
Kondisi Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), yang disiram air keras masih memprihatinkan. Ketua Badan Pengurus KontraS, Indria Fernida, mengungkapkan bahwa Andrie kini masih menjalani perawatan intensif di High Care Unit (HCU) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Menurut Indria, Andrie telah berada di HCU selama lebih dari dua minggu. Perawatannya sangat ketat, terutama untuk mata dan luka bakar akibat air keras. Ia tidak bisa ditemui oleh siapa pun kecuali keluarga dan Dimas Bagus Arya, karena adanya risiko infeksi dan faktor-faktor lainnya.
“Meskipun kondisinya tidak terlihat jelas dari luar, kami melihat bahwa situasi ini sangat serius. Kami tetap berharap pihak berwenang memberikan perhatian yang maksimal,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi III DPR, di Gedung DPR, Selasa (31/3).

Mata Terancam Cacat
Dari sisi medis, mata Andrie kini terancam mengalami kebutaan permanen. Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebutkan bahwa ada rembesan air keras yang terlambat dideteksi oleh tim medis RSCM.
“Efek dari air keras tersebut bisa sangat fatal, yaitu cacat permanen pada penglihatan. Andrie mungkin tidak akan bisa melihat dengan utuh lagi,” ujar Dimas dalam rapat yang sama.
Ia juga menyoroti bahwa tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie merupakan upaya merusak generasi muda. “Andrie saat ini berusia 27 tahun, dan akan berusia 28 tahun pada 16 Juni nanti. Ini adalah tindakan biadab yang tidak dapat dibenarkan, karena menyerang anak muda yang menjadi aset bangsa,” tambahnya.
Andrie disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada malam hari, Kamis (12/3). Setelah beberapa waktu, Puspom TNI mengonfirmasi bahwa empat anggota BAIS TNI terlibat sebagai terduga pelaku—tiga perwira dan satu bintara.
Akibat dari kasus ini, Kepala BAIS TNI, Letjen Yudi Abrimantyo, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Pihak TNI Menjamin Transparansi
Danpuspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak secara profesional dan transparan dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Andrie.
“Kami menjamin bahwa proses penyelidikan akan dilakukan dengan profesional dan transparan. Kami juga akan mengundang rekan media pada setiap tahapan proses,” ujarnya dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/3).
Yusri menambahkan bahwa pihaknya akan menyampaikan seluruh informasi terkait penyelidikan kepada publik secara berkala. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas dan akurat tentang perkembangan kasus ini.










Discussion about this post