Nominasi Kiper Terbaik Super League 2025-2026 Memicu Kontroversi
Super League 2025-2026 telah memasuki akhir musim, dan ILeague telah mengumumkan daftar nominasi penghargaan individu yang akan diberikan. Salah satu kategori yang menjadi sorotan adalah kiper terbaik (Best Goalkeeper). Tiga nama yang masuk dalam nominasi adalah Nadeo Argawinata (Borneo FC), Igor Rodriguez (Persita Tangerang), dan Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta). Namun, pengumuman ini justru memicu pro dan kontra di kalangan penggemar sepak bola.
Beberapa kiper dengan catatan statistik yang menonjol justru tidak masuk dalam daftar nominasi. Misalnya, Teja Paku Alam dari Persib Bandung, yang mencatatkan 17 clean sheet (nirbobol) – jumlah terbanyak dalam kompetisi. Selain itu, Mike Hauptmeijer dari Bali United juga memiliki rekor yang patut diperhitungkan, dengan 128 penyelamatan, hanya kalah dari Nadeo yang mencatatkan 130 penyelamatan.
Kontroversi ini kemudian menyebar melalui media sosial, khususnya Instagram, di akun @bolalapak pada Rabu (20/5/2026). Banyak netizen menyampaikan pendapat mereka tentang kriteria pemilihan kiper terbaik. Beberapa dari mereka merasa bahwa kiper seperti Teja atau Mike seharusnya mendapatkan kesempatan untuk masuk dalam nominasi.
“Menurut saya, Nadeo layak sebagai kiper terbaik. Tapi setidaknya Teja harusnya masuk nominasi,” tulis @dhoooooooo.
“Saya bisa menerima jika Teja tidak masuk karena pertahanan timnya bagus dan sering mencatatkan clean sheet, tapi kenapa kiper Bali juga masuk? Apa yang dinilai?” ujar @andriwiratmoko.
“Masih bingung, kriterianya berdasarkan apa? Ada yang tahu?” tanya @gempursam.
“Kenapa Igor yang masuk, bukan Mike?” kata @praba.hr.
“Lebih pantas Mike daripada Igor,” tambah @slidingtacklewarriors.
“Nadeo oke, Cahya juga bisa diterima. Tapi kenapa Igor? Dari data statistik pun dia jauh di bawah Mike,” ujar @tzuhailee.
“Bahkan, Igor pernah bobol tiga gol saat melawan Persijap. Ini lucu sekali,” komentar @madmuks_.
Daftar Lengkap Nominasi Super League 2025-2026
Pemain Terbaik (Best Player)
– Mariano Peralta (Borneo FC)
– Juan Villa (Borneo FC)
– Federico Barba (Persib Bandung)
– Beckham Putra (Persib Bandung)
– Allano Lima (Persija Jakarta)
Pemain Muda Terbaik (Best Young Player)
– Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta)
– Rivaldo Pakpahan (Borneo FC)
– Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
Pelatih Terbaik (Best Coach)
– Bojan Hodak (Persib Bandung)
– Fabio Lefundes (Borneo FC)
– Paul Munster (Bhayangkara Presisi Lampung FC)
Kiper Terbaik (Best Goalkeeper)
– Nadeo Argawinata (Borneo FC)
– Igor Rodriguez (Persita Tangerang)
– Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
Gol Terbaik (Goal of the Season)
– Hokky Caraka (Persita Tangerang) – Pekan 15 saat melawan Persik Kediri
– Rendy Sanjaya (Persik Kediri) – Pekan 27 saat melawan Madura United
– M. Iqbal (PSIM Yogyakarta) – Pekan 33 saat melawan Madura United









Discussion about this post