Keterlibatan Dedi Mulyadi dalam Sengketa Bandung Zoo
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, akhirnya mengambil langkah tegas dalam menangani sengketa yang terjadi di Bandung Zoo. Peristiwa ini berawal dari kematian dua harimau kembar bernama Huru dan Hara, yang menjadi perhatian utama masyarakat dan kalangan pengamat lingkungan.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi sempat menawarkan solusi alternatif untuk menjaga keberlangsungan hidup satwa-satwa yang ada di kebun binatang tersebut. Ia bahkan menyampaikan keinginan untuk menampung hewan-hewan tersebut sementara waktu jika kondisi kebun binatang tidak memungkinkan.
“Sebenarnya saya dulu sampai menawarkan, kalau mau dititipkan di tempat saya, titipkan dulu. Saya bikinkan, saya kasih makan tiap hari dengan baik,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
Namun, konflik antar pihak terkait yang berkepanjangan membuat situasi semakin memburuk. Akibat ego sektoral dan persaingan kepentingan, satwa-satwa di Bandung Zoo menjadi korban. Dedi Mulyadi menyatakan bahwa konflik yang terjadi telah menyebabkan kebijakan yang tidak optimal dalam pengelolaan hewan.
“Karena konflik yang berkepanjangan, kedua pihak saling serang. Kemudian saling gugat, akhirnya binatang yang diurusnya terlantar,” ujar Dedi Mulyadi dalam sebuah unggahan di media sosial.
Meski sebenarnya bukan ranah kewenangan Pemprov Jabar, Dedi Mulyadi tetap mengambil sikap. Ia mengungkapkan alasan awalnya enggan turun tangan, namun situasi yang semakin memprihatinkan memaksa dirinya untuk bertindak.
“Dari sisi kewenangan, sebenarnya bukan kewenangan kita. Makanya saya lama tidak dulu mengambil keputusan untuk turun, karena situasinya sudah tidak memungkinkan lagi dibiarkan, makanya hari ini kita akan ikut menyelesaikan,” jelasnya.
Tujuan utama Dedi Mulyadi adalah menyelamatkan satwa yang masih tersisa. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam konflik, hanya ingin fokus pada penyelamatan hewan.
“Minimal saya nggak ikut konflik, saya hanya ingin satu saja, menyelamatkan binatang yang ada,” tambahnya.
Dalam momen yang sama, Dedi Mulyadi juga memberikan sindiran melalui kolom caption postingannya. Ia menyentil nafsu hewaniyah yang terlalu dominan dalam diri manusia, sehingga membuat hewan mati tanpa ada upaya penyelamatan.
“Hewan dibiarkan mati tapi nafsu hewaniyah dalam jiwa dibiarkan terus hidup bahkan mendominasi. Demikian taushiah pagi ini. Hatur nuhun,” tulis Dedi Mulyadi dalam unggahannya.
Postingan tersebut langsung mendapat respons positif dari netizen. Banyak komentar yang menyambut tindakan Dedi Mulyadi sebagai langkah bijak dalam menangani masalah Bandung Zoo.
“Semoga cepat tertangani dengan baik. Kalau sudah buka, mau studi wisata se-sekolahan ke Bonbin,” komentar salah satu pengguna.
“Mantap, bapak aing, sat set… Gak banyak ngomong lgsung beres, tinggal kita tunggu bandung zoo di buka kembali,” tulis pengguna lain.
“Bener pak kasian bgt satwa2 di sana jadi korban,” imbuh pengguna lain.
Dengan tindakan Dedi Mulyadi, diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperbaiki situasi di Bandung Zoo dan menjaga keberlanjutan perlindungan satwa di masa depan.










Discussion about this post