Profil Wira Arizona, Jaksa Muda yang Menjadi Sorotan
Wira Arizona, seorang jaksa muda yang kini menjadi perhatian publik, adalah salah satu anggota Kejaksaan Negeri Karo, Sumatera Utara. Ia dikenal sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam menangani kasus videografer Amsal Sitepu, yang membuatnya menjadi sorotan masyarakat luas.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier
Lahir pada 31 Mei 1995, Wira Arizona menempuh pendidikan hukum di Universitas Sumatera Utara (USU). Ia lulus dengan gelar Sarjana Hukum pada 2016 dengan skripsi berjudul “Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah di Bidang Perizinan Kaitannya dengan Penggalian C.” Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di kampus yang sama dan lulus pada 2019 dengan tesis berjudul “Analisis Yuridis Kekuatan Hukum Pengajuan Permohonan Renvoi Prosedur oleh Kreditor yang Didasarkan Kepada Audit Internal Perusahaan Kreditor (Studi Putusan Mahkamah Agung No. 617.K/PDT.SUS.PAILIT/2018).”
Setelah menyelesaikan Pendidikan Pembentukan Jaksa Angkatan 79 Gelombang 2 pada tahun 2022, Wira dilantik sebagai Ajun Jaksa Madya. Awal karier pertamanya berada di Kejari Aceh Jaya, namun kepindahannya ke Kejari Karo pada 2023 menjadi titik balik kariernya.
Tanggung Jawab dalam Kasus-Kasus Berat
Di Kejari Karo, Wira mulai menangani berbagai perkara pidana umum. Kasus pertama yang ditangani adalah perkara narkotika dengan terdakwa Yabes Gulo pada Mei 2023. Sejak itu, ia tercatat menangani 18 perkara pidana umum, termasuk narkotika, perlindungan anak, pencurian, perjudian, penggelapan, dan perpajakan.
Fokus utamanya adalah pada tindak pidana korupsi. Dari Mei 2024 hingga Maret 2026, Wira sudah menangani 16 perkara Tipikor di Pengadilan Tipikor PN Medan. Beberapa kasus yang terlibat antara lain:
- Korupsi proyek video profil dan website desa.
- Korupsi penyaluran pupuk.
- Dugaan korupsi pejabat di PDAM Tirta Malem Kabupaten Karo.
- Dugaan korupsi Kusnadi, S.Hut, Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah II, terkait izin penebangan hutan Siosar pada 2022–2024.
Transparansi Harta Kekayaan
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024, Wira Arizona tercatat memiliki kekayaan senilai Rp2,016 miliar. Rincian kekayaannya antara lain:
- Tanah dan bangunan di Tapanuli Selatan senilai Rp1 miliar.
- Tanah hasil sendiri di Kabupaten Batubara senilai Rp182 juta.
- Mobil Pajero hibah tahun 2022 senilai Rp590 juta.
- Harta bergerak lainnya Rp150 juta.
- Kas dan setara kas Rp94 juta.
Selain itu, harta kekayaannya naik sekitar Rp300 juta dalam setahun.
Kontroversi dan Desakan untuk Evaluasi
Peran Wira Arizona dalam menangani kasus Amsal Sitepu memicu kontroversi. Tuntutan yang diajukan dianggap kontroversial karena menyebut biaya editing video seharusnya Rp 0. Pernyataan ini memicu perdebatan luas di kalangan masyarakat kreatif dan DPR RI.
Bersama enam jaksa lain dari Kejari Karo, Wira diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terkait penanganan perkara tersebut. Dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026), Anggota Komisi III DPR RI Hinca menyampaikan desakan agar sejumlah jaksa di Kejari Karo dicopot dari jabatan. Ia bahkan menyebut perlunya pembinaan ulang bagi para jaksa yang terlibat.
Dengan usianya yang baru menginjak 30 tahun, Wira Arizona, sebagai JPU yang menangani kasus Amsal Sitepu, disarankan agar disekolahkan lagi. Hal ini menegaskan bahwa, menurut Hinca, persoalan yang terjadi bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut kualitas penegakan hukum itu sendiri.










Discussion about this post