Ribuan Bobotoh Memadati Jalan Asia-Afrika
Ribuan bobotoh memadati kawasan Jalan Asia-Afrika, Bandung sejak pagi hari. Mereka hadir untuk menyaksikan parade piala tiga kali berturut-turut yang diraih oleh Persib Bandung. Kehadiran mereka terlihat dari berbagai sudut jalan, dengan banyak dari mereka berdiri atau duduk di trotoar sambil menantikan momen spesial ini.
Di kawasan tersebut, para penggemar Persib mengenakan seragam biru yang menjadi identitas mereka. Mulai dari syal, jersey hingga topi, semua berwarna biru. Selain itu, flare biru juga terus menyala dan membuat suasana semakin meriah. Bunyi terompet dan yel-yel kemenangan terdengar dari berbagai penjuru.
Euforia tidak hanya terasa di jalanan, tetapi juga di sekitar hotel yang berada di dekat kawasan Asia Afrika. Banyak tamu hotel keluar menuju balkon dan pelataran bangunan untuk menyaksikan parade juara yang mengubah pusat Kota Bandung menjadi pesta terbuka. Di balkon hotel, beberapa orang melambaikan tangan dan mengibarkan bendera Persib ke arah kerumunan di bawah.
Di tengah euforia tersebut, aparat kepolisian dan petugas keamanan berkali-kali mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban. Imbauan disampaikan melalui pengeras suara, meminta bobotoh tidak saling dorong dan menjaga keselamatan selama konvoi berlangsung.
Rombongan Viking Bogor Ikut Merayakan
Di antara ribuan bobotoh yang datang dari berbagai daerah, Olied (34) memilih berdiri di sekitar JPO untuk menyaksikan parade juara Persib Bandung dari dekat. Perjalanannya menuju Bandung bukan tanpa perjuangan. Bersama rombongan bobotoh dari Citereup, Kabupaten Bogor, ia berangkat setelah lebih dulu menggelar nonton bareng dan konvoi kemenangan di daerahnya.
“Kemarin habis nobar dulu di Citereup, terus lanjut konvoi di sana. Beres konvoi, jalan ke Bandung dari jam 12 malam,” kata Olied saat ditemui di kawasan Asia Afrika, Minggu (24/5/2026).
Perjalanan dari Bogor menuju Bandung ditempuh sekitar lima jam. Saat tiba menjelang subuh, suasana Bandung ternyata sudah ramai oleh bobotoh yang menanti parade. “Jam 5 subuh sudah sampai sini. Memang pengennya di JPO, biar bisa lihat pusat euforianya,” ujarnya.

Olied datang bukan sendirian. Satu bus berisi komunitas bobotoh dari Bogor turut dibawanya untuk merayakan gelar juara Persib musim ini. Baginya, momen tersebut terlalu sayang dilewatkan. “Memang sengaja datang satu bus. Dari komunitas Viking Bogor,” katanya.
Meski Persib akhirnya memastikan gelar juara, Olied mengaku sempat dibuat tegang saat pertandingan penentuan berlangsung. Selisih poin yang tipis dengan Borneo FC membuatnya tak bisa tenang sepanjang laga. “Deg-degan banget. Soalnya cuma selisih dua poin,” kata dia.
Apalagi, di saat bersamaan pesaing Persib meraih kemenangan telak. Namun, sedikit pun ia tidak membayangkan Maung Bandung kalah di kandang sendiri. “Enggak kepikiran kalah. Harus optimistis, main di kandang sendiri masa kalah,” ujar dia.
Kepercayaan pada Pemain Muda
Olied berharap pemain muda yang menurutnya punya sentuhan penting di lini depan Persib, yakni Bechkam Putra. Kecintaan Olied terhadap Persib rupanya bukan sekadar euforia sesaat. Ia mengaku selalu datang ketika Persib meraih momen besar, termasuk saat perayaan juara sebelumnya.
“Alhamdulillah, waktu di Gelora Bung Karno (GBK) datang. Kemarin di sini datang lagi. Ini ketiga kalinya,” ujar dia.
Olied juga membawa sang buah hati ikut dalam perayaan tersebut. Baginya, mendukung Persib sudah menjadi tradisi keluarga yang diwariskan turun-temurun. “Versi tradisi orang Sunda, Persib mah bahasa hate,” kelakarnya.
Menjelang parade dimulai, Olied berharap seluruh bobotoh bisa menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung. Ia juga menitipkan doa agar perjalanan pulang rombongannya ke Bogor berjalan lancar. “Semoga tertib di jalan. Buat kita yang pulang ke Bogor, mudah-mudahan selamat sampai tujuan. Persib juara,” kata dia.










Discussion about this post