klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

India uji jalan ajaib, mobil melambat tanpa polisi

Redaksi by Redaksi
14 Mei 2026 - 20:51
Reading Time: 2 mins read
0
India uji jalan ajaib, mobil melambat tanpa polisi

Inovasi Jalan Merah di India: Solusi Kecil untuk Masalah Besar

India kembali menunjukkan inovasinya dalam bidang infrastruktur jalan raya. Kali ini, mereka menguji sebuah jalan berwarna merah yang dirancang agar pengemudi secara refleks menurunkan kecepatan tanpa memerlukan bantuan kamera tilang atau rambu peringatan. Proyek ini dilakukan di kawasan hutan lindung Veerangana Durgavati Tiger Reserve, Madhya Pradesh, tepatnya di ruas National Highway 45.

Proyek ini menjadi yang pertama di India yang memanfaatkan efek visual dan sensasi berkendara untuk memengaruhi perilaku pengemudi. Otoritas Jalan Nasional India (NHAI) melapisi jalan sepanjang 2 kilometer dengan thermoplastik merah setebal 5 milimeter. Lapisan tersebut tidak hanya mencolok secara tampilan, tetapi juga memberikan efek getaran ringan dan perubahan suara dari ban saat kendaraan melintas. Meskipun tidak sekeras polisi tidur, efek ini cukup untuk memicu pengemudi mengurangi kecepatan.

Konsep ini disebut sebagai “table top red marking” pertama di jalan nasional India, yang terinspirasi dari praktik di Dubai serta berbagai penelitian terkait pengendalian kecepatan di kawasan sensitif secara ekologis. Zona merah ini ditempatkan di titik rawan sepanjang 2 kilometer, yaitu area di mana kondisi jalan beririsan dengan jalur pergerakan satwa liar.

Selain itu, dalam proyek jalan sepanjang 11,96 kilometer yang melintasi hutan, dibangun 25 terowongan bawah jalan (underpass) khusus satwa. Lokasinya disesuaikan dengan jalur lintasan hewan yang telah dipetakan sebelumnya. Desain underpass dibuat menyatu dengan kontur tanah dan aliran air agar terasa alami bagi satwa. Selain itu, pagar kawat (chain-link fencing) dipasang di sepanjang jalan untuk mencegah hewan masuk ke badan jalan sekaligus mengarahkan mereka ke jalur penyeberangan yang lebih aman.

Kamera pemantau juga dipasang guna memastikan satwa benar-benar memanfaatkan underpass tersebut, sementara lampu tenaga surya digunakan di beberapa titik untuk meningkatkan visibilitas tanpa merusak lingkungan. Langkah ini didukung berbagai penelitian global yang menunjukkan bahwa tabrakan antara kendaraan dan satwa liar merupakan masalah serius.

Studi menyebutkan kombinasi pagar dan jalur penyeberangan mampu menurunkan angka kecelakaan hingga sekitar 83 persen. Sebaliknya, penggunaan pagar saja hanya mengurangi sekitar 54 persen, sedangkan jalur penyeberangan tanpa pagar dinilai hampir tidak efektif. Panjang pagar juga berpengaruh, di mana pagar di bawah 5 kilometer kurang konsisten, sementara yang lebih panjang cenderung lebih optimal.

Salah satu keunggulan jalan merah ini adalah dampaknya yang relatif kecil terhadap lingkungan. Lapisan thermoplastik tidak mengubah struktur jalan maupun sistem drainase, menghasilkan kebisingan lebih rendah dibandingkan polisi tidur, serta mudah diperbaiki atau dihapus jika diperlukan. Hal ini menjadikan proyek tersebut sebagai uji coba atau pilot project yang berpotensi diterapkan di wilayah lain, terutama jalan yang melintasi habitat satwa.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Langkah India ini sejalan dengan tren global dalam pembangunan infrastruktur ramah lingkungan. Negara lain seperti Chile juga mulai menerapkan pendekatan serupa. Pada 2026, pemerintah Chile merencanakan pembangunan jalan sepanjang 126 kilometer di Pulau Chiloé yang dilengkapi tujuh koridor ekologis khusus satwa liar.

Keberhasilan proyek jalan merah ini nantinya akan diukur dari beberapa indikator, seperti penurunan kecepatan kendaraan, berkurangnya kecelakaan dengan satwa, serta tingkat penggunaan underpass oleh hewan. NHAI menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan kebutuhan manusia, keselamatan lalu lintas, dan perlindungan ekosistem, terutama di tengah semakin luasnya pembangunan jalan yang melintasi habitat alami.

Jika terbukti efektif, konsep jalan yang “berkomunikasi dengan pengemudi” ini berpotensi menjadi standar baru di kawasan sensitif di masa depan.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

China Tolak Ajakan AS untuk Bahas Perlucutan Nuklir, Sebut Komposisi Kekuatan Tidak Seimbang
Internasional

China Tolak Ajakan AS untuk Bahas Perlucutan Nuklir, Sebut Komposisi Kekuatan Tidak Seimbang

18 Oktober 2026 - 14:47
Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi
Internasional

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi

17 Oktober 2026 - 15:49
Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin
Internasional

Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin

17 Oktober 2026 - 04:20
Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis
Internasional

Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis

15 Oktober 2026 - 21:25
Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada
Internasional

Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada

15 Oktober 2026 - 20:32
IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz
Internasional

IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz

12 Oktober 2026 - 17:27
Next Post
Kekerasan Usai Persib vs Persija, Maung Bandung Beri Reaksi Keras

Kekerasan Usai Persib vs Persija, Maung Bandung Beri Reaksi Keras

Istri Bocorkan Perilaku Aneh Isten Laiya Sebelum Viral Loncat dari Jembatan Talumolo Gorontalo

Istri Bocorkan Perilaku Aneh Isten Laiya Sebelum Viral Loncat dari Jembatan Talumolo Gorontalo

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com