klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Nasional

Kronologi tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi versi penumpang, lampu mendadak mati hingga ada hantaman keras

Redaksi by Redaksi
30 April 2026 - 04:44
Reading Time: 5 mins read
0
Kronologi tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi versi penumpang, lampu mendadak mati hingga ada hantaman keras

Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi versi penumpang. Lampu mendadak mati hingga ada hantaman keras.

Kereta Api Argo Bromo Anggrek terlibat kecelakaan dengan Kereta Listrik (KRL) rute Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026).

Berikut kronologi tabrakan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi versi penumpang. Berawal dari lampu mendadak mati hingga ada hantaman keras.

Salah seorang penumpang Commuter Line, Munir, menuturkan bahwa kejadian bermula ketika kereta yang ia naiki dari Jakarta menuju Cikarang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Kereta tersebut berhenti karena ada Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi yang lebih dulu menabrak sebuah mobil taksi. Saat kereta dalam posisi berhenti, dari arah belakang melaju Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek yang kemudian menabrak Commuter Line yang ditumpangi Munir.

“Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong,” kata Munir di lokasi, dikutip dari Kompas.com.

Munir menjelaskan, akibat insiden tersebut gerbong khusus perempuan di rangkaian Commuter Line mengalami kerusakan parah. Sejumlah penumpang yang berada di dalam gerbong terlihat kesulitan menyelamatkan diri karena akses keluar tertutup bangku dan bagian gerbong yang rusak.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Hingga sekitar pukul 22.39 WIB, proses evakuasi korban masih berlangsung. Evakuasi para penumpang tampak difokuskan di gerbong KRL. Sementara itu, Hendri, penumpang KRL rute Bekasi–Jakarta, mengaku mendengar suara keras seperti ledakan ketika kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi.

“Ya kalau kedengerannya seperti suara bom, saking kencangnya,” ujar Hendri, dikutip dari tayangan live Kompas TV, Senin.

Sebelum kejadian, rangkaian KRL disebut tiba di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.30 WIB. Hendri menuturkan, KRL tersebut berhenti cukup lama karena adanya perlintasan kendaraan mobil di sekitar jalur stasiun.

“Jadi tadi sebenarnya kereta ini mendahului kereta saya dari Bekasi Timur sekitar 15 menit,” kata Hendri.

 

Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas diduga menabrak bagian belakang rangkaian KRL, termasuk gerbong khusus perempuan yang mengarah ke Cikarang.

“Nah ini Argo Bromo nabrak gerbong belakang yang di tempatkan perempuan, agak masuk ke dalam. Jadi korban kita enggak tahu berapa jumlahnya, ini sedang dievakuasi,” ujarnya.

Hendri mengaku kejadian berlangsung sangat cepat dan disertai kondisi panik di dalam rangkaian kereta. Ia menyebut muncul asap tebal setelah benturan keras terjadi.

“Sekitar jam 8. Karena itu berasap, tabrakan kencang. Saya tinggal lari,” kata dia.

Ia juga menggambarkan suasana saat kejadian, di mana sirene langsung berbunyi dan kondisi sekitar dipenuhi kepanikan.

“Awalnya biasa-biasa saja, tapi begitu ada tabrakan ini kan sirene langsung bunyi dan asap seperti kelihatan tabrakan besar,” ujarnya.

Setelah insiden itu, proses evakuasi segera dilakukan di lokasi. Hendri menyebut sejumlah ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari tempat kejadian.

“Sudah ada 35 ambulans yang bawa korban kecelakaan itu,” ujarnya.

Selanjutnya, Maksus (39), warga Tambun, Bekasi, mengaku berhasil selamat dari kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, setelah sempat turun dari gerbong beberapa saat sebelum benturan terjadi.

Ia menuturkan, rangkaian KRL yang awalnya berhenti mendadak melaju cepat sebelum terdengar suara keras dan lampu kereta padam.

Saat kejadian, Maksus mengatakan dirinya baru saja turun dari gerbong nomor 6 KRL yang ia tumpangi. Awalnya, kereta tiba di Stasiun Bekasi Timur untuk menurunkan penumpang, lalu kembali bergerak guna melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Tambun.

 

Namun, setelah berjalan sekitar tiga meter, KRL kembali berhenti. Penumpang kemudian mendapat kabar bahwa ada insiden pada rangkaian kereta di depan.

“Itu ada mobil yang katanya keserempet di depan. Keserempet apa berhenti lah gitu kan? Saat itu saya juga enggak tahu pasti,” ujar Maksus, dikutip dari Kompas.com.

Menurut Maksus, kereta tertahan sekitar dua menit. Karena banyak penumpang turun, ia ikut turun ke peron untuk melihat kondisi di depan.

“Saya kepo ikut turun tuh, yang lain-lain pada turun, nah saya turun juga ke peron mau lihat ke depan. Tapi kok tidak keliatan juga mobilnya yang keserempet KRL,” katanya.

“Nah terus saya balik lagi dong, cuma sebentar doang balik lagi,” tutur Maksus.

Ia kemudian hendak kembali ke gerbong 6. Saat baru memutar badan dan berjalan beberapa langkah menuju gerbongnya, rangkaian KRL yang sebelumnya berhenti tiba-tiba bergerak cepat.

