.CO.ID – JAKARTA
Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali menembus angka Rp 17.400 per dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari ini. Pada hari Selasa (5/5/2026), rupiah dibuka di level Rp 17.401 per dolar AS.
Pergerakan ini menyebabkan rupiah melemah sebesar 0,04% dibandingkan penutupan perdagangan Senin (4/5/2026) yang berada di Rp 17.394 per dolar AS.
Pada pukul 09.00 WIB, kondisi nilai tukar mata uang di Asia terlihat bervariasi. Berikut adalah perkembangan terkini dari beberapa mata uang utama di kawasan tersebut:
- Peso Filipina: menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok sebesar 0,21%.
- Ringgit Malaysia: mengalami koreksi sebesar 0,18%.
- Baht Thailand: tertekan sebesar 0,1%.
- Dolar Hong Kong: turun sebesar 0,03%.
- Dolar Taiwan: bergerak tipis dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS di pagi hari.
Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak sebesar 0,2%.
Selain itu, yen Jepang dan dolar Singapura sama-sama menguat tipis sebesar 0,02%.
Pergerakan nilai tukar ini mencerminkan dinamika pasar keuangan global yang terus berubah sesuai dengan berbagai faktor ekonomi dan politik. Meskipun rupiah sedang menghadapi tekanan, para analis memperkirakan bahwa kondisi pasar akan terus dipantau secara ketat oleh otoritas moneter dan pelaku pasar.
Beberapa faktor yang bisa memengaruhi pergerakan rupiah antara lain fluktuasi harga komoditas, tingkat inflasi, serta kebijakan moneter Bank Indonesia. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh sentimen pasar terhadap situasi ekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral AS dan perkembangan geopolitik di kawasan Asia.
Dengan situasi seperti ini, investor dan pelaku bisnis perlu tetap waspada dan memantau pergerakan kurs secara berkala untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menjalankan aktivitas finansial mereka.










Discussion about this post