Penyebab Orang Tua Menitipkan Anak di Daycare Little Aresha Jogja
Beberapa orang tua memilih daycare Little Aresha Jogja karena berbagai alasan yang membuat mereka merasa aman dan yakin akan kualitas layanan yang diberikan. Salah satu dari mereka adalah Aldewa, yang menitipkan anaknya ke daycare tersebut sejak 1,5 tahun lalu.
Aldewa mengungkapkan bahwa awalnya ia memilih daycare ini karena biaya yang tergolong murah dibandingkan dengan tempat penitipan anak lainnya. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1 juta per bulan dinilai terjangkau untuk UMK Yogyakarta. Selain itu, ia juga tergiur oleh ulasan positif yang ada di internet, khususnya di Google Maps.
Selain itu, sikap dari ketua yayasan dan para pengasuh yang ramah serta lemah lembut saat bertemu dengannya juga menjadi salah satu faktor yang membuat Aldewa percaya. Ia mengatakan bahwa Miss D, ketua yayasan, dan Miss lainnya sangat sopan dan ramah saat mendaftar anaknya.
Selama anaknya dititipkan di daycare, Aldewa rutin menerima laporan harian tentang kegiatan anaknya. Dalam laporan tersebut, kondisi anak selalu disebut normal, termasuk soal waktu istirahat dan konsumsi makanan. Bahkan, anaknya dilaporkan menghabiskan makanan dan camilan yang diberikan oleh pihak daycare.
Namun, Aldewa mulai merasa ada sesuatu yang tidak wajar ketika berat badan anaknya tidak menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut membuatnya curiga terhadap keakuratan laporan yang diterimanya.
- Kejanggalan pertama: Berat badan anak tidak meningkat meskipun makanan selalu habis.
- Kejanggalan kedua: Anak memiliki luka lebam di bagian paha kiri, namun tidak ada laporan dari pihak daycare.
- Kejanggalan ketiga: Anak sering menunjukkan tanda-tanda ketakutan dan menangis setiap kali akan dititipkan.
Sebelum penggerebekan terjadi, Aldewa masih berpikir bahwa tangisan anaknya disebabkan oleh rasa takut untuk jauh dari orang tua. Namun, setelah kejadian luka lebam dan perubahan perilaku anak, ia semakin meragukan kebenaran laporan yang diterimanya.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizki Adrian, mengungkapkan bahwa dari total 103 anak yang dititipkan di daycare Little Aresha, sebanyak 53 di antaranya terindikasi menjadi korban dugaan kekerasan. Rentang usia anak-anak tersebut berkisar di bawah 2 tahun. Tindakan kekerasan diduga sudah dialami cukup lama, mengingat pengasuhnya telah bekerja selama lebih dari satu tahun.
Atas kasus ini, pihak kepolisian telah mengamankan sebanyak 30 orang yang diduga terlibat dalam kekerasan terhadap anak-anak. Dari jumlah tersebut, 25 orang merupakan pengasuh, sedangkan lima lainnya terdiri dari ketua yayasan dan pejabat di daycare.
“Alhamdulillah kemarin juga kami telah mengamankan sekitar 30 orang secara maraton. Mungkin rekan-rekan juga lihat yang ada di Polresta ini juga sekitar 30 orang itu dari tadi malam, sampai dengan detik ini juga masih dilakukan pemeriksaan, pendalaman oleh Unit PPA,” ujar Adrian.









Discussion about this post