Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan di Maluku Utara: Fokus pada Kompetensi Guru dan Literasi Siswa
Pemerintah Provinsi Maluku Utara, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), tengah menggalakkan program strategis untuk mengangkat kualitas pendidikan di wilayahnya. Fokus utama program ini adalah peningkatan kompetensi para pendidik dan pengembangan sekolah model di dua wilayah strategis: Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan. Inisiatif ini merupakan respons terhadap tantangan besar yang dihadapi Maluku Utara dalam mencapai standar mutu pendidikan nasional.
Pembinaan 200 Guru sebagai Pilar Utama
Sebagai langkah konkret, Dikbud Maluku Utara telah menggulirkan program pembinaan yang melibatkan sekitar 200 guru dari Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi para guru, yang diyakini menjadi garda terdepan dalam mentransformasi proses pembelajaran di kelas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menjelaskan bahwa pembinaan ini mencakup berbagai aspek penting dalam dunia pendidikan modern. Tujuannya adalah agar para guru memiliki bekal yang memadai untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam menstimulasi kemampuan literasi dan numerasi siswa yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi provinsi ini.
“Saat ini program sekolah model dan pembinaan guru sedang berjalan di lapangan. Ada sekitar 200 guru di Tidore dan Ternate yang dibina untuk meningkatkan kompetensi mereka,” ujar Abubakar Abdullah, menegaskan komitmen Dikbud dalam memastikan program ini berjalan efektif di tingkat akar rumput.
Tantangan Literasi dan Numerasi Siswa
Meskipun Maluku Utara telah menunjukkan kemajuan dalam beberapa indikator mutu pendidikan, capaian di bidang literasi dan numerasi siswa masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan indikator mutu pendidikan yang ada, skor literasi dan numerasi siswa di Maluku Utara saat ini dilaporkan berada di angka yang relatif rendah, yaitu 39. Angka ini menunjukkan adanya kesenjangan signifikan yang perlu segera diatasi.
Abubakar Abdullah menekankan bahwa literasi dan numerasi merupakan variabel kunci yang sangat memengaruhi kualitas pendidikan secara keseluruhan. “Variabel kunci kita masih rendah, terutama literasi dan numerasi. Literasi kita masih berada di angka 39, begitu juga numerasi,” ungkapnya, menyadari urgensi untuk melakukan intervensi yang lebih mendalam.
Sementara itu, indikator lain seperti inklusivitas, kebinekaan, kualitas pembelajaran, dan keamanan sekolah dinilai sudah menunjukkan hasil yang lebih baik, dengan capaian di atas angka 60. Hal ini menunjukkan bahwa upaya perbaikan di sektor-sektor tersebut telah memberikan dampak positif, namun fokus pada kompetensi dasar siswa tetap menjadi prioritas.
Integrasi Asesmen Nasional dan Tes Kompetensi Akademik (TKA)
Pengukuran kualitas pendidikan di Indonesia mengacu pada rapor pendidikan yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui asesmen nasional yang dilaksanakan setiap tahun. Namun, mulai tahun 2026, pola asesmen ini akan mengalami perubahan dengan diintegrasikannya Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Integrasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi daerah, termasuk Maluku Utara. TKA sendiri dirancang untuk mengukur kemampuan siswa dalam tiga mata pelajaran inti, yaitu matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Hasil TKA Maluku Utara: PR Nasional
Sayangnya, hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) di Maluku Utara masih menunjukkan tren yang memprihatinkan. Baik di tingkat SMP maupun SMA, nilai rata-rata TKA Maluku Utara masih berkisar di angka 40. Hasil evaluasi terakhir menempatkan Maluku Utara di posisi enam terbawah secara nasional dalam hal capaian TKA.
“TKA hanya mengukur tiga mata pelajaran, yakni matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Nilai kita masih rendah, rata-rata sekitar 40, dan posisi Maluku Utara masih berada di urutan enam terbawah,” jelas Abubakar Abdullah, mengakui keterbatasan yang ada.
Menghadapi kenyataan ini, Dikbud Maluku Utara menegaskan perlunya langkah-langkah yang lebih transformatif. Peningkatan kualitas pembelajaran harus menjadi prioritas utama agar kemampuan akademik siswa di Maluku Utara dapat bersaing di kancah nasional. Ini mencakup tidak hanya pembinaan guru, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum, metode pengajaran, serta penyediaan sumber daya pembelajaran yang lebih memadai.
Upaya ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat untuk mengangkat mutu pendidikan Maluku Utara, menciptakan generasi muda yang kompetitif, dan berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul di masa depan.









Discussion about this post