Kecelakaan di Perairan Banjarmasin Mengingatkan Pentingnya Keselamatan Kerja
Kecelakaan yang menimpa Prasetyo Adi Wibowo (24), seorang ABK KM Camara Nusantara 6, yang terjatuh di perairan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja di sektor maritim. Insiden ini terjadi pada Jumat (1/5) pukul 05.10 Wita, saat kapal sedang berada di area pelabuhan. Kejadian ini memicu operasi pencarian dan pertolongan yang melibatkan berbagai instansi dan organisasi.
Operasi Pencarian yang Melibatkan Banyak Pihak
Setelah menerima laporan tentang kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin langsung mengerahkan tim rescue untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari berbagai instansi seperti:
- Rescuer Kantor SAR Banjarmasin
- Pos TNI AL Banjarmasin
- Bakamla
- Ditpolair Polda Kalsel
- Satpolair Polresta Banjarmasin
- BPBD Kota Banjarmasin
- Borneo Rescue
- Bantuan dari rekan-rekan ABK KM Camara Nusantara 6
Tim gabungan menggunakan alat utama (alut) dan peralatan SAR air, termasuk RIB 01 Banjarmasin, peralatan selam, serta teknologi Aqua Eye untuk mendeteksi keberadaan objek di bawah permukaan air.
Penemuan Jasad Korban
Hingga Sabtu pagi (2/5) pukul 07.30 Wita, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan posisi jasad korban. Setelah dievakuasi dari perairan, jasad langsung dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin menggunakan unit ambulans Anggun Rescue untuk proses penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengonfirmasi bahwa korban atas nama Prasetyo Adi Wibowo telah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Posisi korban ditemukan sejauh satu mil laut dari titik awal kejadian.
Pesan Penting tentang Keselamatan Kerja
I Putu Sudayana menegaskan bahwa setiap operator kapal dan pekerja perairan wajib mengedepankan prosedur keselamatan. Ia mengimbau kepada seluruh operator kapal dan para pekerja di sektor maritim agar selalu mengedepankan prosedur keselamatan, terutama penggunaan alat pelindung diri seperti life jacket saat beraktivitas di atas kapal, demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR, mulai dari TNI AL, Polairud, Bakamla, BPBD hingga potensi relawan yang telah bahu-membahu bekerja secara maksimal.
Kesiapan dan Kolaborasi dalam Operasi SAR
Operasi pencarian dan pertolongan ini menunjukkan kesiapan dan kolaborasi yang baik antara berbagai instansi dan organisasi. Dengan peralatan canggih dan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing pihak, upaya pencarian dapat dilakukan secara efektif dan cepat.
Pentingnya Edukasi Keselamatan di Sektor Maritim
Insiden ini juga menjadi peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor maritim untuk lebih meningkatkan edukasi dan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja. Penggunaan alat pelindung diri, seperti life jacket, tidak hanya menjadi kewajiban tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral terhadap keselamatan diri sendiri dan rekan kerja.
Masa Depan yang Lebih Aman
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan semakin banyak kesadaran akan pentingnya keselamatan di sektor maritim. Selain itu, diharapkan pula adanya langkah-langkah preventif yang lebih ketat dari pihak-pihak terkait, seperti pengawasan terhadap penggunaan alat keselamatan dan pelatihan keselamatan kerja yang lebih intensif.









Discussion about this post