Tiga Dapur Gizi Gratis di Sukabumi Masih Ditutup Sementara Akibat Kendala Teknis
SUKABUMI – Operasional tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi masih terhenti sementara. Penutupan ini, yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN), disebabkan oleh dua faktor utama: kendala dalam memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan kebutuhan perbaikan infrastruktur pada salah satu unit layanan. Meskipun demikian, masalah utama yang sempat menghambat kelancaran program, yaitu keterlambatan pencairan dana operasional, kini telah terselesaikan.
Dana yang sebelumnya tertunda kini telah dicairkan, memungkinkan mayoritas dapur MBG di Kota Sukabumi untuk kembali beroperasi secara normal dan melanjutkan penyaluran makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
Mayoritas Dapur MBG Telah Kembali Beroperasi
Koordinator SPPG Wilayah Kota Sukabumi, Septo Suharyanto, mengonfirmasi bahwa dari total 55 unit SPPG yang terdaftar di Kota Sukabumi, sebanyak 52 unit kini telah kembali beroperasi. Unit-unit ini telah melanjutkan tugasnya dalam menyalurkan makanan kepada para penerima manfaat.
“Memang sempat terkendala karena dana belum cair, tetapi sejak Senin dana sudah dicairkan kembali sehingga dapur-dapur sudah kembali mengirim makanan kepada penerima manfaat,” ujar Septo pada Selasa (9/6/2026).
Septo menjelaskan bahwa tiga SPPG yang masih berstatus “suspend” atau ditangguhkan operasionalnya tidak lagi terkait dengan masalah pencairan dana. Penangguhan ini murni karena adanya evaluasi dan perbaikan yang harus dipenuhi oleh pihak pengelola unit layanan tersebut.
Rincian Kendala Tiga SPPG yang Masih Ditangguhkan
Dari tiga SPPG yang masih ditangguhkan, dua di antaranya menghadapi masalah terkait pemenuhan standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kedua unit ini adalah:
- SPPG Kota Sukabumi Cikole Subangjaya 3
- SPPG Kota Sukabumi Cikole Selabatu
Kedua SPPG ini masih dalam proses penyesuaian agar memenuhi regulasi lingkungan yang berlaku, khususnya terkait pengelolaan limbah cair.
Sementara itu, satu SPPG lainnya yang juga masih ditangguhkan operasionalnya adalah SPPG Kota Sukabumi Warudoyong Sukakarya 2. Unit ini saat ini sedang menjalani perbaikan infrastruktur yang diperlukan. Perbaikan ini bertujuan untuk memastikan fasilitas yang ada memadai dan aman untuk operasional dapur makanan bergizi.
“Yang masih disuspend ada tiga SPPG. Dua karena persoalan IPAL dan satu lagi karena perbaikan infrastruktur,” tegas Septo.
Dampak Penangguhan Operasional Terhadap Ribuan Penerima Manfaat
Status penangguhan operasional pada ketiga SPPG tersebut berdampak signifikan terhadap ribuan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Diperkirakan, setiap SPPG melayani sekitar 2.000 lebih penerima manfaat. Dengan demikian, total warga yang terdampak oleh penangguhan ini diperkirakan mencapai lebih dari 6.000 orang.
“Dampaknya sekitar dua ribu lebih penerima manfaat per dapur, sehingga total penerima manfaat yang terdampak mencapai sekitar enam ribu orang,” ungkap Septo.
Prospek Penambahan Unit Layanan di Masa Depan
Meskipun ada tiga unit yang masih menghadapi kendala, optimisme tetap terjaga. Septo menyebutkan bahwa dalam waktu dekat, ada rencana penambahan unit dapur MBG di Kota Sukabumi. Peluncuran unit-unit baru ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program dan menggantikan atau menambah kapasitas layanan yang saat ini terbatas.
“Semuanya itu ada 55 SPPG yang beroperasi, tiga terkena suspend. Kemudian 3 dapur akan kembali launching,” tutupnya, mengindikasikan bahwa penambahan unit baru akan segera dilakukan untuk memperkuat program gizi di Kota Sukabumi.
Dengan terselesaikannya masalah pencairan dana dan adanya upaya perbaikan serta penambahan unit, Program Makan Bergizi Gratis di Kota Sukabumi diharapkan dapat segera pulih sepenuhnya dan melayani seluruh penerima manfaat dengan optimal.









Discussion about this post