klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Politik

Kapal tanker Malaysia melintasi Selat Hormuz, Iran Tak Lupa Teman

Redaksi by Redaksi
13 April 2026 - 14:12
Reading Time: 4 mins read
0
Kapal tanker Malaysia melintasi Selat Hormuz, Iran Tak Lupa Teman

Kapal Tanker Petronas Melintasi Selat Hormuz, Tanda Diplomasi yang Berjalan



Sebuah kapal tanker yang disewa oleh Petronas untuk mengangkut minyak mentah dari Irak telah melintasi Selat Hormuz menuju Johor, Malaysia. Pelayaran kapal bernama Ocean Thunder ini terjadi setelah Iran memberikan izin kepada kapal-kapal berbendera negara-negara tertentu untuk melintasi jalur laut strategis tersebut.

Kabar ini diumumkan oleh Kedutaan Besar Iran di Kuala Lumpur melalui unggahan di X, pada Senin (06/04). Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa Republik Islam Iran tidak melupakan teman-temannya. “Kapal Malaysia pertama telah melintasi Selat Hormuz,” tulisnya dalam bahasa Inggris dan Melayu.

Ocean Thunder memuat sekitar satu juta barel minyak mentah Basrah Heavy pada 2 Maret dan diperkirakan akan membongkar muatannya di Pengerang, Johor, pada pertengahan April, menurut data Kpler. Kapal tanker itu—yang menurut data disewa oleh unit Petronas, Petco—termasuk di antara tujuh kapal terkait Malaysia yang telah mendapat izin dari Iran untuk melintasi selat tersebut, kata dua narasumber kepada Reuters.

Ketujuh kapal tersebut terkait dengan perusahaan-perusahaan Malaysia, termasuk Petronas, Vantris Energy, dan MISC.

Buah Diplomasi

Pada Maret lalu, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, atas izin yang diberikan kepada kapal tanker minyak Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz. Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengaitkan hal itu dengan “hubungan diplomatik yang baik dengan pemerintah Iran”, sebut media Malaysia.

Filipina adalah negara terkini yang mencapai kesepakatan dengan Iran. Pejabat Iran menjamin “pelintasan yang aman, tanpa hambatan, dan cepat” bagi kapal-kapal berbendera Filipina melalui jalur perairan tersebut, kata Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro. Kesepakatan tersebut—yang dicapai setelah “percakapan telepon yang sangat produktif” dengan Teheran pada Kamis (02/04)—sangat penting untuk membantu memastikan pasokan energi dan pupuk.

Filipina mengimpor 98% minyaknya dari Timur Tengah dan merupakan negara pertama yang menetapkan keadaan darurat energi nasional setelah harga bensin di negara itu mencapai lebih dari dua kali lipat sejak AS dan Israel menyerang Iran, akhir Februari lalu.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Iran Perbolehkan Kapal Malaysia, Thailand, dan Lima Negara Lain

Iran perbolehkan kapal Malaysia, Thailand, dan lima negara lain melintasi Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup. Namun, menurutnya, kapal-kapal yang terkait dengan negara-negara yang dianggap sebagai musuh atau pihak yang terlibat dalam konflik saat ini tidak akan diizinkan melintas.

Ia mengatakan bahwa kapal dari Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah negara Teluk yang berperan dalam krisis yang berlangsung tidak akan diberi izin transit. “Kami berada dalam keadaan perang. Kawasan ini adalah zona perang, dan tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal milik musuh dan sekutu mereka melintas. Namun selat tetap terbuka bagi pihak lainnya,” ujarnya pada 25 Maret lalu.

Filippina dan Pakistan: Kasus Menarik

Filipina, yang kerap dipandang sebagai sekutu AS, merupakan kasus menarik yang dapat menunjukkan bahwa Iran “bersedia melakukan pemisahan”, kata Roger Fouquet dari Energy Studies Institute, National University of Singapore. “Iran tampaknya membedakan antara aliansi sebuah negara dan partisipasi aktifnya dalam konflik,” sambungnya.

Negara-negara lain juga telah melakukan pembicaraan dengan Iran. Pakistan mengumumkan pada 28 Maret bahwa Iran telah menyetujui untuk mengizinkan 20 kapalnya melintasi Selat Hormuz. “Ini adalah isyarat yang positif dan konstruktif dari Iran dan patut diapresiasi,” kata Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar. “Dialog, diplomasi, dan langkah-langkah pembangunan kepercayaan seperti ini adalah satu-satunya jalan ke depan.”

