klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Bisnis

Belacan Bangka Belitung Tembus Rp300 Ribu per Kilogram

Redaksi by Redaksi
17 April 2026 - 04:27
Reading Time: 3 mins read
0
Belacan Bangka Belitung Tembus Rp300 Ribu per Kilogram

Harga Belacan di Bangka Belitung Melambung, Lebih Mahal dari Timah

Harga belacan atau terasi di Bangka Belitung kini mencapai tingkat yang sangat tinggi. Di Pasar Kota Pangkalpinang, satu kilogram terasi bisa mencapai harga Rp250 ribu per kilogram. Bahkan ada pedagang yang menjualnya dengan harga Rp300 ribu per kilogram. Tingginya harga ini bahkan melebihi harga pasir (bijih) timah, komoditas utama ekspor daerah tersebut.

Banyak warga mengeluhkan kenaikan harga belacan ini. Mereka menyebutkan bahwa harga belacan kini lebih mahal daripada harga timah. Hal ini membuat banyak orang terkejut dan menjadi topik pembicaraan di media sosial.

Reaksi Warga dan Viralnya Konten Media Sosial

Anta Wirja, seorang warga Kota Pangkalpinang, membagikan pengalamannya tentang harga belacan dalam sebuah konten video di media sosial. Dalam video tersebut, ia menunjukkan belacan yang dibelinya dan menjelaskan kondisi harga saat ini. Konten ini kemudian viral dan bahkan masuk ke tayangan televisi nasional.

“Saya tidak menyangka bisa sampai sejauh itu. Awalnya hanya iseng berbagi informasi,” ujar Anta. Ia mengatakan bahwa konten tersebut mendapat respons besar dari warganet. Banyak yang kaget dengan kenaikan harga belacan dan membandingkannya dengan daging sapi, bahkan menyebutnya sebagai barang mewah.

Menurut Anta, kenaikan harga belacan menjadi fenomena sosial yang unik di Bangka Belitung. Meskipun harga BBM dan kebutuhan lain naik, reaksi masyarakat terhadap harga belacan jauh lebih besar. “Semua orang bahas, dari ibu rumah tangga sampai pekerja,” katanya.

Pemeriksaan Langsung ke Pasar

Untuk memastikan kondisi harga belacan, Anta langsung datang ke Pasar Pagi Pangkalpinang. Ia bertemu dengan penjual belacan yang biasa dikunjunginya. Setelah menanyakan beberapa pedagang, ia memastikan bahwa harga benar-benar melonjak hingga dua kali lipat.

“Ada yang jual Rp250 ribu per kilo, bahkan ada yang bilang sampai Rp300 ribu. Itu yang membuat saya makin yakin ini harus dibagikan,” lanjutnya.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Belacan bukan sekadar bumbu pelengkap di Bangka Belitung. Hampir semua masakan tradisional menggunakan bahan ini, seperti lempah kuning, lempah darat, dan sambal. Anta bahkan menyebut belacan sebagai “kebutuhan pokok ke-10” bagi masyarakat setempat.

Kenaikan Harga Menjelang Idul Fitri

Kenaikan harga belacan mulai terasa menjelang Idul Fitri 2026. Anta awalnya hanya mendengar kabar dari tetangga sebelum memastikan langsung ke pasar. Saat ia cek, harga benar-benar meningkat.

Menurut Anta, harga belacan juga dipengaruhi oleh kualitas. Belacan dengan warna kemerahan dan aroma khas biasanya dihargai lebih tinggi. “Kalau murah tapi rasanya kurang, tetap orang pilih yang enak. Jadi kualitas tetap nomor satu,” ujarnya.

Belacan asal Toboali, Bangka Selatan, masih menjadi favorit masyarakat karena kualitasnya yang terjaga. Meski harganya tinggi, permintaan tetap tinggi.

Faktor Udang dan Produksi yang Menurun

Rama Karna Maulana, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka Selatan, membenarkan adanya kenaikan harga belacan. Namun, ia menyebut harga di tingkat produsen tidak setinggi yang beredar di media sosial.

“Kalau di Bangka Selatan, kisaran Rp120 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram. Sekarang mulai turun di angka Rp100 ribu sampai Rp120 ribu,” ujarnya.

Menurut Rama, kenaikan harga dipicu oleh terbatasnya pasokan bahan baku utama, yakni udang rebon. Kondisi ini menyebabkan produksi belacan menurun. “Memang kemarin bahan bakunya susah. Udangnya tidak mencukupi untuk produksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi ini merupakan siklus tahunan yang dipengaruhi musim. Saat musim udang melimpah, produksi meningkat dan harga cenderung turun. Sebaliknya, ketika pasokan menurun, harga akan naik.


ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Pegadaian Rilis Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 per 19 Oktober 2026, Ini Rinciannya
Bisnis

Pegadaian Rilis Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 per 19 Oktober 2026, Ini Rinciannya

19 Oktober 2026 - 10:14
Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 19 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,611 Juta
Bisnis

Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian 19 Oktober 2026: 1 Gram Rp2,611 Juta

19 Oktober 2026 - 09:20
OJK Tegaskan Denda Rp2,1 Triliun untuk Pihak Terkait DSSA, BREN, dan CUAN Hasil Pemeriksaan Panjang
Bisnis

OJK Tegaskan Denda Rp2,1 Triliun untuk Pihak Terkait DSSA, BREN, dan CUAN Hasil Pemeriksaan Panjang

19 Oktober 2026 - 09:20
Asing Tinggalkan Saham Bank Jumbo, BBCA Catat Net Sell Terbesar di 2026
Bisnis

Asing Tinggalkan Saham Bank Jumbo, BBCA Catat Net Sell Terbesar di 2026

18 Oktober 2026 - 22:44
BBCA Terkoreksi Tajam Usai Sentimen MSCI, BCA Tegaskan Fokus pada Fundamental
Bisnis

BBCA Terkoreksi Tajam Usai Sentimen MSCI, BCA Tegaskan Fokus pada Fundamental

18 Oktober 2026 - 13:54
Investor Ritel Diminta Menahan Diri Saat IHSG Tertekan Sentimen MSCI
Bisnis

Investor Ritel Diminta Menahan Diri Saat IHSG Tertekan Sentimen MSCI

17 Oktober 2026 - 01:41
Next Post
GAMKI dan Ormas Kristen Laporkan Jusuf Kalla ke Polisi

GAMKI dan Ormas Kristen Laporkan Jusuf Kalla ke Polisi

Jalan Desa Dagen di Karanganyar Diperbaiki Secara Ragu-Ragu, Hanya Tambal Sulam

Jalan Desa Dagen di Karanganyar Diperbaiki Secara Ragu-Ragu, Hanya Tambal Sulam

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com