Persiapan Pengamanan untuk Rangkaian Tamu Negara
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sedang mempersiapkan pengamanan di sejumlah ruas jalan protokol yang akan dilalui oleh rangkaian tamu negara pada Rabu (1/7/2026) dan Kamis (2/7/2026). Kebijakan ini terkait dengan kunjungan Presiden Belarusia, Aleksandr Lukashenko, ke Istana Negara Jakarta.
Brigjen Pol Komarudin, Dirlantas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa tidak ada rekayasa khusus lalu lintas. Hanya pengaturan buka-tutup jalan sesuai kebutuhan saat rangkaian melintas. “Untuk lintasan-lintasan kenegaraan, rangkaian kenegaraan direncanakan beliau dari Halim menuju ke Istana Negara,” ujar Brigjen Komarudin kepada wartawan Rabu (1/7/2026).
Beberapa jalan yang akan dilakukan buka tutup antara lain:
- Jalan Raya Halim Perdanakusuma
- Jalan MT Haryono
- Jalan Gatot Subroto
- Jalan Jenderal Sudirman
- Jalan MH Thamrin
- Jalan Medan Merdeka Barat
Penutupan jalan dilakukan pada saat rangkaian tamu kenegaraan melintas setelah itu normal kembali. Tidak ada rekayasa yang dipersiapkan khusus. Rangkaian kenegaraan dijadwalkan melintas pada pukul 11.00 WIB.
Masyarakat diimbau tetap mematuhi aturan berlalu lintas dan mengikuti instruksi dari petugas di lapangan yang disebar untuk membantu kelancaran seluruh aktivitas, baik aktivitas kenegaraan maupun aktivitas masyarakat pada umumnya.
Kunjungan Presiden Belarusia ke Indonesia
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenko di Gedung Pancasila, Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026). Pertemuan bilateral ini membahas finalisasi agenda kunjungan Kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2026.
Ketibaan Presiden Belarus ini direncanakan akan diterima langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Pembahasan kedua menteri juga menyangkut sejumlah kerja sama yang akan menjadi hasil dalam lawatan Presiden Lukashenko.
“Dalam pertemuan tersebut, kedua Menteri membahas persiapan penyelenggaraan kunjungan kenegaraan, termasuk beberapa kerja sama yang akan menjadi deliverables kunjungan,” tulis pernyataan resmi Kemlu RI, Selasa.
Selain membahas agenda kunjungan kenegaraan, kedua menteri turut menjajaki peluang penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Belarus di berbagai sektor, meliputi ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, kebudayaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Road Map untuk Kerja Sama Indonesia-Belarus
Salah satu agenda penting yang dipersiapkan dalam kunjungan Presiden Lukashenko adalah peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030. Dokumen tersebut diharapkan menjadi kerangka kerja sama jangka menengah untuk mendorong implementasi berbagai program yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Sugiono dan Ryzhenko juga bertukar pandangan mengenai sejumlah isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama. Kedua menteri meyakini kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko akan menjadi momentum untuk mempererat hubungan Indonesia-Belarus sekaligus menghasilkan kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Belarus sendiri merupakan salah satu mitra Indonesia di kawasan Eurasia dan anggota penting Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Hubungan ekonomi kedua pihak diperkirakan akan semakin berkembang setelah Indonesia dan EAEU menandatangani Persetujuan Perdagangan Bebas Indonesia–EAEU pada Desember 2025.
Perjanjian perdagangan ini untuk membuka peluang ekspor dan menghapus hambatan tarif antara Indonesia dan negara-negara blok EAEU (Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan). Perjanjian ini memberikan keunggulan kompetitif bagi produk ekspor Indonesia seperti minyak sawit (CPO) dan turunannya, karet alam, kopi, kakao, tekstil, alas kaki, produk perikanan, furnitur, dan produk elektronik.








Discussion about this post