TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menggelar pertemuan strategis bersama Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fanda Chrismianto di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (1/10/2026).
Dalam rapat koordinasi distribusi energi dan evaluasi pasokan energi bersubsidi tersebut, Pertamina memaparkan hasil prognosa penyaluran yang menunjukkan potensi kelebihan kuota (over kuota) LPG 3 kilogram sebesar 9 hingga 10 persen serta Solar subsidi hingga 15 persen di wilayah Kepulauan Riau hingga akhir tahun berjalan.
Kondisi ini dipicu oleh penetapan kuota nasional tahun berjalan yang berada 6 persen lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Menanggapi ancaman kelangkaan di wilayah perbatasan dan kepulauan, Pertamina bersama Pemprov Kepri bergerak cepat mengusulkan penambahan kuota kepada BPH Migas dan Ditjen Migas Kementerian ESDM, mengintensifkan sidak gabungan terhadap usaha skala besar seperti restoran dan laundry, serta mematangkan aturan pembelian BBM.
Pembahasan intensif dan usulan penambahan kuota ini diselenggarakan guna menjamin ketercukupan energi di pulau-pulau terluar, mencegah potensi penyalahgunaan dan pelangsiran BBM, memastiakan kelancaran aktivitas nelayan serta transportasi antarpulau, serta menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di Kepri.
Pengusulan penambahan kuota energi bersubsidi ke BPH Migas serta pengawasan distribusi yang fleksibel ini diproyeksikan mampu mencegah kelangkaan BBM dan gas LPG di seluruh kabupaten/kota se-Kepulauan Riau hingga penutup tahun.
“Hasil prognosa kami menunjukkan potensi over kuota untuk LPG 3 kilogram sekitar 9 sampai 10 persen dan Solar subsidi sekitar 15 persen hingga akhir tahun karena kuota nasional berada 6 persen di bawah realisasi tahun lalu. Pertamina bersama Gubernur Kepri Pak Ansar Ahmad terus berkoordinasi dengan BPH Migas dan Ditjen Migas untuk mengusulkan penambahan kuota sesuai kebutuhan riil masyarakat kepulauan. Kami juga rutin melakukan sidak penertiban ke usaha besar agar LPG 3 kg benar-benar tepat sasaran. Gubernur Ansar turut menekankan pentingnya diskresi dan keluwesan aturan pengawasan agar tidak menghambat kebutuhan operasional nelayan, transportasi umum, dan warga di pulau-pulau terluar.” ujar EGM PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fanda Chrismianto.
Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan pembentukan tim pengawas bersama antara Pemprov Kepri, Satgas Migas, dan Pertamina untuk mengawal distribusi BBM dan LPG di setiap dermaga serta agen penyalur.
Pemprov Kepri mengimbau pelaku usaha berkategori mampu untuk menggunakan LPG non-subsidi. (din)










Discussion about this post