klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Nasional

SARA Bukan Lagi Isu Utama di Mata Mendagri

Redaksi by Redaksi
2 Juni 2026 - 21:28
Reading Time: 3 mins read
0
SARA Bukan Lagi Isu Utama di Mata Mendagri

SARA Bukan Lagi Penghalang Dominan dalam Kepemimpinan Daerah di Indonesia: Bukti Pragmatisme dan Kesejahteraan Masyarakat

Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, Indonesia menunjukkan kematangan yang luar biasa dalam menyikapi perbedaan latar belakang. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyoroti sebuah fenomena penting: isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) kini semakin tereduksi menjadi pertimbangan sekunder bagi masyarakat dalam memilih pemimpin mereka. Era kiwari, atau zaman sekarang, telah melahirkan masyarakat yang lebih rasional, memprioritaskan aspek pragmatis dan kesejahteraan di atas identitas primordial.

Fenomena ini bukan sekadar retorika kosong, melainkan terkonfirmasi oleh realitas di lapangan. Semakin banyak kepala daerah yang berasal dari kelompok minoritas, baik secara etnis maupun agama, berhasil memimpin wilayah yang mayoritas penduduknya memiliki latar belakang berbeda. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia saat ini lebih cerdas dalam memilah calon pemimpin yang mampu membawa kemajuan dan kesejahteraan, terlepas dari perbedaan identitas.

Pergeseran Prioritas Masyarakat: Dari Identitas ke Kesejahteraan

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan pandangannya ini dalam sebuah acara penting, yaitu pelantikan pengurus Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di GPIB Paulus Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam (30/05/2026). Ia menekankan bahwa masyarakat Indonesia di masa kini telah bertransformasi.

“Artinya apa? Masyarakat kita rasional tidak mempermasalahkan urusan agama tapi lebih mempermasalahkan urusan yang pragmatis, urusan kesejahteraan,” ujar Tito, menggarisbawahi pergeseran fokus masyarakat dari isu-isu identitas menjadi isu-isu yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.

Pragmatisme ini tercermin dalam keinginan masyarakat untuk melihat pemimpin yang mampu memberikan solusi konkret terhadap permasalahan ekonomi, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, dan layanan kesehatan. Kesejahteraan menjadi tolok ukur utama, dan pemimpin yang terbukti mampu mewujudkan hal tersebut akan mendapatkan kepercayaan, bahkan di tengah mayoritas yang berbeda latar belakang dengannya.

Studi Kasus: Keberhasilan Pemimpin Minoritas di Wilayah Mayoritas

Untuk memperkuat argumennya, Tito Karnavian memberikan contoh nyata yang sangat relevan. Ia menyoroti situasi di Maluku Utara, sebuah provinsi dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Di wilayah tersebut, seorang Gubernur dari latar belakang etnis Tionghoa, Sherly Tjoanda, berhasil meraih kepercayaan dan memimpin masyarakat.

“Misalnya ada kepala daerah yang minoritas, keturunan Chinese lagi, wanita. Bisa terpilih di masyarakat mayoritas muslim yang 90 persen misalnya, Maluku Utara,” kata mantan Kapolri tersebut.

Keberhasilan ini bukan hanya sekadar kemenangan elektoral, tetapi juga merupakan cerminan dari penerimaan sosial yang mendalam. Masyarakat Maluku Utara telah membuktikan bahwa mereka mampu melihat melampaui sekat-sekat etnis dan agama, dan lebih menghargai kompetensi, integritas, serta visi kepemimpinan yang ditawarkan oleh Sherly Tjoanda. Fenomena ini menunjukkan bahwa narasi kebinekaan yang inklusif telah tertanam kuat dalam kesadaran kolektif masyarakat Indonesia.

Filosofi Negara: Keadilan dan Kemakmuran untuk Semua

Mendagri Tito Karnavian mengingatkan kembali bahwa fenomena ini sejalan dengan tujuan fundamental pembentukan sebuah negara. Negara idealnya lahir bukan untuk memperkuat dikotomi identitas, melainkan untuk menciptakan wadah bagi terwujudnya keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya.

