Como 1907 kembali meraih kemenangan setelah hampir sebulan tanpa tiga poin. Tim asuhan Cesc Fabregas menundukkan Fiorentina 3-1 pada pekan ketujuh Liga Italia di Stadion Artemio Franchi, Minggu (18/10/2026), lewat kontribusi besar Nico Paz dan Mattia Liberali. Hasil ini juga menjaga Como tetap berada di papan atas klasemen, dengan selisih kurang dari lima poin dari pemuncak sementara, Inter Milan.
Laga di Firenze menjadi panggung utama bagi Liberali. Winger berusia 19 tahun itu mencetak gol pembuka pada menit ke-32 dalam penampilan starter pertamanya untuk Como. Ia menusuk dari sisi kiri, melewati adangan bek sayap Fiorentina, Viery, lalu melepaskan sepakan melengkung yang bersarang di pojok bawah gawang David de Gea. Bagi Liberali, gol itu terasa spesial karena ia baru bergabung dari Catanzaro pada bursa musim panas dengan nilai transfer 6 juta euro.
Empat menit setelah gol pembuka, giliran Nico Paz memperlebar jarak. Gelandang serang asal Argentina yang kerap disebut sebagai titisan Lionel Messi itu menuntaskan umpan silang Alex Valle dengan sundulan lob yang menipu De Gea. Aksi tersebut terbilang tidak biasa, mengingat Paz lebih sering dikenal lewat kreativitas dan sentuhan kaki kirinya ketimbang duel udara.
Fiorentina sempat mencoba bangkit menjelang turun minum. Marin Pongracic memperkecil ketertinggalan pada menit ke-42, lalu di masa tambahan babak pertama ia kembali mencetak gol yang sempat membuat skor tampak imbang 2-2. Namun, wasit menganulir gol kedua bek tuan rumah itu karena posisi offside lebih dulu terjadi. Como pun tetap menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-1.
Keunggulan tim tamu kembali melebar pada awal babak kedua. Serangan balik Como berawal dari intersep Luis Milla Manzanares yang merebut bola dari lawan dan mengalirkannya kepada Liberali. Dari situ, Liberali mengirim umpan matang kepada Paz, yang kemudian membawa bola dari tengah lapangan, membaca pergerakan Anastasios Douvikas di kanan, dan mengirimkan bola dengan tepat ke rekannya. Douvikas lalu masuk ke kotak penalti, melakukan gerakan tipuan untuk mengecoh bek, sebelum menembak keras melewati De Gea pada menit ke-56.
Skor 3-1 bertahan hingga akhir dan mengakhiri rentetan tiga laga tanpa kemenangan yang dialami Como selama 29 hari terakhir. Sebelumnya, mereka menundukkan Parma 2-1 pada pekan keempat, lalu melewati periode sulit dengan kalah 0-2 dari Frosinone pada 20 September 2026, imbang 0-0 melawan AS Roma pada 11 Oktober 2026, dan tumbang 2-3 dari Feyenoord di Liga Champions pada 14 Oktober 2026.
Kemenangan di Artemio Franchi memberi sinyal bahwa klub milik Grup Djarum itu masih sanggup bersaing di papan atas. Dengan performa Paz yang kembali menentukan serta kontribusi debut starter Liberali, Como pulang dengan tiga poin penting dan menjaga tekanan di jalur empat besar.










Discussion about this post