PALANGKA RAYA – Upaya serius untuk menekan angka kemiskinan di Kota Palangka Raya tidak bisa hanya bertumpu pada program bantuan sosial semata. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya menekankan bahwa peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat merupakan pilar krusial dalam membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Penguatan Sumber Daya Manusia sebagai Kunci Utama
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, secara tegas menyatakan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) harus berjalan beriringan dengan program bantuan sosial yang digulirkan oleh pemerintah. Ia memandang, bantuan sosial memang memiliki peran vital sebagai jaring pengaman jangka pendek, membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka. Namun, tanpa adanya stimulus untuk meningkatkan keterampilan, bantuan tersebut dinilai tidak akan mampu menciptakan dampak transformatif jangka panjang.
“Bantuan sosial itu penting, namun harus dibarengi dengan peningkatan keterampilan agar masyarakat dapat berdiri sendiri dan tidak terus-menerus bergantung,” tegas Noorkhalis Ridha pada Kamis (31/3/2026).
Strategi Pelatihan Vokasi untuk Kemandirian Ekonomi
Noorkhalis Ridha menjelaskan lebih lanjut bahwa pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi langkah strategis yang sangat berharga dalam membekali masyarakat dengan kompetensi yang relevan. Keterampilan yang diperoleh dari pelatihan semacam ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang dinamis serta membuka peluang bagi masyarakat untuk merintis usaha mandiri. Dengan bekal keterampilan yang memadai, masyarakat akan memiliki prospek yang lebih cerah untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan stabil, yang pada gilirannya akan meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Oleh karena itu, DPRD Kota Palangka Raya secara konsisten mendorong Pemerintah Kota untuk terus memperluas jangkauan program pelatihan keterampilan. Penting bagi program-program ini untuk dirancang agar tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, dan selaras dengan perkembangan kebutuhan pasar kerja saat ini.
“Program pelatihan harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja. Tujuannya agar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat benar-benar nyata dan signifikan,” tambahnya.
Pendekatan Berkelanjutan untuk Dampak Jangka Panjang
Lebih dari sekadar pelatihan, pendekatan yang berkelanjutan dalam upaya penanggulangan kemiskinan juga dinilai sangat penting. Hal ini dimaksudkan agar inisiatif yang dijalankan tidak hanya bersifat sporadis atau sementara, melainkan mampu menciptakan perubahan fundamental yang bertahan lama dalam kehidupan masyarakat. Dengan adanya peningkatan keterampilan yang konsisten, diharapkan akan terbuka pula lapangan pekerjaan baru. Hal ini tidak hanya akan berkontribusi pada peningkatan perekonomian daerah secara keseluruhan, tetapi juga secara langsung akan membantu menurunkan angka kemiskinan.
Noorkhalis Ridha juga menyampaikan harapannya agar peningkatan keterampilan ini dapat menjadi katalisator bagi lahirnya para pelaku usaha baru di Kota Palangka Raya. Keberadaan para wirausahawan baru ini diharapkan dapat semakin memperkuat struktur perekonomian daerah dan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat dan resilien.
“Harapan kami yang terdalam adalah masyarakat bisa bangkit, menjadi mandiri, dan menatap masa depan yang lebih sejahtera,” pungkasnya, menyiratkan optimisme terhadap potensi transformasi ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat.










Discussion about this post