Kapal Indonesia: Masih Dalam Proses

Iran juga secara terbuka menyambut kapal-kapal berbendera India yang melintasi selat tersebut. “Teman-teman India kami berada di tangan yang aman, tidak perlu khawatir,” tulis Kedutaan Besar Iran di India dalam sebuah unggahan di X pekan lalu.

Bagaimana dengan kapal Indonesia? Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita menyatakan pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri Indonesia sudah mulai membahas teknis pembebasan dua kapal tanker Pertamina yang masih terjebak di Selat Hormuz. Vega menyebut pemerintah mulai membahas teknis pembebasan kapal usai pemerintah Iran memberi respons positif atas upaya negosiasi Indonesia.

“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” kata Vega Pita sebagaimana dikutip kantor berita Antara di Jakarta, Sabtu (28/03).

Masih Ada Ketidakpastian

Belum jelas dalam kondisi apa sejumlah kapal berhasil melalui Selat Hormuz—dan apakah mereka membayar untuk melintasi selat tersebut. Pada akhir pekan, sebuah kapal Jepang yang membawa gas alam cair melintasi Selat Hormuz, kata perusahaan pelayaran Mitsui OSK Lines kepada BBC. “Keselamatan kapal dan seluruh awak telah dipastikan,” kata perusahaan tersebut, tanpa memberikan komentar apakah ada pembayaran dan bagaimana awak kapal memperoleh pelintasan yang aman.

Namun, ekonom energi Roc Shi dari University of Technology Sydney mencatat bahwa meskipun kesepakatan sejumlah negara dan pemerintah Iran menandai “terobosan diplomatik”, itu bukanlah penyelesaian masalah. Masih belum diketahui seberapa lama jaminan-jaminan ini akan bertahan dan bagaimana operasi militer di kawasan tersebut akan memengaruhinya, katanya.

Apalagi, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan Iran jika negara itu tidak membuka Selat Hormuz bagi semua kapal, pada Selasa (07/04) waktu Washington DC atau Rabu (08/04) pukul 07.00 WIB.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Analis: Pergeseran Listyo Sigit dan Pratikno untuk Mengecilkan Pengaruh Poros Solo
Politik

Analis: Pergeseran Listyo Sigit dan Pratikno untuk Mengecilkan Pengaruh Poros Solo

4 Oktober 2026 - 04:55
MK Telusuri Dokumen Pendidikan Gibran, Kemendikdasmen Sebut Hanya Ada Sertifikat Kehadiran dari UTS Insearch
Politik

MK Telusuri Dokumen Pendidikan Gibran, Kemendikdasmen Sebut Hanya Ada Sertifikat Kehadiran dari UTS Insearch

4 Oktober 2026 - 02:55
Penempatan Listyo Sigit di KSP Dinilai Tunjukkan Prabowo Pakai Ukuran Pragmatis
Politik

Penempatan Listyo Sigit di KSP Dinilai Tunjukkan Prabowo Pakai Ukuran Pragmatis

3 Oktober 2026 - 00:55
Prabowo Lantik Pimpinan Wantimpres dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Rocky Gerung Hadir di Istana
Politik

Prabowo Lantik Pimpinan Wantimpres dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Rocky Gerung Hadir di Istana

2 Oktober 2026 - 20:55
MK Tolak Permintaan Hadirkan Gibran di Sidang Sengketa Pemilu Denny Indrayana
Politik

MK Tolak Permintaan Hadirkan Gibran di Sidang Sengketa Pemilu Denny Indrayana

2 Oktober 2026 - 04:55
Listyo Sigit Tanggapi Isu Pergantian Jabatan, Sebut KSP sebagai Tugas Kehormatan
Politik

Listyo Sigit Tanggapi Isu Pergantian Jabatan, Sebut KSP sebagai Tugas Kehormatan

2 Oktober 2026 - 02:55
Next Post
Dinas Catatan Sipil Tak Lagi Gunakan Antrean Manual, Ini Cara Daftar Online KTP Elektronik

Dinas Catatan Sipil Tak Lagi Gunakan Antrean Manual, Ini Cara Daftar Online KTP Elektronik

Wajah Pemukul Dadang Saat Nikahan Anaknya Tampak Kesakitan

Wajah Pemukul Dadang Saat Nikahan Anaknya Tampak Kesakitan

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com