Isu Penjualan Rumah yang Menyulut Drama Rachel Vennya dan Okin
Kabar mengenai rencana penjualan rumah oleh Niko Al Hakim atau yang akrab disapa Okin, ternyata menimbulkan permasalahan besar antara dirinya dengan mantan istrinya, Rachel Vennya. Diketahui bahwa rumah tersebut awalnya diperuntukkan bagi anak-anak mereka, namun kini menjadi bahan perdebatan yang memicu ketegangan di media sosial.
Rachel Vennya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan mantan suaminya. Ia merasa lelah menghadapi drama yang terus berlangsung. “Sbnrnya capek bgt drama di sosmed, ya Allah. Bener2 capek. Tp klo ga diomongkin dan diceritain makin keterlaluan,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Perselisihan antara Rachel dan Okin memang sering muncul, bahkan setelah keduanya telah berpisah. Hal ini membuat banyak orang terkesan dengan konflik yang terjadi secara terbuka di media sosial. Terlebih, isu penjualan rumah ini menyangkut kepentingan anak-anak mereka. Rachel mengungkapkan bahwa selama ini ia yang berjuang sendirian untuk membiayai kedua anak mereka, sementara Okin tidak pernah memberikan nafkah.
“Udah berjuang buat nama baik, buat anak2, tp di lepeh terus kayak gini. Capek bgt, kerja dr pagi smp malem buat anak2, buat sekolahny, lesnya yg segambreng, jalan2 sampe ultah2 mereka, prestasi mereka yg aku fasilitasin tp masih ajaa diginiin. Tega banget tp yaudah telen aja. Sedih sih, tp mau gmn,” tulis Rachel.
Menurut Rachel, sejak awal perceraian, salah satu rumah diberikan kepada Okin. Namun sebagai ayah, ia seharusnya memberikan nafkah untuk kedua anak mereka. Sementara Rachel hanya menuntut nafkah mutah saja. Faktanya, Okin tidak pernah memenuhi kewajibannya tersebut.

“Win win solution dia yg kasih itu rumah biar dia ga nafkahin anak2 lg, pas dateng kerumah, udah bobrok pas dia pake, akhirnya kita renov buat adek2..,” tulis Rachel.
Namun kini, rumah tersebut hendak dijual oleh Okin, padahal sedang ditempati oleh adik-adik Rachel. “trs skrg krn ga ada hitam diatas putih mau dia jual notabene adek2 masi tinggal disana, tanpa ba bi bu langsung ada org yg mau ngukur dan mau jual rumahnya yg adek2 gue ga tau harus giman. Yaudah ambil tuh rumah. Org yg gue fikir bakal jadi sahabat gue turn into nightmare :),” tulis dia lagi.
Rachel merasa lebih baik jika dari awal rumah itu tidak diberikan oleh Okin kepada anak-anaknya. “Dari awal ga usah kasi aja tu rumah, udah biasa juga beli apa2 sendiri, tp kaya gini kan ngerepotin orang, mau lewat hukum jg cm atas kepercayaan. Emg gblk deh gue masi aje percaya omongan lelaki, skrg gue yg kerepotan sendiri. Makan tu rumah untuk biru, gue yg bakal kerja keras buat anak2 gue. Bnr2 sialan bgt shiz,” tulisnya.
Rachel juga mengatakan bahwa selama ini dirinya sudah berusaha membantu Okin. “Mungkin dia lupa siapa yg bantu dia pas karakter dia dibunuh orang2 lain, siapa yg bantu dia. Bukannya dulu kita saling membantu ya? What happened to you? Memori baik ilang smua,” tulisnya.
Okin pun akhirnya membuat klarifikasi di akun Instagramnya. “selama ini karakter gue dibunuh banget didepan publik tanpa mereka tau apa yang sebenarnya. kasi gue ruang dan waktu untuk jelasin apa yang terjadi dari sisi pandang gue,” tulisnya.
Klarifikasi itu mendapat respons beragam dari netizen. Banyak yang memberi emoji mual, muntah, hingga tertawa sambil menangis. Di sisi lain, ibunda Okin di media sosial TikTok ikut buka suara. Ia menanggapi komentar netizen yang mendoakan dirinya. “aamiin..makasih utk supportnya sayang. mmg ini yg mami butuhkan. makin hari makin rame ga karuan. buat yg penyakit spt mami ini sama dg membunuh mami secara perlahan,” tulisnya.










Discussion about this post