Identitas Pelaku Penembakan di Sekitar Gedung Putih Terungkap
Pada malam hari tanggal 23 Mei 2026, kawasan Ring 1 Gedung Putih mengalami insiden penembakan yang mengejutkan masyarakat. Otoritas keamanan Amerika Serikat akhirnya berhasil mengungkap identitas pelaku dari kejadian tersebut. Pelaku diketahui bernama Nasire Best, seorang pria berusia 21 tahun yang memiliki riwayat gangguan mental dan pernah beberapa kali terlibat dengan aparat keamanan.
Insiden tersebut berakhir tragis setelah United States Secret Service menembak mati pelaku di dekat area pengamanan Gedung Putih. Menurut laporan investigasi, Nasire Best telah lama menjadi objek pengawasan oleh aparat keamanan Washington DC.
Catatan kepolisian menunjukkan bahwa pelaku pernah ditangkap oleh Secret Service pada Juli 2025 setelah mencoba menerobos area pemeriksaan Gedung Putih tanpa izin resmi. Namun, kasus tersebut tidak dilanjutkan ke pengadilan karena kondisi psikologis pelaku dinilai tidak stabil. Setelah penangkapan itu, Nasire Best diberikan perawatan intensif di fasilitas psikiatri.
Ia juga dikenai larangan resmi untuk tidak mendekati kawasan Gedung Putih. Namun, perintah tersebut diduga diabaikan oleh pelaku. Menurut keterangan resmi Secret Service, pelaku kembali mendekati area Gedung Putih sebelum akhirnya mengeluarkan senjata dari dalam tasnya di sekitar Jalan 17 dan Pennsylvania Avenue.
Tidak lama kemudian, pelaku mulai menembaki petugas keamanan yang berjaga di lokasi. Agen Secret Service langsung membalas tembakan untuk melumpuhkan pelaku. Nasire Best kemudian dilarikan ke George Washington University Hospital dalam kondisi kritis. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya.
Hingga saat ini, Federal Bureau of Investigation (FBI) bersama Secret Service masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif utama di balik aksi penembakan tersebut. Pihak berwenang juga belum mengungkap jenis senjata yang digunakan oleh pelaku.
Sebagai informasi tambahan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan sedang berada di Gedung Putih saat insiden berlangsung. Meski demikian, Secret Service memastikan bahwa Trump tidak terdampak dalam kejadian tersebut. Trump pun menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan atas respons cepat mereka.
“Terima kasih kepada Secret Service dan penegak hukum kita yang hebat atas tindakan cepat dan profesional malam ini terhadap seorang pria bersenjata di dekat Gedung Putih,” tulis Trump.
Insiden tersebut sempat memicu kepanikan di kawasan pusat pemerintahan Washington DC sebelum situasi akhirnya berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan.
Fakta-Fakta Penting Terkait Insiden Ini
- Nasire Best adalah pria berusia 21 tahun dengan riwayat gangguan mental.
- Ia pernah ditangkap oleh Secret Service pada Juli 2025 karena mencoba menerobos area pemeriksaan Gedung Putih.
- Kasus tersebut tidak dilanjutkan ke pengadilan karena kondisi psikologis pelaku tidak stabil.
- Setelah penangkapan, Nasire Best diberikan perawatan intensif di fasilitas psikiatri.
- Ia dilarang secara resmi mendekati kawasan Gedung Putih, tetapi diduga melanggarnya.
- Pelaku mengeluarkan senjata dari dalam tasnya di sekitar Jalan 17 dan Pennsylvania Avenue.
- Petugas keamanan langsung merespons dan menembak pelaku.
- Nasire Best dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit.
- FBI dan Secret Service masih menyelidiki motif serta jenis senjata yang digunakan.










Discussion about this post