BATAM, KLIKKEPRI.com — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam menggelar rapat koordinasi intensif bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Kota Batam di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kota Batam, Minggu (19/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026) lalu tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Batam sekaligus Koordinator Banggar, H. Aweng Kurniawan dari Fraksi Partai Gerindra, dengan didampingi Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda.
Rapat strategis ini mengusung dua agenda utama guna mengawal arah kebijakan fiskal daerah agar tepat sasaran.
Koordinator Banggar DPRD Kota Batam, H. Aweng Kurniawan, menjelaskan bahwa fokus agenda pertama adalah penyampaian serta penyamaan persepsi antara legislatif dan eksekutif terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kota Batam Tahun Anggaran 2027.
Langkah ini diambil usai Wali Kota Batam, H. Amsakar Achmad, menyerahkan dokumen rancangan tersebut pada sidang paripurna pekan lalu.
“Penyamaan persepsi ini penting pada tahap KUA-PPAS agar dapat meminimalisir perdebatan berkepanjangan pada saat pembahasan RAPBD nantinya. Kita juga menyamakan pemahaman terhadap arah kebijakan pembangunan daerah, sehingga program dan kegiatan yang dianggarkan selaras dengan visi, misi, RPJMD, dan RKPD. Hal ini dilakukan agar dokumen KUA berkenaan benar-benar sinkron dengan kondisi riil ekonomi Kota Batam, sehingga penyusunan anggaran nantinya dapat ditujukan pada kebutuhan yang paling mendesak dan strategis bagi masyarakat,” terang Koordinator Banggar DPRD Kota Batam H. Aweng Kurniawan, Minggu (19/7/2026).
Aweng menambahkan, setelah persepsi diselaraskan, tim gabungan langsung bergerak memasuki substansi pembahasan dokumen Rancangan KUA 2027.
Aspek yang dibedah meliputi kalkulasi kondisi ekonomi makro daerah, target pendapatan daerah, proyeksi belanja, hingga skema pembiayaan daerah.
Penyusunan yang matang di awal ini diharapkan mampu menjadi dasar kokoh agar postur APBD Batam tahun 2027 mendatang benar-benar sehat dan responsif terhadap dinamika pembangunan kota. (***)










Discussion about this post