klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home News

DPR Desak Usut Tuntas Kasus Kematian Siswa SD di Pemalang, Soroti Dugaan Perundungan dan Sanksi Sekolah

by
11 Oktober 2026 - 08:55
Reading Time: 2 mins read
0
DPR Desak Usut Tuntas Kasus Kematian Siswa SD di Pemalang, Soroti Dugaan Perundungan dan Sanksi Sekolah

Komisi X DPR RI meminta kasus meninggalnya Aqib, siswa SD berusia 7 tahun di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, diusut sampai tuntas setelah muncul sejumlah kejanggalan dalam penanganannya. Anak itu disebut meninggal pada 30 September 2026 dan diduga menjadi korban perundungan. DPR menyoroti tidak sinkronnya keterangan soal jumlah terduga pelaku, serta penanganan pihak sekolah dan pemerintah daerah yang dinilai belum memberi jawaban memadai bagi keluarga korban.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Maria Yohana Esti Wijayanti, mengatakan pihaknya telah mendatangi rumah keluarga korban untuk menggali keterangan langsung. Dari hasil pertemuan itu, keluarga masih meyakini ada tiga anak yang sempat disebut terlibat, sementara proses hukum sejauh ini menetapkan dua anak sebagai anak yang berhadapan dengan hukum. Esti menilai perbedaan ini harus diperjelas melalui pemeriksaan yang lebih teliti agar tidak menyisakan tanda tanya.

“Yang pertama kalau tadi kita mendengar ada soal korban dan pelaku, lalu dinyatakan pelaku sebenarnya tiga orang, tetapi yang kemudian menghadapi menjadi anak yang berhadapan dengan hukum itu adalah dua orang,” kata Esti, dikutip TribunTrends dari kanal YouTube KompasTV, Minggu, 11 Oktober 2026. Ia menegaskan, keterangan keluarga dan hasil pemeriksaan tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri-sendiri tanpa penjelasan yang terang.

Ahmad Doli Kurnia dari Fraksi Partai Golkar juga memberi perhatian pada selisih informasi tersebut. Menurut dia, ada indikasi persoalan dalam keterbukaan penanganan perkara yang harus ditelusuri. DPR, kata Doli, tidak ingin keluarga korban justru dibuat semakin bingung karena informasi yang beredar berubah-ubah. Ia meminta pemerintah daerah memastikan seluruh fakta dibuka secara transparan dan tidak berhenti pada penjelasan yang bersifat administratif.

Selain soal terduga pelaku, DPR ikut mengkritik tindak lanjut terhadap kepala sekolah tempat Aqib bersekolah. Doli menilai sanksi berupa pemindahan tugas terlalu ringan jika belum ada pemeriksaan menyeluruh mengenai tanggung jawab pimpinan sekolah dalam merespons dugaan kekerasan. Ia bahkan menyebut penanganan pemerintah daerah terkesan tidak serius. Esti menambahkan, surat tertanggal 6 Oktober 2026 yang ia lihat menunjukkan kepala sekolah itu lolos seleksi untuk kembali menjadi kepala sekolah, meski belum jelas di mana penugasannya.

Esti menilai pembicaraan soal kemungkinan kepala sekolah kembali menjabat sebaiknya ditunda sampai proses pemeriksaan rampung. Ia juga meminta guru yang pertama kali menangani kondisi korban ikut diperiksa, karena keluarga menyebut Aqib sempat mengalami pendarahan pada hidung dan ada guru yang mengetahui keadaan itu. Setelah kejadian, korban disebut tidak lagi masuk sekolah, tetapi tidak ada pihak yang datang memeriksa kondisinya saat absen.

Menurut keterangan keluarga yang disampaikan kepada Esti, sempat pula ada dugaan arahan agar korban mengaku jatuh bila ditanya orang tua. Informasi itu, kata dia, perlu diuji dalam pemeriksaan resmi. DPR menilai kasus ini menjadi alarm bahwa perlindungan anak di sekolah belum berjalan efektif. Karena itu, Komisi X mendesak agar sekolah, dinas pendidikan, pemerintah daerah, dan pihak terkait lain diperiksa secara menyeluruh agar tanggung jawab masing-masing dapat dipastikan dengan adil.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend

Related Posts

Fatieh Aton, Selebgram Aceh yang Dikenal Mandiri dan Menolak Lamaran Bedu
News

Fatieh Aton, Selebgram Aceh yang Dikenal Mandiri dan Menolak Lamaran Bedu

11 Oktober 2026 - 10:55
Mengenal Danya Assegaf, Pebisnis Fesyen yang Kini Menjadi Istri Aufar Hutapea
News

Mengenal Danya Assegaf, Pebisnis Fesyen yang Kini Menjadi Istri Aufar Hutapea

11 Oktober 2026 - 06:55
AS Kaji Dua Opsi Serangan Militer terhadap Iran, dari Operasi Singkat hingga Kampanye Lebih Luas
News

AS Kaji Dua Opsi Serangan Militer terhadap Iran, dari Operasi Singkat hingga Kampanye Lebih Luas

11 Oktober 2026 - 02:55
Kejagung Serahkan 5 Tersangka Kasus Motor Listrik Program MBG ke Jaksa Penuntut Umum
News

Kejagung Serahkan 5 Tersangka Kasus Motor Listrik Program MBG ke Jaksa Penuntut Umum

11 Oktober 2026 - 02:55
Al-Sisi Tiba di Jakarta, Indonesia dan Mesir Siapkan Pembahasan Kerja Sama Strategis
News

Al-Sisi Tiba di Jakarta, Indonesia dan Mesir Siapkan Pembahasan Kerja Sama Strategis

11 Oktober 2026 - 00:55
Yoo Seung Ho dan Lim Se Joo Ternyata Pernah Menjalin Hubungan Selama Enam Tahun
News

Yoo Seung Ho dan Lim Se Joo Ternyata Pernah Menjalin Hubungan Selama Enam Tahun

10 Oktober 2026 - 22:55
Next Post
Timnas Putri Indonesia Tahan Armenia Tanpa Gol di Yordania, Fokus ke Laga Kontra Tuan Rumah

Timnas Putri Indonesia Tahan Armenia Tanpa Gol di Yordania, Fokus ke Laga Kontra Tuan Rumah

Harga BBM Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell Masih Tetap pada 11 Oktober 2026

Harga BBM Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell Masih Tetap pada 11 Oktober 2026

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com