BATAM, KLIKKEPRI.com — Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, menerima dan menghadapi langsung aksi unjuk rasa yang digelar oleh puluhan mahasiswa Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) di Gedung DPRD Kota Batam, Batam Center, Minggu (19/7/2026.
Aksi demonstrasi yang berlangsung tertib pada Kamis (16/7/2026) lalu tersebut menyoroti berbagai rapor merah pelayanan publik di Batam.
Isu krusial yang diangkat mulai dari krisis air bersih, buruknya pengelolaan sampah, berbelitnya pelayanan KTP, hingga sengkarut tata kelola lahan yang dinilai merugikan masyarakat kecil.
Sebelum merapat ke Gedung DPRD, massa sempat menggelar orasi di depan Kantor Wali Kota Batam. Mereka membawa sejumlah alat peraga unjuk rasa, termasuk spanduk besar bertuliskan “Selamatkan Batam, Selamatkan Masa Depan Rakyat.”
“Kami sudah sering menginformasikan persoalan sampah ini ke media sosial, namun kenyataannya di lapangan masih banyak sampah yang menumpuk dan tidak terangkut oleh petugas. Selain itu, pelayanan dokumen kependudukan seperti KTP juga masih rumit. Banyak warga yang lahir dan besar di Batam tapi justru dipersulit mendapatkan hak administrasi dasarnya,” tegas salah satu orator mahasiswa di hadapan petugas kepolisian dan Satpol PP.
Guna meredam situasi, Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin langsung berinisiatif mengajak perwakilan mahasiswa berdialog di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Batam.
Dalam forum terbuka tersebut, perwakilan BEM Fakultas Hukum UNRIKA, Anwar Gultom, menyodorkan lima tuntutan utama kepada legislatif.
Tuntutan tersebut mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan krisis air bersih, menghentikan perusakan hutan resapan, menyetop aktivitas cut and fill di kawasan tangkapan air, mengaudit menyeluruh izin alokasi lahan, serta menegakkan hukum secara adil.
Anwar secara khusus mempertanyakan menyusutnya debit air di Waduk Duriangkang yang diduga kuat akibat masifnya pembukaan lahan hutan.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, menyampaikan apresiasi atas cara mahasiswa menyampaikan kritik yang dinilai santun namun tetap tajam dan konstruktif.
Pihak legislatif berjanji akan langsung mengambil tindakan nyata.
Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan kritikan, aspirasi, dan masukan sehingga menjadi pengingat bagi kami dalam menjalankan tugas. Tentu ini akan kami tindak lanjuti dan akan menjadi pembahasan utama kami bersama seluruh anggota DPRD. Kami menghormati aspirasi ini karena yang disampaikan adalah apa yang dirasakan rakyat.
Dalam waktu dekat, DPRD akan segera mengagendakan pemanggilan resmi kepada pihak-pihak terkait, baik dari internal Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam, untuk mencari solusi konkret, tegas Ketua DPRD Batam Kamaluddin, Minggu (19/7/2026.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan dokumen tuntutan tertulis dari perwakilan mahasiswa UNRIKA kepada Ketua DPRD Batam sebagai dasar resmi bagi dewan untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap eksekutif. (***)










Discussion about this post