klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

China Tolak Ajakan AS untuk Bahas Perlucutan Nuklir, Sebut Komposisi Kekuatan Tidak Seimbang

by
18 Oktober 2026 - 14:47
Reading Time: 2 mins read
0
China Tolak Ajakan AS untuk Bahas Perlucutan Nuklir, Sebut Komposisi Kekuatan Tidak Seimbang
Buy JNews
ADVERTISEMENT

China menolak ajakan Amerika Serikat untuk ikut dalam perundingan perlucutan senjata nuklir setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Washington sedang menjalin pembicaraan dengan Beijing dan Moskow. Sikap penolakan itu disampaikan pada Jumat, 16 Oktober 2026, dengan alasan utama bahwa permintaan tersebut tidak sebanding dan tidak mencerminkan realitas kemampuan nuklir masing-masing negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning, seperti dikutip media pemerintah Global Times, mengatakan kapasitas nuklir China berada pada level yang sangat berbeda dibanding AS dan Rusia. Ia menegaskan Beijing sudah berkali-kali menyampaikan posisi resminya mengenai isu ini. Menurut dia, justru AS yang memegang persenjataan nuklir dalam jumlah besar memiliki tanggung jawab paling besar untuk memulai langkah pengurangan senjata sesuai kesepakatan internasional.

Perbedaan kekuatan itu terlihat jelas dari data Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm atau SIPRI per Januari 2026. Lembaga tersebut memperkirakan China memiliki 620 hulu ledak nuklir, jauh di bawah AS yang tercatat 5.042, sementara Rusia berada di posisi teratas dengan 5.420 hulu ledak. Dengan komposisi itu, Washington dan Moskow menguasai sekitar 86 persen dari seluruh persenjataan nuklir dunia.

Ketimpangan tersebut menjadi alasan utama Beijing enggan bergabung dalam meja perundingan yang didorong AS. Bagi China, pembahasan perlucutan yang melibatkan tiga negara tidak bisa diperlakukan sama, karena skala arsenal mereka tidak setara. Rusia tetap menjadi pemilik hulu ledak terbanyak, disusul AS, sedangkan China berada di urutan ketiga.

Gagasan negosiasi ini mencuat setelah Trump mengklaim telah membuka pembicaraan dengan perwakilan China dan Rusia. Dalam wawancara dengan Newsmax, ia mengatakan sudah berdiskusi langsung dengan Presiden China Xi Jinping mengenai denuklirisasi, meski tidak menjelaskan hasil pembicaraan itu. Trump juga menegaskan Beijing belum bersedia melepas senjata nuklirnya, tetapi dialog akan terus dilanjutkan.

Pada keterangan lain yang dikutip Al Jazeera, Trump mengatakan kapasitas nuklir China diperkirakan akan menyamai AS dalam lima tahun ke depan. Ia menambahkan, “Semuanya memalukan karena saya ingin melakukan denuklirisasi jika memungkinkan. Kami sebenarnya sedang membicarakannya dengan Rusia, dan kami sedang membicarakannya dengan China tentang denuklirisasi itu,” ujarnya. Upaya diplomasi AS di bidang ini juga bergerak di tengah berakhirnya Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis atau START yang sebelumnya membatasi armada nuklir Washington dan Moskow. Setelah kesepakatan itu berakhir, Presiden Prancis Emmanuel Macron meluncurkan Inisiatif Pencegahan Maju untuk merespons ancaman nuklir Rusia terkait perang di Ukraina, sementara mantan Menteri Luar Negeri Australia Gareth Evans mengingatkan bahwa kontrol senjata global makin rapuh dan hampir seluruh perjanjian besar kini berada dalam kondisi mati, sekarat, atau kritis.

ShareTweetSend

Related Posts

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi
Internasional

Putin Tetapkan Zona Keamanan 660 Kilometer di Ukraina, Tak Masuk Meja Negosiasi

17 Oktober 2026 - 15:49
Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin
Internasional

Ukraina Klaim Cegat Drone KVS Rusia dengan Desain Sayap Cincin

17 Oktober 2026 - 04:20
Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis
Internasional

Trump Prediksi Konflik dengan Iran Segera Usai, Harga Minyak Bisa Turun Drastis

15 Oktober 2026 - 21:25
Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada
Internasional

Houthi Mengaku Tembak Jet Tempur Arab Saudi di Langit Saada

15 Oktober 2026 - 20:32
IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz
Internasional

IRGC Klaim Tanker Minyak Meledak setelah Menabrak Ranjau di Selat Hormuz

12 Oktober 2026 - 17:27
Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Serangan Energi, Kyiv Minta Penjelasan
Internasional

Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakat Hentikan Serangan Energi, Kyiv Minta Penjelasan

12 Oktober 2026 - 09:30
Next Post
Kawal Pemulihan Listrik, Bupati Roby Kurniawan Minta Layanan Kesehatan dan Publik Bintan Segera Normal

Kawal Pemulihan Listrik, Bupati Roby Kurniawan Minta Layanan Kesehatan dan Publik Bintan Segera Normal

Kerumunan di Festival Durga Puja Kolkata Tewaskan 17 Orang

Kerumunan di Festival Durga Puja Kolkata Tewaskan 17 Orang

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com