Komitmen BNPP RI dalam Memperkuat Kemitraan Perbatasan dengan Timor Leste
Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola perbatasan negara yang modern, kolaboratif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya ini, BNPP RI berharap hubungan antara Indonesia dan Timor Leste semakin solid dalam membangun kawasan perbatasan yang damai, produktif, dan berdaya saing sebagai beranda depan kedua negara.
Pada peringatan Hari Restorasi Kemerdekaan Republik Demokratik Timor Leste ke-24 yang digelar di Dili, Rabu (20/5/2026), Sekretaris BNPP RI Komjen Makhruzi Rahman hadir mewakili Menteri Dalam Negeri selaku Kepala BNPP RI. Ia didampingi oleh Kelompok Ahli BNPP RI Nur Kholis, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI Budi Setyono, serta Kepala Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain Maria Fatima Rika.
Partisipasi BNPP RI dalam acara nasional Timor Leste ini menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas batas. Hal ini sangat relevan mengingat kedua negara memiliki garis perbatasan darat yang langsung bersinggungan. BNPP RI melihat stabilitas kawasan, kualitas pelayanan, serta tata kelola perbatasan sebagai fondasi utama untuk meningkatkan konektivitas, menjaga keamanan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat di kedua sisi perbatasan.
Sejalan dengan mandat tersebut, BNPP RI mengelola sejumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang menghubungkan Indonesia dan Timor Leste. Berikut adalah beberapa PLBN yang dikelola oleh BNPP RI:
- PLBN Motaain di Kabupaten Belu
- PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka
- PLBN Wini
- PLBN Napan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur
Keberadaan PLBN tersebut menjadi simpul pelayanan lintas negara yang mendukung mobilitas orang dan barang secara tertib, aman, dan bermartabat. Dengan adanya PLBN ini, pelayanan di wilayah perbatasan dapat lebih efektif dan efisien, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar perbatasan.
Selain itu, BNPP RI juga terus berupaya memperkuat kerja sama dengan pihak terkait di Timor Leste. Dengan menjalin hubungan yang baik, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling menguntungkan bagi kedua negara.
Kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada keamanan dan stabilitas kawasan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah perbatasan. Dengan demikian, masyarakat di sekitar perbatasan dapat merasakan manfaat dari kebijakan yang progresif dan inklusif.










Discussion about this post