Ketersediaan BBM dan Kebijakan WFH di Mimika: Penjelasan Bupati
Pemerintah Kabupaten Mimika hingga saat ini belum menerima instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait penerapan kebijakan Work From Home (WFH) atau kebijakan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa segala keputusan terkait hal ini masih menunggu arahan dari tingkat kementerian.
“Belum ada instruksi atau surat edaran sampai hari ini. Memang di kementerian ada penyampaian terkait kebijakan efisiensi, seperti work from anywhere (WFA), tetapi itu belum sampai ke pemerintah daerah,” ujar Bupati Johannes Rettob di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Kamis, 02 April 2026.
Bupati menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi yang sempat dibicarakan di tingkat kementerian tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah pusat untuk menghemat penggunaan bahan bakar. Salah satu contoh penerapannya adalah dengan memberlakukan bekerja dari rumah. Namun, implementasi kebijakan ini di tingkat daerah masih menunggu kejelasan lebih lanjut.
Stok BBM di Mimika Dipastikan Aman untuk 12 Hari ke Depan
Di tengah pertanyaan mengenai kebijakan efisiensi energi, Bupati Mimika memberikan jaminan mengenai ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayahnya. Menurutnya, stok BBM yang ada saat ini dipastikan aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat selama 12 hari ke depan.
Bupati Rettob telah berkoordinasi langsung dengan instansi terkait, yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta PT Pertamina, untuk memantau langsung ketersediaan berbagai jenis BBM, mulai dari avtur, minyak tanah, bensin, hingga solar.
“Saya sudah cek ke Kepala Dinas Perindag dan Pertamina, stok BBM kita masih aman untuk sekitar 12 hari ke depan. Dalam pengertian stok yang ada saat ini,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, ia juga menginformasikan bahwa pasokan BBM tambahan dijadwalkan akan tiba pada awal April 2026. Hal ini akan memastikan ketersediaan stok BBM di Mimika tetap stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat dalam jangka waktu yang lebih panjang.
“Nanti tanggal 1 April sudah masuk lagi. Ini kan dihitung berdasarkan kuota yang masuk, jadi kuota kita masih aman. Tinggal menunggu kapal masuk untuk distribusi berikutnya,” jelasnya.
Imbauan untuk Masyarakat: Tetap Tenang, Hindari Pembelian Berlebihan
Menyikapi kondisi stok BBM yang aman, Bupati Mimika mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau menimbun. Tindakan tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu dan mengganggu kelancaran distribusi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan BBM di Mimika masih terkendali,” tegas Bupati.
Pantauan Harga BBM Eceran: Stabil dan Belum Ada Kenaikan
Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan bahwa harga BBM eceran di sejumlah kios di Jalan Hasanudin, Mimika, masih terpantau stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan hingga berita ini diturunkan.
Salah seorang pedagang kios sembako, Ida Suryani, menyatakan bahwa harga BBM eceran yang dijualnya masih sesuai dengan harga normal.
- Pertalite:
- Dalam kemasan botol: Rp20.000 per botol.
- Di SPBU mini: Rp12.000 per liter.
- Minyak Tanah:
- Dalam kemasan botol: Rp20.000 per botol.
- Dalam jeriken 5 liter: Rp50.000 per jeriken.
Ida Suryani mengaku belum menerima informasi resmi mengenai adanya kenaikan harga BBM, baik dari agen maupun dari sesama pedagang eceran. Meskipun ada kabar yang beredar mengenai potensi kenaikan harga pada tanggal 4 April, namun hingga saat ini belum ada konfirmasi yang pasti.
“Kalau sampai saat ini belum ada info kenaikan harga. Di antara sesama penjual juga masih normal. Memang ada kabar katanya tanggal 4 April akan naik, tapi sampai sekarang belum ada, jadi harga masih normal,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa harga BBM di tingkat agen atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga masih terpantau stabil, dengan harga Pertalite misalnya, masih dijual di kisaran Rp10.000 per liter.
Para pedagang eceran berharap agar stok BBM dapat terus mencukupi sehingga harga bahan bakar tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di Mimika. Ketersediaan yang stabil ini diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.










Discussion about this post