Pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty selama ini kerap dipandang sebagai salah satu keluarga selebritas yang terlihat harmonis. Namun, perjalanan mereka menuju pernikahan ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Dalam sebuah pengakuan terbuka, Ashanty bercerita bahwa ia pernah berada di ambang membatalkan pernikahan dengan Anang, bahkan hanya sehari sebelum akad.
Pengakuan itu ia sampaikan saat mengenang masa awal hubungan mereka, termasuk momen saat Anang menyatakan cinta secara langsung di televisi. Kejadian tersebut berlangsung dengan bantuan dua sahabat Anang, almarhum Olga Syahputra dan Raffi Ahmad. Menurut Ashanty, keterlibatan keduanya membuat momen itu menjadi salah satu adegan yang paling dikenang publik di layar kaca.
Meski terlihat romantis dari luar, kondisi batin Ashanty kala itu belum sepenuhnya mantap. Ia mengaku belum berada pada fase cinta yang dalam, melainkan baru mulai nyaman dan perlahan membuka hati. Situasi itu membuatnya terkejut ketika harus memberi jawaban di depan kamera, di hadapan banyak orang dan sorotan penonton yang menyaksikan secara langsung.
“Almarhum Olga sama Raffi berjasa ke Mas Anang (karena membantu momen menyatakan cinta secara live),” kata Ashanty saat berbincang di YouTube TRANS TV Official, Jumat 16 Oktober 2026. Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya sempat bingung menjawab karena merasa belum sepenuhnya siap. “Aku jujur pada saat itu cinta mungkin belum ya, tapi lebih kayak aku mulai merasa nyaman, membuka hati,” ujarnya. Dalam tekanan suasana live, ia akhirnya memilih mengiyakan meski masih diliputi keraguan.
Keraguan itu justru memuncak menjelang hari pernikahan. Menurut Ashanty, malam sebelum akad ia tidak bisa tidur dan terus merasa ada yang salah dengan keputusannya. Dalam kondisi panik, ia sempat mengatakan kepada Anang bahwa dirinya mungkin tidak sanggup melanjutkan pernikahan. Yang mengejutkan, Anang tidak berusaha mendesaknya. Ia hanya menerima ucapan itu dengan tenang dan menjawab singkat bahwa jika memang begitu, maka semuanya oke.
Setelah itu, Ashanty mencari ibunya dan mengungkapkan rasa takut terbesar yang menghantuinya: bagaimana jika ia tidak bahagia setelah menikah. Sang ibu lalu menenangkannya dengan menekankan pentingnya restu keluarga. Keyakinan itu menjadi titik balik bagi Ashanty. Setelah mendengar nasihat ibunya, ia memutuskan tetap melangkah dan akhirnya melanjutkan pernikahan dengan Anang.
Kisah tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan rumah tangga yang kini tampak solid ternyata dibangun dari fase penuh kegamangan. Dari momen lamaran yang disiarkan langsung, kegelisahan menjelang akad, hingga keputusan bertahan setelah mendapat dukungan keluarga, Ashanty dan Anang melewati proses yang tidak sederhana sebelum akhirnya dikenal sebagai pasangan yang kerap disebut couple goals.










Discussion about this post