Ia merujuk pada filosofi lahirnya negara yang dikemukakan oleh para pemikir, seperti Jean-Jacques Rousseau, yang menekankan pentingnya mewujudkan kepentingan bersama di atas segala perbedaan.

“Dan itulah lahirnya negara, konsep lahirnya negara dari Rousseau itu adalah untuk memberikan keadilan kemakmuran. It’s not a matter ethnicity, ras, agama lain-lain it’s not a matter,” pungkasnya.

Pandangan ini menegaskan bahwa fondasi sebuah negara yang kuat terletak pada kemampuannya untuk menjamin hak-hak dasar, memberikan kesempatan yang setara, dan menciptakan kesejahteraan bagi seluruh warganya, tanpa terkecuali. Kemajuan Indonesia dalam mengikis prasangka SARA dan memprioritaskan kepemimpinan berbasis kompetensi merupakan indikator positif menuju masyarakat yang lebih adil, makmur, dan inklusif.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Implikasi Positif Fenomena Ini

Pergeseran paradigma masyarakat dalam memilih pemimpin ini membawa berbagai implikasi positif bagi pembangunan bangsa:

  • Meningkatnya Inklusivitas: Keterpilihan pemimpin dari kelompok minoritas akan mendorong rasa memiliki dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan.
  • Fokus pada Kinerja: Pemimpin yang terpilih berdasarkan kompetensi dan rekam jejak akan lebih fokus pada pencapaian program dan solusi bagi permasalahan publik.
  • Menguatkan Kebinekaan: Keberhasilan pemimpin minoritas akan menjadi bukti nyata bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar karena keragamannya, bukan karena homogenitasnya.
  • Meningkatnya Stabilitas Politik: Ketika masyarakat tidak lagi terpolarisasi oleh isu SARA, stabilitas politik akan lebih terjaga, memungkinkan pemerintah untuk berkonsentrasi pada agenda pembangunan.
  • Teladan bagi Generasi Muda: Fenomena ini menjadi teladan berharga bagi generasi muda, mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk berprestasi dan memimpin.

Meskipun demikian, penting untuk terus waspada dan aktif memerangi segala bentuk diskriminasi dan ujaran kebencian yang mungkin masih muncul. Upaya edukasi publik dan penegakan hukum yang tegas tetap menjadi kunci untuk memastikan bahwa Indonesia terus bergerak maju menuju masyarakat yang benar-benar adil, makmur, dan menghargai setiap perbedaan.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Diduga Lompat dari KMP Kirana II, Pemuda Bandar Lampung Masih Hilang di Perairan Pulau Tempurung
Nasional

Diduga Lompat dari KMP Kirana II, Pemuda Bandar Lampung Masih Hilang di Perairan Pulau Tempurung

3 Agustus 2026 - 15:33
Jenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata
Nasional

Jenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata

2 Juni 2026 - 23:59
Qodari Jawab Kritik Prabowo Prancis: Ungkap Manfaat Nyata
Nasional

Qodari Jawab Kritik Prabowo Prancis: Ungkap Manfaat Nyata

2 Juni 2026 - 22:21
Alasan Kampus Tolak Dapur MBG
Nasional

Alasan Kampus Tolak Dapur MBG

2 Juni 2026 - 22:08
Nasional

ASN Riau Tertipu Batu Delima: Jual Mobil Demi Jodoh Palsu

2 Juni 2026 - 17:12
Gerebek Tanah Abang: Pria 500 Tramadol Positif Sabu Ditangkap
Nasional

Gerebek Tanah Abang: Pria 500 Tramadol Positif Sabu Ditangkap

2 Juni 2026 - 10:18
Next Post
Pesan PSI untuk Jokowi: Sudah Tak Lagi di PDIP

Pesan PSI untuk Jokowi: Sudah Tak Lagi di PDIP

Jadwal Moto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Beraksi Sore Ini di Mugello

Jadwal Moto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Beraksi Sore Ini di Mugello

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com