Timnas putri Indonesia membuka agenda FIFA Matchday dengan hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Armenia di Aqaba Stadium, Yordania, Sabtu (10/10/2026). Laga ini menjadi ujian awal Garuda Pertiwi dalam rangkaian pertandingan tandang yang digelar di Yordania, sebelum melanjutkan duel berikutnya melawan tuan rumah pada Selasa (13/10/2026).
Skuad asuhan Akira Higashiyama membawa 23 pemain untuk pertandingan ini. Sejumlah nama yang selama ini rutin dipanggil tetap menghiasi daftar, meski komposisinya tidak sepenuhnya lengkap. Dari pemain yang berkarier di luar negeri, hanya tiga yang masuk dalam rombongan, yakni Claudia Scheunemann, Felicia de Zeeuw, dan Isa Warps. Namun, pemain-pemain yang merumput di Amerika Serikat tidak ikut tampil karena masih terikat jadwal bersama klub masing-masing.
Di laga kontra Armenia, Viny Silfianus dipercaya memimpin tim sebagai kapten dan langsung turun sejak menit awal. Lini belakang Indonesia diisi Laiya Masykuroh di bawah mistar, dengan empat bek Gea Yumanda, Remini Rumbewas, Helsya Maesyaroh, dan Pauline van de Pol. Sementara itu, sektor depan mengandalkan kombinasi Isa Warps, Sheva Imut, dan Estella Loupatty untuk membongkar pertahanan lawan.
Menariknya, Claudia Scheunemann tidak tercantum dalam daftar susunan pemain pada pertandingan ini. Meski begitu, Indonesia tetap mampu menjaga keseimbangan permainan menghadapi Armenia yang berada di peringkat 147 FIFA. Sejak awal, Garuda Pertiwi tidak tampil inferior dan mampu menahan ritme permainan lawan di sepanjang babak pertama.
Kesempatan terbaik Indonesia pada paruh pertama lahir lewat Felicia de Zeeuw, tetapi sepakannya belum menemui sasaran. Hingga turun minum, kedua tim masih sama kuat 0-0. Selepas jeda, Indonesia mencoba menaikkan tempo serangan dengan memasukkan Marsela Awi untuk menambah daya dobrak.
Upaya tersebut membuat permainan Indonesia lebih agresif, tetapi gol tetap tak kunjung hadir. Memasuki menit ke-75, papan skor masih menunjukkan kedudukan yang sama. Sampai peluit panjang dibunyikan, baik Indonesia maupun Armenia gagal memecah kebuntuan, sehingga laga berakhir 0-0. Hasil ini menjadi modal evaluasi sebelum Garuda Pertiwi kembali tampil menghadapi Yordania pada pertandingan berikutnya.










Discussion about this post