Jakarta menjadi panggung kemenangan legenda Arsenal atas legenda Manchester United dalam laga persahabatan bertajuk 2026 Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (10/10). Tim yang dikomandoi Thierry Henry itu menang 3-2, meski pertandingan tidak dihadiri penonton dalam jumlah penuh seperti kapasitas GBK pada umumnya.
Arsenal Legends membuka keunggulan lewat Emmanuel Adebayor pada menit ke-10. Keadaan sempat berbalik untuk United Legends setelah Ashley Young mencetak gol cepat pada menit ke-5, namun Santi Cazorla membawa Arsenal kembali unggul pada menit ke-29. Duel dua tim mantan bintang Eropa itu juga diwarnai gol dari Radamel Falcao pada menit ke-65 untuk menyamakan kedudukan, sebelum Jermaine Pennant memastikan kemenangan Arsenal pada menit ke-74.
Usai pertandingan, Thierry Henry menilai atmosfer di stadion tetap terasa hidup. Ia mengapresiasi para pendukung yang datang langsung ke GBK untuk menyaksikan aksi para eks pemain dua klub besar Inggris tersebut. Henry juga menyebut suara suporter Manchester United terdengar cukup jelas sejak awal laga.
“Atmosfer pertandingan sangat bagus. Pada awal pertandingan, ada banyak suporter Manchester United yang bernyanyi. Suara mereka terdengar jelas dari sisi stadion,” ujar Henry. Ia menambahkan bahwa yang paling penting dari laga seperti ini adalah seluruh pemain bisa tampil tanpa mengalami cedera serius. “Secara keseluruhan, suasananya sangat bagus. Saya juga senang karena tidak ada pemain yang mengalami cedera serius dalam pertandingan seperti ini. Itu sangat penting.”
Partai ini mempertemukan North London Legends dengan United Legends dalam suasana yang lebih santai dibanding duel resmi, tetapi tetap menyedot perhatian karena nama-nama besar yang hadir. Di kubu Arsenal, Henry ditemani sejumlah legenda lain, sementara Manchester United membawa deretan sosok populer seperti Rio Ferdinand dan Ryan Giggs. Nama Robert Pires dan Gilberto Silva juga ikut menambah daya tarik laga tersebut.
Meski deretan bintang yang turun ke lapangan berkelas internasional, GBK tidak terlihat penuh. Namun, pertandingan ini tetap menjadi bagian dari rangkaian kedatangan legenda sepak bola dunia ke Indonesia. Sebelumnya, Jakarta juga sempat disambangi para mantan pemain dari berbagai klub dan negara, termasuk legenda Barcelona seperti Cristian Tello, Javier Saviola, Ricardo Quaresma, Patrick Kluivert, Phillip Cocu, dan Vitor Baia, serta beberapa mantan pemain lain seperti Ronaldo, Alessandro Del Piero, Fabio Cannavaro, Franck Ribery, dan David Silva.
Kehadiran tim-tim besar dan para legenda itu menunjukkan Indonesia masih punya tempat penting di mata sepak bola dunia. Basis penggemar yang besar dari klub-klub elite Eropa menjadi alasan mengapa lawatan semacam ini terus dinantikan, baik oleh penyelenggara maupun penonton lokal.








Discussion about this post