Kondisi Tenaga Kerja di Batam dan Upaya Pemerintah
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyoroti komposisi tenaga kerja di kota ini. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, jumlah tenaga kerja ber-KTP luar Batam mencapai 199.473 jiwa, sedangkan tenaga kerja ber-KTP Batam sebanyak 177.830 jiwa. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan pasar kerja sekaligus memastikan peluang kerja bagi masyarakat lokal tetap terbuka.
Dalam hal ini, ia melihat dinamika yang perlu dikelola secara cermat. “Data tenaga kerja ini harus dipahami secara utuh. Dengan data yang valid, kita dapat merancang program yang tepat, baik untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal maupun menjaga keseimbangan kebutuhan industri,” jelasnya.
Pemko Batam mengambil langkah cepat untuk menghadapi situasi ini. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup penguatan program pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal, serta koordinasi dengan sektor industri untuk memastikan ketersediaan lapangan kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Peristiwa Pernikahan Bigami di Batam
Seorang pria warga Singapura bernama Low Kok Peng (61) nekat menikahi perempuan bernama Komariah (50), yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sebagai istri keduanya. Pernikahan keduanya dilakukan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada 5 Mei 2024 tanpa diketahui istri pertama yang dinikahi tahun 1992.
Low Kok Peng, 61 tahun, dijatuhi hukuman penjara dua bulan pada hari Jumat (24 April) setelah mengaku bersalah atas bigami berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Perempuan 1961. Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan adanya pelanggaran hukum yang serius terhadap hak perempuan dan norma sosial.
Kronologi Penganiayaan Bos Angkringan di Bintan
Terungkap kronologi penganiayaan bos angkringan di Bintan oleh mantan pekerja pada Minggu (19/4/2026) sekira pukul 05.34 WIB. Anggota Polsek Bintan Utara meringkusnya kurang dari 12 jam. Pelaku terancam 7 tahun penjara.
Remaja di Bintan itu sebelumnya menganiaya bos angkringan “Tempat Biasa” itu di jalan Bhakti Praja Pasar Baru, RT 005/RW 001, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Keduanya diketahui saling mengenal.
Kapolsek Bintan Utara, Kompol Nurman melalui Kanit Reskrim Polsek Bintan Utara, Iptu Wisuda Meitiria mengungkap jika remaja di Bintan itu rupanya merupakan mantan pekerja di tempat angkringan milik Di.
Penyelidikan Korupsi Jembatan SP II di Anambas
Penyelidikan dugaan korupsi Jembatan Selayang Pandang (SP) II di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus bergulir. Penyidik tunggu hasil audit BPK sebagai dasar ke tahap berikutnya. Bakal gelar perkara dalam waktu dekat untuk menentukan tersangka.
Dirreskrimsus Polda Kepri mengungkap, sedikitnya 10 saksi sudah diminta keterangannya, termasuk mantan Bupati Anambas. Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Kepulauan Riau telah mengantongi sejumlah nama yang berpotensi sebagai tersangka dalam kasus ini.
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H melalui Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Gokmauliate Sitompul mengungkapkan, saat ini penyidik masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai dasar untuk melangkah ke tahap berikutnya.
Insiden Mobil Honda Brio Terbakar di Batam
Satu unit mobil Honda Brio yang terbakar dekat flyover Laluan Madani, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sempat viral di media sosial (medsos). Insiden mobil terbakar di Batam itu terjadi pada Jumat, (24/4/2026) sekira pukul 04.00 WIB.
Mobil Honda Brio putih dengan nomor polisi BP 1249 IC itu kini berada di Polresta Barelang. Sementara pengemudi mobil nahas itu dilaporkan mengalami luka berat. Ia masih menjalani perawatan di RS Awal Bros Batam.
Keributan Antara Pengemudi Taksi Online dan Konvensional di Karimun
Keributan sempat terjadi antara pengemudi taksi online dan sopir taksi konvensional di area Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (25/4/2026). Adu argumen yang sempat terjadi itu diakibatkan oleh persoalan titik penjemputan penumpang di kawasan pelabuhan domestik tersebut.
Kegaduhan tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Suasana yang sempat memanas perlahan mulai mereda setelah polisi turun tangan melerai kedua belah pihak, sekaligus mencegah terjadinya bentrokan fisik.
Fadli, seorang driver taksi online di Karimun menyayangkan sikap kelompok taksi konvensional yang dinilai masih mencoba melakukan monopoli di area publik.
Tradisi Budaya Melayu di Lingga
Cahaya lampu kuning keemasan menyelimuti Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga pada Kamis (23/4/2026) malam. Ornamen khas Melayu yang menghiasi setiap sudut ruangan memancarkan nuansa hangat dan penuh kehormatan.
Di dalamnya, para tamu undangan tampak duduk bersila beralaskan karpet, berhadap-hadapan tanpa sekat, mengelilingi hidangan yang tersaji rapi dalam tradisi makan berhidang. Malam itu, Pemerintah Kabupaten Lingga menggelar jamuan makan berhidang sebagai bentuk penghormatan kepada rombongan Pejabat Setia Usaha Kerajaan (PSUK) Negeri Pahang, Malaysia.
Suasana terasa kental dengan nilai-nilai budaya Melayu, mulai dari busana baju kurung yang dikenakan para tamu hingga tata cara penyajian hidangan yang sarat makna kebersamaan.








Discussion about this post