Peristiwa Penikaman di Lorong Anoa, Manado
Pada malam hari tanggal 5 Mei 2026, terjadi kasus penganiayaan berujung penikaman di Lorong Anoa, Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara. Kejadian ini menimpa seorang pria yang dikenal dengan julukan Mat Ular. Dalam peristiwa tersebut, empat orang terduga pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Menurut informasi yang dikumpulkan dari sumber lokal, Mat Ular dan para terduga pelaku sempat berinteraksi bersama di salah satu tempat sebelum kejadian. Awalnya suasana terlihat damai, namun akhirnya berubah menjadi pertikaian yang berujung pada penikaman. Peristiwa ini diduga dipicu oleh pesta minuman keras (miras) yang berujung pada kesalahpahaman dan konflik antar pihak.
“Benar terjadi penikaman, korban sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Elwin Kristanto kepada tim, Rabu (6/5/2026). Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula saat sejumlah warga, termasuk korban yang dikenal dengan sebutan Mat Ular, berkumpul dalam acara duka dan mengonsumsi miras bersama. Suasana yang awalnya santai berubah menjadi tegang setelah terjadi cekcok adu mulut.
Perdebatan diduga dipicu oleh masalah sepele, tetapi dalam kondisi dipengaruhi alkohol, emosi para pihak terduga pelaku tidak terkendali. Cekcok pun berlanjut hingga terjadi aksi penikaman terhadap korban. “Awalnya hanya adu mulut saat pesta miras, kemudian berkembang menjadi perkelahian hingga terjadi penikaman,” tutur Kasat.
Korban mengalami luka serius akibat senjata tajam dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, kondisi korban masih dalam penanganan tenaga kesehatan. AKP Elwin juga mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras secara berlebihan karena kerap menjadi pemicu tindak kriminal. “Stop konsumsi miras karena ini jadi salah satu pemicu terjadinya tindak kriminal,” pungkasnya.
Terduga Pelaku Diduga Lebih dari 4 Orang
Empat tersangka dalam kasus penganiayaan berujung penikaman terhadap pria yang dikenal dengan julukan Mat Ular telah diringkus personel Polresta Manado. Namun, menurut informasi yang didapat di lokasi kejadian, warga menyebut pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut diduga lebih dari empat orang.
“Banyak sekali yang lakukan penganiayaan, kita juga tidak bisa pastikan siapa-siapa saja soalnya sudah kacau jadi lebih dari 4 orang,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak ditulis, Rabu (6/5/2026). Warga juga menduga ada pelaku yang berasal dari luar lingkungan Teling Bawah. Hal itu dilihat dari beberapa wajah yang dianggap tidak dikenal oleh masyarakat setempat.
“Ada yang kami tidak kenal. Sepertinya bukan orang sini,” ungkapnya. Menurut dia, penganiayaan terjadi di acara malam duka almarhum Michael Lantu. “Kemungkinan sudah minum semua jadi terjadi perkelahian,” tuturnya.
Siapa Mat Ular?
Mat Ular adalah panggilan akrab bagi Muhammad Chalim. Mengutip tayangan YouTube Al-Fatah 21R, yang tayang pada 1 Juli 2021, Muhammad Chalim adalah mantan seorang preman asal Kota Manado. Ia dikenal sebagai Preman Kairagi pada masanya. Mat Ular tidak hanya dikenal di Kota Manado, namun juga terkenal di kalangan preman di daerah Palu dan Makassar.
Dulunya, Mat Ular sering keluar masuk penjara akibat kasus pembunuhan. Namun, ia mendapat Hidayah hingga akhirnya memilih hijrah. Mat Ular kemudian memantapkan diri untuk meninggalkan dunia gelap premanisme, memilih untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta dan ikut ambil bagian dalam Dakwah Wa Tabligh untuk memperbaiki diri.










Discussion about this post