Rivalitas yang Berujung pada Kekerasan
Setelah pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta yang memanas, situasi di sekitar laga tersebut kini berubah menjadi serangkaian insiden yang sangat memprihatinkan. PT Persib Bandung Bermartabat mengeluarkan pernyataan resmi untuk menanggapi berbagai kejadian yang terjadi setelah pertandingan di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026).
Pernyataan klub menyampaikan bahwa mereka memahami bahwa pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi sering kali menghadirkan dinamika baik di dalam maupun di luar lapangan. Namun, mereka menyayangkan adanya berbagai kejadian yang mencederai nilai sportivitas serta semangat sepak bola sebagai ruang yang seharusnya menciptakan kebersamaan, rasa hormat, dan persatuan.
Situasi di Luar Lapangan yang Memanas
Tidak hanya ketegangan di atas lapangan yang menjadi sorotan, situasi di luar stadion juga dilaporkan memanas. Persib mengungkap adanya dugaan intimidasi terhadap rombongan tim saat perjalanan pulang melalui Bandara Sepinggan, Balikpapan. Selain itu, sejumlah Bobotoh di berbagai daerah juga disebut menjadi korban tindak kekerasan.
Sorotan juga mengarah pada insiden di lapangan yang melibatkan Beckham Putra dan memicu perhatian publik. Namun, Persib menegaskan bahwa dampak rivalitas yang meluas hingga menyasar masyarakat sipil menjadi perhatian utama klub.
Berbagai Insiden yang Terjadi
Persib menerima laporan dugaan perusakan sebuah restoran Sunda di Samarinda, pengeroyokan terhadap tiga Bobotoh di Sukabumi yang menyebabkan korban mengalami luka-luka, serta aksi kekerasan terhadap seorang remaja berusia 15 tahun di Kuningan, Jawa Barat.
Di Majalengka, seorang Bobotoh juga dikabarkan terluka akibat lemparan benda keras saat acara nonton bareng berlangsung. Puncak duka terjadi di Karawang. Seorang anak berusia 15 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk menonton laga klasik Persib melawan Persija.
Tragedi ini membuat Persib menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menyerukan agar sepak bola tidak lagi menjadi pemicu ketakutan, yang bahkan memakan korban jiwa.
Langkah yang Dilakukan oleh Persib
Dalam pernyataan resminya, Persib menegaskan tengah mengumpulkan bukti, data, dan fakta terkait seluruh insiden tersebut. Langkah hukum dan tindak lanjut profesional disebut sedang dipersiapkan klub secara serius.
“Persib mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menghindari tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh situasi dan merugikan masyarakat luas. Dalam situasi seperti ini, rasa empati, kedewasaan, dan saling menghormati menjadi hal yang jauh lebih penting untuk dikedepankan bersama,” tulis pernyataan klub.
“Di tengah situasi ini, Persib ingin hadir tidak hanya sebagai klub sepakbola, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Karena itu, kami tengah berupaya menjalin komunikasi dengan para korban maupun keluarga yang terdampak sebagai bentuk perhatian dan dukungan yang dapat kami berikan,” tambah pernyataan tersebut.
Harapan kepada Bobotoh
Di tengah situasi yang memanas, Persib meminta seluruh Bobotoh menahan emosi dan tidak terpancing provokasi. Klub berjuluk Maung Bandung itu menekankan pentingnya menjaga sportivitas, empati, dan persaudaraan di tengah rivalitas yang semakin panas.
Persib juga memastikan akan menjalin komunikasi dengan para korban dan keluarga terdampak sebagai bentuk kepedulian klub kepada masyarakat.
Meski diterpa rentetan insiden, fokus tim disebut tetap tertuju pada dua laga krusial penutup Super League 2025/2026 melawan PSM dan Persijap. Persib berharap Bobotoh tetap memberi dukungan positif demi perjuangan tim menuntaskan musim dengan kepala tegak.
“Untuk itu, kami berharap seluruh Bobotoh tetap memberikan doa, dukungan, dan energi positif kepada tim. Dukungan yang dewasa, damai, dan penuh rasa hormat akan menjadi kekuatan penting bagi perjuangan PERSIB dalam menuntaskan musim ini dengan sebaik-baiknya.”
“Mari bersama menjaga nama baik Persib, menjaga semangat persaudaraan, serta menunjukkan bahwa kecintaan terhadap klub dapat diwujudkan melalui sikap yang positif, bermartabat, dan saling menghormati,” demikian pernyataan Persib.










Discussion about this post