“Baru saya melangkah berapa langkah, kereta jalan sendiri tapi kenceng. Tiba-tiba duss !! Lampu KRL mati,” tutur Maksus.

“Lalu terlihat ada dua gerbong berjalan cepat melewati peron. Baru sadar ternyata ada KA jarak jauh nyundul (KRL dari belakang),” lanjutnya.

Maksus mengatakan, lokomotif KA jarak jauh terus mendorong rangkaian KRL yang sebelumnya ditumpanginya. Lokomotif bahkan masuk hingga setengah gerbong paling belakang.

“Gerbong yang terkena (tabrakan) paling parah itu gerbong 12, atau gerbong khusus perempuan dan gerbong 11,” kata Maksus.

“Ada yang tadi (penumpang) nyangkut di atas gitu kan, ada yang ke bawah juga. Saya sudah nggak tega lihatnya,” jelasnya.

 

Ia juga melihat lampu-lampu di gerbong yang tertabrak berjatuhan. Akibatnya, aliran listrik terputus dan rangkaian KRL menjadi gelap gulita.

Melihat peristiwa tersebut, Maksus mengaku tubuhnya gemetar. Ia bersyukur sempat turun dari gerbong meski awalnya hanya ikut-ikutan penumpang lain.

“Ya Allah untung aja tadi keluar. Habis itu saya mau ngambil HP aja sampai gemeteran,” tutur Maksus.

“Meski di peron 6, bisa saja kalau saya tetap di dalam ikut tergencet, terbentur atau luka,” ucapnya.

Ia menyampaikan, kondisi KRL sebenarnya cukup lengang karena sebagian penumpang sudah turun lebih dulu. Penumpang yang masih berada di dalam umumnya menuju stasiun akhir seperti Tambun, Cibitung, dan Cikarang.

Meski begitu, penumpang di gerbong 11 dan 12 disebut mengalami dampak paling parah. Beberapa di antaranya bahkan terlihat terjepit akibat dorongan lokomotif.

“Tapi itu kan posisinya tersundul. Mereka kondisinya naik ke atas karena tersundul lokomotif,” tutur Maksud.

“Habis itu saya ikut membantu menolong penumpang yang menjadi korban terdampak tabrakan. Mereka ada yang terluka parah, ada yang sudah pingsan,” katanya.

Penumpang KRL lain, Hafidz menuturkan, benturan antara kedua kereta berlangsung sangat keras. Ia menjelaskan, sebelum insiden utama terjadi, KRL lebih dulu mengalami kecelakaan setelah menabrak sebuah taksi online.

Setelah kejadian tersebut, rangkaian KRL sempat berhenti di Stasiun Bekasi Timur sambil menunggu sinyal aman untuk kembali melanjutkan perjalanan.

“KRL saya saat itu sedang menunggu sinyal aman di Stasiun Bekasi Timur sebab di depan ada mobil yang ditabrak kereta api lain,” ujar Hafidz, dikutip dari TribunJatim.com.

 

Namun, lanjut Hafidz, di luar dugaan tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh KA jarak jauh.

“Kecepatannya benar-benar terasa kencang sekali,” ujarnya.

Kecelakaan terjadi antara KRL tujuan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB. Lokasi insiden berada di area emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.

Hingga lewat tengah malam, jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan tersebut tercatat empat orang penumpang KRL.

Sebanyak 38 penumpang lainnya menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Sementara itu, 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dan telah berhasil dievakuasi. (*)

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Diduga Lompat dari KMP Kirana II, Pemuda Bandar Lampung Masih Hilang di Perairan Pulau Tempurung
Nasional

Diduga Lompat dari KMP Kirana II, Pemuda Bandar Lampung Masih Hilang di Perairan Pulau Tempurung

3 Agustus 2026 - 15:33
Jenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata
Nasional

Jenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata

2 Juni 2026 - 23:59
Qodari Jawab Kritik Prabowo Prancis: Ungkap Manfaat Nyata
Nasional

Qodari Jawab Kritik Prabowo Prancis: Ungkap Manfaat Nyata

2 Juni 2026 - 22:21
Alasan Kampus Tolak Dapur MBG
Nasional

Alasan Kampus Tolak Dapur MBG

2 Juni 2026 - 22:08
SARA Bukan Lagi Isu Utama di Mata Mendagri
Nasional

SARA Bukan Lagi Isu Utama di Mata Mendagri

2 Juni 2026 - 21:28
Nasional

ASN Riau Tertipu Batu Delima: Jual Mobil Demi Jodoh Palsu

2 Juni 2026 - 17:12
Next Post
Jadwal, Lokasi dan Persyaratan SIM Keliling Kabupaten Bekasi Selasa 28 April 2026

Jadwal, Lokasi dan Persyaratan SIM Keliling Kabupaten Bekasi Selasa 28 April 2026

Pajak restoran langsung masuk kas daerah, Bank Sumut dukung QRESTO optimalkan PAD

Pajak restoran langsung masuk kas daerah, Bank Sumut dukung QRESTO optimalkan PAD

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com