TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui APBN dan non-APBN secara virtual dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (30/9/2026).
Rapat koordinasi tingkat nasional yang dipimpin langsung oleh Menteri PKP Republik Indonesia Maruarar Sirait tersebut membahas capaian Program 3 Juta Rumah di wilayah Kepulauan Riau, yang mencakup pelaksanaan bedah rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 3.804 unit serta penyerapan KPR subsidi yang telah mencapai 3.240 unit atau 93 persen dari total kuota 3.458 unit TA 2026.
Selain itu, rakor mengatasi tantangan logistik transportasi antar pulau-pulau kecil, percepatan pengerjaan fisik sebelum masuknya musim hujan November dengan target rampung 31 Desember 2026, penataan kawasan kumuh seluas 31,92 hektare di Tanjungsari Belakang Padang Batam senilai Rp9,31 miliar, serta dorongan penyerapan alokasi KUR Perumahan hingga Rp1 triliun bagi UMKM konstruksi Kepri.
Rangkaian program perumahan dan kawasan permukiman ini diselenggarakan guna mengentaskan angka kekurangan rumah (backlog) sebesar 157.570 keluarga di Kepri, menyediakan hunian layak dan aman bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), menata sanitasi lingkungan pulau, serta menggerakkan roda perekonomian lokal melalui penyerapan 7.608 tenaga kerja tukang dan Toko Bahan Bangunan.
Capaian tinggi penyerapan KPR subsidi dan pelaksanaan bedah rumah ini diproyeksikan mampu menambah usulan kuota baru 3.000 hingga 5.000 unit rumah subsidi bagi Kepri sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan.
“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen penuh mendukung Program 3 Juta Rumah dari Kementerian PKP. Tahun ini sebanyak 3.804 unit rumah warga terakomodasi dalam program bedah rumah BSPS, yang tak hanya memperbaiki hunian tetapi juga menciptakan multiplier effect ekonomi dengan menyerap lebih dari 7.600 tenaga kerja lokal dan menggerakkan toko bangunan di daerah. Dengan realisasi KPR subsidi yang sudah mencapai 93 persen di Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang, kita optimis Kepri bisa mendapatkan tambahan kuota hingga 5.000 unit lagi. Kami juga mendorong UMKM konstruksi dan masyarakat memanfaatkan KUR Perumahan serta fasilitas kemudahan rumah subsidi ini secara maksimal.” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Rapat koordinasi ditutup dengan kesepakatan pengawasan ketat progres fisik di lapangan oleh Pemprov Kepri dan instansi teknis.
Pemprov Kepri mengimbau masyarakat berpenghasilan rendah untuk memanfaatkan skema KPR subsidi serta KUR Perumahan bagi pengembang lokal. (din)










Discussion about this post