei 2026 - 13:56
Pilu 1 Korban Kiai Diduga Cabuli 50 Santriwati, Dipaksa Nikah Saat Hamil, Dicerai Setelah Melahirkan
news-hub

Pilu 1 Korban Kiai Diduga Cabuli 50 Santriwati, Dipaksa Nikah Saat Hamil, Dicerai Setelah Melahirkan

9 Mei 2026 - 05:24
Temukan Foto Istri di TikTok, HK Rencanakan Pembunuhan Bersama Tiga Teman
news-hub

Temukan Foto Istri di TikTok, HK Rencanakan Pembunuhan Bersama Tiga Teman

7 Mei 2026 - 16:03
Next Post
Hutan kegelapan, bisikan iblis berbuah dendam

Hutan kegelapan, bisikan iblis berbuah dendam

Harga BBM Pertamina Naik 4 Mei 2026, Dexlite Rp26.000! Lihat Daftar Terbaru!

Harga BBM Pertamina Naik 4 Mei 2026, Dexlite Rp26.000! Lihat Daftar Terbaru!

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com