klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Nasional

Skandal Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, Pimpinan DPR RI Turun Tangan: Usut Tuntas Kasus

Redaksi by Redaksi
29 April 2026 - 16:43
Reading Time: 3 mins read
0
Skandal Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, Pimpinan DPR RI Turun Tangan: Usut Tuntas Kasus

Kasus Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta Mengguncang Masyarakat

Kasus kekerasan terhadap anak di sebuah daycare di Kota Yogyakarta kini menjadi perhatian besar dari masyarakat dan berbagai pihak terkait. Peristiwa ini terungkap setelah video yang menunjukkan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak viral di media sosial. Video tersebut memicu kemarahan publik dan mengundang tuntutan agar kasus ini segera ditangani secara tuntas.

Daycare Little Aresha, yang berada di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, menjadi tempat kejadian kasus ini. Dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pengasuh daycare terhadap anak-anak yang dititipkan menciptakan kekhawatiran yang mendalam bagi orang tua. Sebanyak 103 anak diduga menjadi korban dalam kasus ini, dengan 53 di antaranya mengalami kekerasan fisik.

Peristiwa ini juga memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPR RI. Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyatakan prihatin atas dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi di daycare tersebut. Ia menekankan pentingnya proses hukum yang transparan dan akuntabel serta memberikan sanksi tegas kepada pelaku jika terbukti melakukan tindakan melanggar hukum.

Sari juga menyarankan adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem perizinan, standar operasional, dan mekanisme pengawasan terhadap seluruh daycare di Indonesia. Menurutnya, penguatan regulasi sangat penting untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.

Tindakan Penegak Hukum dan Evaluasi Sistem Pengawasan

Polresta Yogyakarta telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Rizky Adrian menjelaskan bahwa jumlah total korban mencapai 103 anak, dengan 53 di antaranya terkonfirmasi mengalami kekerasan fisik. Pihak kepolisian juga menyebutkan bahwa ratusan anak tersebut berada dalam rentang usia yang sangat rentan, mulai dari bayi hingga balita.

Daycare Little Aresha diketahui telah beroperasi selama lebih dari satu tahun. Sebagian besar pengasuh yang bekerja di tempat tersebut juga memiliki masa kerja yang cukup lama. Namun, meski demikian, tindakan yang dilakukan oleh para pengasuh masih menjadi pertanyaan besar.

Adrian menyebutkan bahwa jumlah korban ini masih sangat mungkin bertambah seiring dengan pengembangan kasus dan pemeriksaan saksi-saksi tambahan. Meskipun begitu, pihak kepolisian belum membeberkan secara perinci motif di balik tindakan keji para pengasuh tersebut. “Nanti akan dilakukan rilis secara lengkap pada Senin pagi,” ucap Adrian, singkat.

Peran Masyarakat dalam Perlindungan Anak

Selain tindakan dari aparat penegak hukum, masyarakat juga diminta untuk lebih selektif dalam memilih layanan penitipan anak. Selain itu, masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam melakukan pengawasan dan segera melaporkan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

Sari menegaskan bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas utama. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak. Negara harus memastikan bahwa setiap anak mendapatkan lingkungan yang aman, layak, dan mendukung tumbuh kembangnya.

Langkah-Langkah yang Harus Diambil

Dalam rangka mencegah terulangnya kasus serupa, beberapa langkah penting perlu diambil:

  • Peningkatan pengawasan: Pemerintah dan lembaga terkait harus meningkatkan pengawasan terhadap daycare dan lembaga penitipan anak lainnya.
  • Evaluasi regulasi: Regulasi yang ada perlu dievaluasi dan diperkuat untuk memastikan keselamatan anak.
  • Pendidikan dan edukasi: Masyarakat perlu diberikan pendidikan dan edukasi tentang cara memilih layanan penitipan anak yang aman dan profesional.
  • Penegakan hukum: Pelaku kekerasan terhadap anak harus diberikan sanksi tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dengan tindakan-tindakan ini, diharapkan dapat mencegah terulangnya kasus kekerasan terhadap anak di masa depan. Masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan perlindungan yang layak.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Diduga Lompat dari KMP Kirana II, Pemuda Bandar Lampung Masih Hilang di Perairan Pulau Tempurung
Nasional

Diduga Lompat dari KMP Kirana II, Pemuda Bandar Lampung Masih Hilang di Perairan Pulau Tempurung

3 Agustus 2026 - 15:33
Jenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata
Nasional

Jenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata

2 Juni 2026 - 23:59
Qodari Jawab Kritik Prabowo Prancis: Ungkap Manfaat Nyata
Nasional

Qodari Jawab Kritik Prabowo Prancis: Ungkap Manfaat Nyata

2 Juni 2026 - 22:21
Alasan Kampus Tolak Dapur MBG
Nasional

Alasan Kampus Tolak Dapur MBG

2 Juni 2026 - 22:08
SARA Bukan Lagi Isu Utama di Mata Mendagri
Nasional

SARA Bukan Lagi Isu Utama di Mata Mendagri

2 Juni 2026 - 21:28
Nasional

ASN Riau Tertipu Batu Delima: Jual Mobil Demi Jodoh Palsu

2 Juni 2026 - 17:12
Next Post
Perbedaan Ferrari 296 Speciale dan 296 GTB, Bukan Hanya Soal Tenaga

Perbedaan Ferrari 296 Speciale dan 296 GTB, Bukan Hanya Soal Tenaga

7 Ikan Tahan Panas, Apa Saja?

7 Ikan Tahan Panas, Apa Saja?

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com