BATAM, KLIKKEPRI.com — Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, menerima audiensi dan berdialog langsung dengan puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Batam (UNIBA) di Gedung DPRD Kota Batam, Batam Center, Minggu (19/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026) lalu tersebut membahas rencana aksi sosial berupa pengabdian masyarakat di bidang kesehatan yang diinisiasi oleh para mahasiswa.
Rencana ini difokuskan pada program pencegahan dan pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kawasan Tembesi Sidomulyo, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, yang menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mereka.
Perwakilan mahasiswa FK UNIBA memaparkan bahwa berdasarkan hasil survei dan pemetaan riil di lapangan, kawasan Tembesi Sidomulyo memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap penyebaran DBD.
Atas dasar data tersebut, mahasiswa berinisiatif untuk bergerak menggelar aksi pengasapan atau fogging guna memutus mata rantai penularan penyakit menular tersebut.
“Hasil survei kami menunjukkan kawasan tersebut sangat rawan terhadap ancaman DBD. Untuk itulah kami akan menggelar kegiatan fogging guna membasmi nyamuk Aedes aegypti di kawasan tersebut,” ujar perwakilan mahasiswa FK UNIBA di hadapan pimpinan DPRD Batam.
Menanggapi rencana taktis tersebut, Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepekaan dan kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh para calon dokter tersebut.
Namun, politisi senior ini mengingatkan agar aksi lapangan tersebut wajib dikolaborasikan dan dikonsultasikan secara teknis dengan Dinas Kesehatan Kota Batam melalui Puskesmas setempat.
“Langkah mahasiswa ini sangat baik sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda. Namun, saya mengingatkan agar nanti pelaksanaannya dapat disinkronkan dengan kegiatan yang sama di Dinas Kesehatan, terutama Puskesmas setempat. Dengan begitu pelaksanaannya akan lebih terarah dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” tegas Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Muhammad Yunus Muda, Minggu (19/7/2026).
Yunus Muda menambahkan, tindakan kuratif dan preventif di lapangan seperti fogging harus tetap dibarengi dengan edukasi masif kepada warga mengenai gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Pihak legislatif berharap sinergi dunia akademik dengan pemerintah daerah ini terus berlanjut demi mewujudkan lingkungan Kota Batam yang sehat dan bebas dari ancaman epidemi penyakit. (***)










Discussion about this post