Bangladesh datang ke FIFA ASEAN Cup 2026 dengan status underdog, tetapi mereka memiliki satu nama yang paling menonjol di antara para pemain lain: Hamza Choudhury. Gelandang berusia 29 tahun itu menjadi sorotan karena rekam jejaknya bersama Leicester City dan kini memperkuat Sheffield United. Bagi Bangladesh, Choudhury bukan hanya pemain berpengalaman, melainkan juga sosok yang diharapkan bisa mengangkat level tim saat bertemu Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (1/10/2026).
Sejak awal turnamen, Bangladesh memang diperkirakan sulit bersaing. Negara Asia Selatan itu berada di urutan 181 ranking FIFA, dan hasil dua laga pertama Grup A mempertegas jarak mereka dengan tim-tim Asia Tenggara. Anak asuh Thomas Dooley kalah 0-3 dari Malaysia, lalu takluk 0-1 dari Singapura. Dari dua pertandingan itu, terlihat bahwa Macan Bengal masih tertinggal dari lawan-lawannya dalam hal pengalaman dan kualitas permainan.
Di tengah situasi tersebut, Choudhury muncul sebagai pembeda. Ia adalah produk akademi Leicester City dan mulai menembus tim utama pada 2017, tepat setelah klub itu menjuarai Premier League 2015/16. Sejak saat itu, ia menjadi bagian dari skuad yang bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris. Pengalamannya jauh lebih kaya dibanding sebagian besar pemain Bangladesh lain yang mayoritas berasal dari liga domestik dan minim jam terbang internasional.
Jejak trofi Choudhury juga tergolong paling mentereng di turnamen ini. Ia ikut dalam skuad Leicester City saat meraih Piala FA 2020/21 di bawah Brendan Rodgers, lalu menambah koleksi dengan Community Shield 2021. Bersama Enzo Maresca, ia juga merasakan gelar Divisi Championship musim 2023/24. Rangkaian pencapaian itu membuatnya punya reputasi sebagai pemain dengan pengalaman kompetitif yang sangat berbeda dari kebanyakan anggota skuad Bangladesh.
Perjalanan karier Choudhury kemudian memasuki babak baru pada 2025. Setelah sebelumnya pernah membela Timnas Inggris U-21, ia memilih mengenakan seragam Bangladesh, negara leluhurnya. Keputusan itu membuatnya langsung menjadi figur penting di tim nasional, apalagi di tengah skuad yang lebih banyak bertumpu pada pemain lokal. Dalam konteks turnamen ini, ia dapat disebut sebagai pemain yang paling layak diandalkan Bangladesh.
Menjelang laga melawan Indonesia, Choudhury tak menutupi antusiasmenya. Ia menyebut pertandingan itu sebagai pengalaman yang dinanti, terutama karena atmosfer stadion diperkirakan jauh lebih ramai. Ia juga mengakui kualitas Indonesia yang dihuni banyak pemain dengan karier di liga-liga top Eropa. Dengan kondisi tersebut, duel di Jakarta bukan hanya menjadi ujian bagi Bangladesh, tetapi juga panggung bagi Choudhury untuk menunjukkan pengaruhnya saat menghadapi salah satu tim terkuat di grup.
Sumber: www.bolasport.com










Discussion about this post