Nama Hajime Moriyasu sempat masuk radar Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk mengisi kursi pelatih timnas, tetapi media Jepang melaporkan bahwa pelatih Timnas Jepang itu tidak akan berlabuh ke Harimau Malaya. Kabar ini muncul di tengah pencarian FAM untuk menemukan pelatih permanen, setelah posisi tersebut ditinggalkan Peter Cklamovski dan kini masih dipegang sementara oleh Tan Cheng Hoe, yang sudah mendampingi tim saat tampil di FIFA ASEAN Cup 2026.
Ketertarikan Malaysia terhadap Moriyasu sebelumnya menjadi sorotan karena rekam jejaknya dianggap mentereng di level internasional. Ia sudah menangani Jepang dalam dua edisi Piala Dunia dan dua edisi Piala Asia. Di bawah arahannya, Jepang disebut mampu mencapai fase gugur Piala Dunia 2022 dan 2026, sebuah capaian yang membuat namanya dinilai cocok untuk tim yang sedang membangun ulang fondasi kepelatihan.
Laporan awal mengenai peluang Moriyasu ke Malaysia mencuat dari media Jepang, Sakanowa. Media itu menyinggung kontrak Moriyasu bersama tim nasional Jepang yang disebut akan berakhir setelah Piala Asia 2027. Dari situ, spekulasi mengenai masa depannya berkembang, termasuk kemungkinan hijrah ke Asia Tenggara untuk menangani Malaysia.
Meski begitu, FAM belum memberi penjelasan rinci soal pembicaraan dengan Moriyasu. Harian Metro, media setempat, bahkan menulis dengan nada membantah adanya negosiasi yang sudah berjalan. Dalam laporannya, media itu menyebut, “Moriyasu dikaitkan dengan Harimau Malaya, FAM bantah ada pembicaraan,” menandakan bahwa isu tersebut masih berada pada tahap rumor dan belum mengarah pada kesepakatan apa pun.
Di sisi lain, media Jepang Nikkan Gendai justru melaporkan hal berbeda. Menurut media itu, Moriyasu tidak memilih Malaysia sebagai tujuan karier berikutnya. Ia disebut lebih dekat dengan Sint-Truiden, klub Liga Belgia yang dimiliki perusahaan Jepang, DMM.com. Nama klub tersebut selama ini dikenal sebagai jalur bagi banyak pemain Jepang untuk meniti karier di Eropa.
Sint-Truiden memang punya hubungan kuat dengan sepak bola Jepang. Sejumlah pemain seperti Takehiro Tomiyasu, Daichi Kamada, Zion Suzuki, Wataru Endo, dan Keito Nakamura pernah menjadi bagian dari jalur yang menghubungkan mereka ke lima liga top Eropa. Dalam laporan Nikkan Gendai, pemilik klub disebut ingin menjadikan Moriyasu sebagai sosok yang membuka peran serupa di level pelatih, bukan pemain. Namun, sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak klub maupun dari Moriyasu.
Dengan situasi tersebut, masa depan kursi pelatih Malaysia masih belum jelas. FAM disebut tetap mencari kandidat yang paling tepat, sementara nama Moriyasu belum sepenuhnya tertutup dari daftar pertimbangan. Meski begitu, kabar terbaru dari Jepang menunjukkan bahwa peluang Malaysia untuk mendapatkan pelatih berpengalaman itu tampak semakin kecil.








Discussion about this post