Kondisi Harga Telur di Kabupaten Blitar
Harga telur ayam di tingkat peternak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini menimbulkan dampak buruk bagi para peternak, khususnya mereka yang menjalani usaha ternak ayam petelur. Saat ini, harga telur dari kandang peternak mencapai angka Rp 10.400 per kilogram, yang jauh lebih rendah dibandingkan harga sebelumnya.
Para peternak merasa terpuruk akibat turunnya harga telur tersebut. Salah satu contohnya adalah Azis Yasir Naufal (31), seorang peternak ayam petelur di Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Ia mengungkapkan bahwa kondisi ini memengaruhi keuntungan yang ia peroleh.
“Dampak harga telur turun, kami para peternak otomatis merugi. Kami hanya bisa bertahan dan meningkatkan efisiensi,” ujarnya saat ditemui Senin (25/5/2026).
Naufal menjelaskan bahwa penurunan harga telur telah berlangsung selama sekitar 1,5 bulan. Penurunan ini dimulai tiga minggu setelah Hari Raya Idul Fitri 2026. Awalnya, harga telur dari kandang berkisar antara Rp 24.000 per kilogram, namun secara perlahan terus turun hingga mencapai titik terendah yaitu Rp 20.400 per kilogram.
“Kini harga mulai naik. Akhir pekan lalu, harga telur dari kandang sudah Rp 23.500 per kilogram,” tambahnya.
Ketika harga telur turun di bawah Rp 21.000 per kilogram, Naufal mengalami kerugian sekitar Rp 2.000-Rp 3.000 per satu kilogram telur per hari. Dengan populasi ternak ayam petelur sebanyak 10.000 ekor dan kapasitas produksi sekitar 400-500 kilogram per hari, ia bisa merugi sekitar Rp 800.000-Rp 1 juta per hari ketika harga telur di bawah Rp 21.000 per kilogram.
Dalam situasi seperti ini, Naufal berusaha bertahan tanpa mengurangi jumlah populasi ternak dengan meningkatkan efisiensi operasional.
Menurutnya, harga aman telur dari kandang peternak saat ini berada di kisaran Rp 24.000 per kilogram sampai Rp 25.000 per kilogram. Sementara itu, harga acuan pemerintah (HAP) telur di tingkat peternak yaitu, Rp 24.000 per kilogram sampai Rp 26.500 per kilogram.
“Kondisi sekarang ini, harga aman telur di tingkat peternak kisaran Rp 24.000-Rp 25.000 per kilogram. Mudah-mudahan harga telur di peternak bisa naik lagi,” ujarnya.
Over Produksi Telur
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (Putera) Blitar, Sukarman, menyampaikan bahwa harga telur di peternak mulai naik sekitar dua hari ini. Saat ini, harga telur di peternak rata-rata berada di angka Rp 23.000 per kilogram.
“Harga sebelumnya sempat Rp 21.600-Rp 21.800 per kilogram. Padahal HAP telur Rp 24.000-Rp 26.500 per kilogram,” katanya.
Menurut Sukarman, harga telur turun setelah Hari Raya Idul Fitri. Sebelum turun, harga telur di peternak masih Rp 24.000 per kilogram. Penurunan harga ini disebabkan oleh stok telur yang melimpah atau over produksi setelah Hari Raya Idul Fitri.
Stok telur melimpah karena banyak pedagang di pasar tutup saat Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, serapan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga sempat berhenti seminggu karena libur Hari Raya Idul Fitri.
“Akibatnya stok telur di pasaran banyak dan harga jatuh sampai sekarang. Harga telur anjlok lumayan lama,” ujarnya.
Di sisi lain, kata Sukarman, banyak peternak besar yang menambah populasi ayam petelur karena ada program MBG. Sedangkan serapan telur dari peternak untuk program MBG kurang maksimal hanya dibatasi tiga kali dalam seminggu.
Akibatnya, terjadi over produksi telur di peternak. Saat ini, populasi ayam petelur di Blitar lebih kurang sekitar 30 juta ekor dengan kapasitas produksi sekitar 1.500 ton per hari.
“Kami berharap pemerintah bisa memaksimalkan serapan telur dari peternak agar harga kembali naik,” katanya.










Discussion about this post