Nasib Kompol Dedy Kurniawan Setelah Video Viral
Video yang menampilkan Kompol Dedy Kurniawan sedang mengisap rokok elektrik bersama seorang perempuan menjadi sorotan publik. Isu bahwa rokok elektrik tersebut diduga mengandung narkoba memicu berbagai reaksi dan pertanyaan tentang tindakan yang akan diambil terhadap petugas kepolisian ini.
Kompol Dedy Kurniawan, yang sebelumnya bertugas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, kini terancam dipecat akibat insiden ini. Ia juga ditempatkan di ruang khusus (Patsus) sebagai langkah sementara hingga proses pemeriksaan selesai.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan sidang kode etik profesi terhadap Dedy. Meski begitu, belum ada informasi pasti mengenai jadwal sidang tersebut. “Masih berproses. Masih dipersiapkan kapan akan disidangkan,” ujarnya.
Mengenai kemungkinan pemecatan, Kombes Ferry belum bisa memastikan. Namun, berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Kompol Dedy ternyata sering melakukan pelanggaran. “Kita masih menunggu bagaimana hasilnya. Karena memang ada aturan beberapa kali melanggar bisa dipecat,” tambahnya.
Selain itu, Polda Sumut masih melakukan penyelidikan terkait vape yang diduga mengandung narkoba. Pihak kepolisian juga akan memeriksa perempuan yang ada dalam video tersebut. “Pasti akan diperiksa,” jelasnya.
Peristiwa yang Terjadi Tahun Lalu
Video yang merekam peristiwa tersebut direkam pada tahun 2025 lalu, ketika Kompol Dedy masih bertugas sebagai Kanit 1, Subdit III, Ditresnarkoba Polda Sumut. Saat itu, ia menangani kasus narkoba untuk mengungkap peredaran narkoba.
Namun, hari ini, Kompol DK sudah dimasukkan ke dalam penempatan khusus (Patsus) di Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut. “Yang bersangkutan sudah dipatsus hari ini,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Rabu (29/4/2026).
Meski peristiwa terjadi pada tahun 2025, proses etik tetap dilakukan karena apa yang dilakukan dianggap melanggar aturan. Selain menjalani penempatan khusus, Kompol DK juga diperiksa urine-nya, dan hasilnya negatif. Sedangkan hasil pemeriksaan rambut masih menunggu hasil dari Bidang Laboratorium Forensik (Labfor). “Hasil urine negatif.”
Reaksi Publik dan Proses Hukum
Video yang menunjukkan Kompol Dedy Kurniawan duduk bersama seorang wanita dan tampak seperti teler akibat mengonsumsi rokok elektrik mengundang banyak komentar di media sosial. Beberapa netizen menyampaikan kekecewaan terhadap tindakan petugas yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat.
Proses hukum terhadap Kompol Dedy Kurniawan masih berlangsung. Pihak kepolisian akan terus memperhatikan perkembangan kasus ini, termasuk hasil pemeriksaan laboratorium dan kesaksian dari pihak-pihak terkait.
Sebagai langkah awal, penempatan khusus (Patsus) diberlakukan untuk memastikan tidak ada tindakan lebih lanjut yang dapat merusak citra institusi. Semua proses ini dilakukan dengan harapan mendapatkan keadilan dan menjaga integritas polisi.









Discussion about this post