Fenomena Mobil Tiongkok di Indonesia
Mobil Tiongkok kini semakin menancapkan kehadirannya di pasar otomotif Indonesia. Dulu, produk-produk dari Tiongkok dianggap sebagai mobil murah dengan kualitas rendah. Namun kini, mereka hadir dengan desain yang menarik, kualitas yang memadai, serta harga yang kompetitif. Banyak merek mobil Tiongkok mulai mendarat di Tanah Air, menandai gelombang serangan pabrikan Tiongkok di sektor otomotif.
Tidak hanya menyediakan jaringan dealer dan layanan purna jual, beberapa merek juga menawarkan jasa pembiayaan serta menjamin nilai tukar mobil. Perkembangan ini mulai terlihat dengan peningkatan pesat dalam penjualan mobil Tiongkok di Indonesia. Dari 50 ribu unit pada 2024 (6%) menjadi 113 ribu unit pada 2025 (14%).
Peningkatan ini terjadi di tengah penurunan penjualan mobil secara nasional, yang turun dari 865 ribu unit menjadi 803 ribu unit atau turun sebesar 7%. Hal ini membuat banyak orang mengamati data tersebut. Beberapa penafsiran muncul, seperti pergeseran minat konsumen terhadap mobil Tiongkok, meningkatnya kepercayaan terhadap merek mobil Tiongkok, serta dorongan momentum yang tepat untuk membeli mobil Tiongkok seiring meningkatnya kebutuhan akan efisiensi.
Dari segi teknis, faktor manfaat instan yang biasanya dimiliki mobil Tiongkok menjadi solusi bagi banyak pengguna. Mulai dari kepraktisan teknologi kendaraan listrik hingga mesin hybrid dengan jarak tempuh yang tinggi. Selain itu, regulasi lalu lintas yang mendukung mobil listrik bebas ganjil genap serta insentif pajak yang membuat daya tarik mobil listrik sangat tinggi.
Harga yang kompetitif dan unsur kebaruan juga membuat semakin banyak konsumen tertarik untuk memiliki mobil Tiongkok. Fenomena ini mendorong dilaksanakannya program editorial bertema Parade Chindo, yaitu parade mobil Tiongkok yang telah berhasil meraih pangsa pasar di tanah air.
Ulasan bisnis i diulas dalam berbagai media, baik YouTube maupun media sosial, website hingga media cetak Tabloid OTOMOTIF. Istilah “Chindo” berasal dari ranah media sosial yang merujuk pada kalangan keturunan Tionghoa. Adopsi istilah ini dalam program ini merujuk pada produk-produk mobil Tiongkok yang beredar di Indonesia. Ada yang disebut buatan Indonesia atau merek Indonesia, namun semua memiliki asal-usul sebagai mobil dari Tiongkok.
Selain itu, istilah ini juga merujuk pada proses produksi di mana mobil berasal dari Tiongkok dan dirakit di Indonesia. Dalam Parade Chindo ini, mobil yang diulas tidak terbatas pada brand atau teknologi yang diusung. Mengingat mobil Tiongkok masuk ke pasar Indonesia melalui berbagai merek, segmen, teknologi, dan harga. Hampir setiap brand memiliki produk unggulan yang sukses di pasaran.
Ada 14 produk yang berpartisipasi dalam Parade Chindo oleh i. Yaitu Aletra L8, BAIC BJ30, BYD M6, Changan Lumin, Geely Starray, Chery J6T, GWM Ora 3, iCAR V23, Jaecoo J5, Jetour T2, Maxus Mifa 9, Polytron G3+, Wuling Darion EV, dan XPeng X9. Salah satu ulasannya bisa disimak dalam video berikut.










Discussion about this post